Senin, 27 November 2023

Meremehkan Dosa Maksiat Termasuk Tanda Kebinasaan


 

Meremehkan Dosa Maksiat  Termasuk Tanda Kebinasaan


قال ابن القيم رحمه الله تعالى : "ومنها: أن العبد لا يزال يرتكب الذنب، حتّى يهون عليه، ويصغر في قلبه. وذلك علامة الهلاك، فإنّ الذنب كلّما صغُر في عين العبد عظُم عند الله. وقد ذكر البخاري في صحيحه عن ابن مسعود قال، إن المؤمن يرى ذنوبه كأنه في أصل جبل يخاف أن يقع عليه. وإن الفاجر يرى ذنوبه كذباب وقع على أنفه، فقال به هكذا، فطار." (الداء والدواء ١ / ١٤٤.)

     Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :

"Di antara pengaruh jelek kemaksiatan ialah bahwa ada seorang senantiasa berbuat dosa hingga ia meremehkan dosa tersebut dan menganggapnya kecil dalam hatinya. Itu merupakan tanda kebinasaan. Sebab, sebuah dosa mana kala terasa semakin dianggap kecil di mata manusia, justru semakin besar di sisi Allah.

Al-Bukhari rahimahullah telah menyebutkan riwayat dalam sahihnya dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu'anhu, ia berkata,

'Sesungguhnya seorang mukmin akan melihat dosa-dosanya seolah-olah ia sedang berada di kaki gunung, ia khawatir bila gunung tersebut menimpanya.

Sebaliknya, seorang pendosa akan melihat dosa-dosanya laksana lalat yang hinggap di hidungnya, lalu ia mengusirnya dan terbang." (lihat Ad-Da'u wad Dawa'  1 / 144)

Sabtu, 25 November 2023

Air Tuba (Getah Beracun) Boleh Dibalas Dengan Yang Semisalnya (Tak Boleh Lebih) Dan Lebih Mulia Lagi Jika Dibalas Dengan Air Susu


 

Air Tuba (Getah Beracun) Boleh Dibalas Dengan Yang Semisalnya (Tak Boleh Lebih) Dan Lebih Mulia Lagi Jika Dibalas Dengan Air Susu


     Allah Ta'ala berfirman :

وَجَزٰۤؤُا سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا ۚفَمَنْ عَفَا وَاَصْلَحَ فَاَجْرُهٗ عَلَى اللّٰهِ ۗاِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَ

"Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barangsiapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dari Allah. Sungguh Dia tidak menyukai orang-orang zhalim." (QS. Asy-Syura : 40)

وَلَا تَسْتَوِى الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ۗاِدْفَعْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ فَاِذَا الَّذِيْ بَيْنَكَ وَبَيْنَهٗ عَدَاوَةٌ كَاَنَّهٗ وَلِيٌّ حَمِيْمٌ

"Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan an-tara kamu dan dia akan seperti teman yang setia." (QS. Al Fushilat : 34)

والله تعالى أعلم بالصواب، والحمد لله رب العالمين.

Kamis, 23 November 2023

Beberapa Sebab Seseorang Bisa Mudah Terkena Sihir


 

Beberapa Sebab Seseorang Bisa Mudah Terkena Sihir


     Beberapa sebab seseorang bisa mudah terkena sihir, diantaranya :

1- Lalai dari mengingat Allah

2- Tidak mau perhatian pada ketaatan (ibadah)

3- Tidak mau perhatian pada dzikir-dzikir syar’i (seperti dzikir pagi, dzikir petang, dzikir sebelum tidur, dzikir ketika masuk kamar mandi, dsb)

     Sedangkan orang yang senantiasa berdzikir, rajin ibadah dan perhatian dengan dzikir-dzikir yang ada dasarnya, maka asalnya ia selamat dari gangguan sihir. Orang yang istiqamah menjalankan hal-hal tersebut akan selamat dari penguasaan syaithan. Beda halnya dengan yang gemar maksiat dan lalai dari mengingat Allah, sangat rentan sekali mendapatkan gangguan dan was-was syaithan.

     Allah Ta’ala berfirman :

وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ

“Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Rabb Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.” (QS. Az Zukhruf: 36).

والله تعالى أعلم بالصواب، والحمد لله رب العالمين.

Sabtu, 18 November 2023

Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Tentang Imam Mahdi




 


Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Tentang Imam Mahdi

      Allah Ta'ala berfirman :

وَ لَقَدْ كَتَبْنا فِي الزَّبُورِ مِنْ بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الأَْرْضَ يَرِثُها عِبادِيَ الصَّالِحُونَ

"Dan sungguh, telah Kami tulis di dalam Zabur setelah (tertulis) di dalam Adz-Dzikr (Lauh Mahfuzh), bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang shalih." (QS. Al Anbiya : 105).

   Ahlus Sunnah Wal Jama'ah memahami imam Mahdi berdasarkan dari banyak hadits diantaranya sebagai berikut :

1 ☆  Nama Imam Mahdi

     Hadits Ummu Salamah radhiyallahu ’anha, beliau pernah mendengar Nabi  bersabda :

المهدي من عترتي من ولد فاطمة

“Mahdi muncul dari anak keturunanku, melalui jalur keturunan Fathimah.” (HR. Abu Dawud)

لا تنقضي الدنيا حتى يملك العرب رجل من أهل بيتي يواطئ اسمه اسمي

“Dunia ini tak akan berakhir sampai jazirah Arab dikuasai oleh seorang dari ahli baitku. Namanya menyamai namaku.” (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud)

     Dalam riwayat Abu Dawud dinyatakan,

يواطئ اسمه اسمي واسم أبيه اسم أبي

“Namanya sama dengan namaku (Muhammad), demikian pula nama ayahnya sama dengan ayahku ('Abdullah).”

2 ☆  Masa Kepemimpinan Imam Mahdi

     Hadits Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ’anhu bahwa Nabi  bersabda :

يخرج في آخر أمتي المهدي ، يسقيه الله الغيث ، وتخرج الأرض نباتها ، ويعطي المال صحاحا، وتكثر الماشية ،وتعظم الأمة ، يعيش سبعا ، أو ثمانيا ، يعني حججا

“Pada akhir umatku akan keluar Al-Mahdi. Allah menurunkan hujan kepadanya, bumi menumbuhkan tanamannya, harta dibagi-bagikan, banyaknya binatang ternak dan umat ini menjadi mulia. Dia akan hidup selama tujuh atau delapan tahun; yaitu tujuh atau delapan musim haji.” (HR. Al-Hakim, disepakati oleh Adz-Dzahabi)

3 ☆  Sifat Fisik Imam Mahdi

     Rasulullah  mengabarkan,

المهدي مني أجلى الجبهة أقنى الأنف يملأ الأرض قسطاً وعدلاً كما مُلئت جوراً وظلماً يملك سبع سنين

“Al-Mahdi berasal dari keturunanku, dahinya lebar, hidungnya mancung. Dia akan memenuhi bumi ini dengan keadilan, setelah sebelumnya penuh dengan kekejaman dan kezaliman. Dia akan menguasai dunia ini selama tujuh tahun.” (HR. Abu Dawud dan yang lainnya)

4 ☆  Waktu Munculnya Imam Mahdi Tanda Dekatnya Kiamat

     Sesuai dengan pendapat Ibnu Katsir, Imam Mahdi akan muncul di akhir zaman sebelum turunnya Nabi ‘Isa sebagaimana yang ditunjukkan oleh hadist-hadist yang menyebutkan mengenai hal tersebut. Rasullullah juga bersabda sebagai berikut;

اَ تَذْهَبُ أَوْ لاَ تَنْقَضِى الدُّنْيَا حَتَّى يَمْلِكَ الْعَرَبَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِى يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِى

“Dunia tidak akan lenyap atau tidak akan sirna hingga seseorang dari keluargaku menguasai bangsa Arab. Namanya sama dengan namaku.” (HR. Tirmidzi)

أخرج البخاري بسنده: عن نافع مولى أبى قتادة الآنصاري ان أبا هريرة رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وآله كيف أنتم إذا نزل ابن مريم فيكم وامامكم منكم

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda: “Bagaimana kalian jika turun Ibn Maryam di tengah kalian dan imam kalian adalah dari kalian,” (Shahih Al-Bukhari, Juz 4, halaman 134)

5 ☆  Imam Mahdi Menjadi Imam Shalat Yang Dimakmumi Nabi Isa ‘Alaihissalam

     Dari Abu Said Al-Khudri radhiyallahu ’anhu, beliau berkata, Rasulullah  bersabda,

منا الذي يصلي عيسى ابن مريم خلفه

“Dari keturunanku nanti akan ada yang menjadi Imam shalat untuk Isa bin Maryam (yakni Imam Mahdi).” (HR. Abu Nu’aim, dinilai shahih Syaikh Albani)

والله تعالى أعلم بالصواب، والحمد لله رب العالمين.





Kamis, 16 November 2023

Mau'izhoh ( Nasihat ) Imam Asy Syafi'i


 

Mau'izhoh ( Nasihat ) Imam Asy Syafi'i

 
وعظ الشافعي تلميذه المزني فقال له: اتق الله, ومثل الآخرة في قلبك, واجعل الموت نصب عينك, ولا تنس موقفك بين يدي الله، وكن من الله على وجل، واجتنب محارمه, وأد فرائضه, وكن مع الحق حيث كان، ولا تستصغرن نعم الله عليك وإن قلت, وقابلها بالشكر, وليكن صمتك تفكراً، وكلامك ذكراً، ونظرك عبره، واستعذ بالله من النار بالتقوى .(مناقب الشافعي 2/294)

     Imam Asy-Syafi’i rahimahullah pernah memberikan mau'izhoh (nasehat yang sangat agung nan penuh hikmah) kepada salah seorang muridnya yang bernama Al-Muzani rahimahullah dengan mengatakan kepadanya :
(1)  Bertakwalah engkau kepada Allah,
(2)  Gambarkan kehidupan Akhirat di dalam hatimu,
(3)  Jadikan kematian ada di depan matamu,
(4)  Janganlah lupa bahwa engkau akan berdiri di hadapan Allah ‘azza wajalla,
(5)  Takutlah engkau kepada Allah,
(6)  Jauhilah larangan-larangan-Nya,
(7)  Tunaikanlah apa-apa yang Dia wajibkan atasmu,
(8)   Hendaknya selalu bersama al haqq (kebenaran) dimanapun engkau berada,
(9)  Janganlah engkau meremehkan nikmat-nikmat Allah yang dilimpahkan kepadamu meskipun sedikit. Tetapi,
(10) Sikapilah nikmat-nikmat tersebut dengan bersyukur kepada-Nya,
(11) Hendaknya engkau jadikan diammu untuk berfikir, ucapanmu sebagai dzikir, dan pandanganmu kepada sesuatu untuk mengambil pelajaran darinya.
(12) Dan hendaknya engkau memohon perlindungan kepada Allah dari siksa api neraka dengan selalu bertakwa kepada-Nya.” (Lihat Manaaqibu Asy-Syafi’i II/294).

Rabu, 15 November 2023

Al Qur'an Sebagai Mu'jizat Terbesar Dan Kekal



 


Al Qur'an Sebagai Mu'jizat Terbesar Dan Kekal



     Mu'jizat al-Qur'an bersifat universal dan abadi yakni berlaku untuk semua umat manusia sampai akhir zaman. Karena itu, Al-Qur'an adalah sebagai mu'jizat terbesar yang Allah berikan kepada nabi Muhammad ﷺ serta melebihi dari semua mukjizat-mukjizat yang diberikan Allah kepada para nabi sebelumnya. Sehingga banyak orang yang menjadi beriman dengan sebab Al Qur'an.
    
     Allah Ta'ala berfirman :

ﻭَﺇِﻥْ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﻓِﻲ ﺭَﻳْﺐٍ ﻣِﻤَّﺎ ﻧَﺰَّﻟْﻨَﺎ ﻋَﻠَﻰٰ ﻋَﺒْﺪِﻧَﺎ ﻓَﺄْﺗُﻮﺍ ﺑِﺴُﻮﺭَﺓٍ ﻣِﻦْ ﻣِﺜْﻠِﻪِ ﻭَﺍﺩْﻋُﻮﺍ ﺷُﻬَﺪَﺍﺀَﻛُﻢْ ﻣِﻦْ ﺩُﻭﻥِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻥْ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺻَﺎﺩِﻗِﻴﻦ ﴿٢٣﴾ﻓَﺈِﻥْ ﻟَﻢْ ﺗَﻔْﻌَﻠُﻮﺍ ﻭَﻟَﻦْ ﺗَﻔْﻌَﻠُﻮﺍ ﻓَﺎﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻨَّﺎﺭَ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﻭَﻗُﻮﺩُﻫَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﻭَﺍﻟْﺤِﺠَﺎﺭَﺓُ ۖ ﺃُﻋِﺪَّﺕْ ﻟِﻠْﻜَﺎﻓِﺮِﻳﻦَ

"Jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang al-Qur’ân yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal al-Qur’ân itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allâh, jika kamu orang-orang yang benar. Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya), dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, (neraka itu) telah disediakan bagi orang-orang kafir." (Al-Baqarah: 23-24)

     Dalam ayat lainnya Allah berfirman :

ﻭَﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻫَٰﺬَﺍ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ ﺃَﻥْ ﻳُﻔْﺘَﺮَﻯٰ ﻣِﻦْ ﺩُﻭﻥِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻟَٰﻜِﻦْ ﺗَﺼْﺪِﻳﻖَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺑَﻴْﻦَ ﻳَﺪَﻳْﻪِ ﻭَﺗَﻔْﺼِﻴﻞَ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏِ ﻟَﺎ ﺭَﻳْﺐَ ﻓِﻴﻪِ ﻣِﻦْ ﺭَﺏِّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴﻦ ﴿٣٧﴾ ﺃَﻡْ ﻳَﻘُﻮﻟُﻮﻥَ ﺍﻓْﺘَﺮَﺍﻩُ ۖ ﻗُﻞْ ﻓَﺄْﺗُﻮﺍ ﺑِﺴُﻮﺭَﺓٍ ﻣِﺜْﻠِﻪِ ﻭَﺍﺩْﻋُﻮﺍ ﻣَﻦِ ﺍﺳْﺘَﻄَﻌْﺘُﻢْ ﻣِﻦْ ﺩُﻭﻥِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻥْ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺻَﺎﺩِﻗِﻴﻦَ

"Tidaklah mungkin al-Qur’ân ini dibuat oleh selain Allâh ; akan tetapi (al-Qur’ân itu) membenarkan Kitab-Kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Rabb semesta alam. Atau (patutkah) mereka mengatakan, “Muhammad membuat-buatnya.” Katakanlah, “(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat semisalnya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang yang benar.” (Yunus : 37- 38)

     Allah menegaskan bahwa seandainya Al-Quran bukan dari sisi Allah dan buatan manusia, tentu akan ada banyak pertentangan di dalamnya. Allah berfirman :

ﻭَﻟَﻮْ ﻛَﺎﻥَ ﻣِﻦْ ﻋِﻨْﺪِ ﻏَﻴْﺮِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻟَﻮَﺟَﺪُﻭﺍ ﻓِﻴﻪِ ﺍﺧْﺘِﻠَﺎﻓًﺎ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ

“Kalau sekiranya al-Qur`ân itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya." (An-Nisaa’:82). Allah pun telah menjamin akan menjaga kemurnian Al Qur'an. Allah telah berfirman :
اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ 

"Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Adz-Dikr (Al-Qur'an), dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya." (QS. Al-Hijr: 9).

والله تعالى أعلم بالصواب، والحمد لله رب العالمين.
     

Selasa, 14 November 2023

Mengimani Wujud Allah Ta’ala


 

Mengimani Wujud Allah Ta’ala


     Keimanan dengan wujud Allah merupakan salah satu dari bagian yang wajib diimani dari bagian rukun iman yang pertama, yaitu iman kepada Allah. Seluruh manusia telah bersepakat (kecuali yang menyimpang) bahwasanya mengetahui adanya wujud Allah tidak dapat dicapai dengan cara melihat wujud-Nya tatkala kita di dunia. Hal ini berdasarkan firman Allah :

وَلَمَّا جَاۤءَ مُوسَىٰ لِمِیقَـٰتِنَا وَكَلَّمَهُۥ رَبُّهُۥ قَالَ رَبِّ أَرِنِیۤ أَنظُرۡ إِلَیۡكَۚ قَالَ لَن تَرَىٰنِی وَلَـٰكِنِ ٱنظُرۡ إِلَى ٱلۡجَبَلِ فَإِنِ ٱسۡتَقَرَّ مَكَانَهُۥ فَسَوۡفَ تَرَىٰنِیۚ فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُۥ لِلۡجَبَلِ جَعَلَهُۥ دَكࣰّا وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقࣰاۚ فَلَمَّاۤ أَفَاقَ قَالَ سُبۡحَـٰنَكَ تُبۡتُ إِلَیۡكَ وَأَنَا۠ أَوَّلُ ٱلۡمُؤۡمِنِینَ

“Dan ketika Musa datang untuk (munajat) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, (Musa) berkata, ‘Ya Tuhanku, tampakkanlah (diri-Mu) kepadaku agar aku dapat melihat Engkau.’ (Allah) berfirman, ‘Engkau tidak akan (sanggup) melihat-Ku, namun lihatlah ke gunung itu. Jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala), niscaya engkau dapat melihat-Ku.’ Maka ketika Tuhannya menampakkan (keagungan-Nya) kepada gunung itu, gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Setelah Musa sadar, dia berkata, ‘Mahasuci Engkau, aku bertobat kepada Engkau dan aku adalah orang yang pertama-tama beriman.’” (QS. Al-A’raf: 143)

     Rasulullah bersabda :

تَعَلَّمُوا أنَّهُ لَنْ يَرَى أحَدُ مِنْكُمْ رَبَّهُ حَتَّى يَمُوْتَ

“Ketahuilah oleh kalian, bahwasanya salah seorang di antara kalian tidak akan dapat melihat Rabb-nya sampai kalian meninggal (mati).” (HR. Muslim no. 169)

     Di Akhirat kelak orang-orang mukmin bisa melihat Allah. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman :

وُجُوهُُ يَوْمَئِذٍ نَّاضِرَةٌ إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ

"Wajah-wajah (orang-orang mu’min) pada hari itu berseri-seri. Kepada Rabb-nya mereka melihat.." (QS. Al Qiyamah/75 : 22-23). Imam Ibnu Katsir rahimahullah menerangkan maksudnya, yaitu mereka melihat Allah dengan mata kepala mereka sendiri, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab Shahih-nya.

والله تعالى أعلم بالصواب، والحمد لله رب العالمين.


Jumat, 03 November 2023

Hakikat Paceklik ( Kemarau )


 

Hakikat Paceklik ( Kemarau )


     Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah  bersabda :

لَيْسَتِ السَّنَةُ بِأَنْ لَا تُمْطَرُوا وَلَكِنْ السَّنَةُ أَنْ تُمْطَرُوا وَتُمْطَرُوا وَلَا تُنْبِتُ الْأَرْضُ شَيْئًا

“Paceklik (kemarau) itu bukanlah dengan kalian tidak diberi hujan, tapi paceklik itu adalah kalian dihujani dan dihujani tetapi bumi tidak menumbuhkan apa pun.” (HR. Muslim)

     Makna kata As-Sanah adalah Al-Jadbu (kemarau) dan Al-Qahthu (paceklik), diantara dalilnya yaitu firman Allah :

وَلَقَدْ أَخَذْنَا آلَ فِرْعَوْنَ بِالسِّنِينَ

"Dan sesungguhnya Kami telah menghukum (Fir’aun dan) kaumnya dengan (mendatangkan) musim kemarau yang panjang." (QS. Al-A’raf: 130)

      Hal itu disebabkan oleh tercabutnya keberkahan dari hujan-hujan tersebut. Dan ini merupakan musibah yang paling menyakitkan. Karena diperolehnya kesulitan setelah terjadinya kelapangan serta tampaknya sebab-sebab kelapangan itu lebih parah dan lebih buruk. Lebih parah dan lebih buruk daripada apabila keputusasaan itu terjadi dari awal perkara.

والله تعالى أعلم بالصواب، والحمد لله رب العالمين

Rabu, 25 Oktober 2023

Hendaknya Kita Senantiasa Sabar Dan Bersyukur Kepada Allah


 

SETIAP TAQDIR ALLAH TERDAPAT HIKMAH YANG AGUNG DAN SEMPURNA

Hendaknya Kita Senantiasa Sabar Dan Bersyukur Kepada Allah

   
وَعَنْ أبي يَحْيَى صُهَيْبِ بْنِ سِنَانٍ  قَالَ: قَالَ رَسُولُ الله ﷺ: عَجَباً لأمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَلِكَ لأِحَدٍ إِلاَّ للْمُؤْمِن: إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خيْراً لَهُ. رواه مسلم.

     Dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan radhiallahu’anhu dia berkata, Rasulullah bersabda : “Alangkah menakjubkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya..” (HSR. Muslim)

     Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan bersyukur di saat senang dan bersabar di saat susah, bahkan kedua sifat inilah yang merupakan penyempurna keimanan seorang hamba. 

Senin, 23 Oktober 2023

Masjid Manakah yang Dibangun Pertama Kali Di Muka Bumi?


 

Masjid Manakah yang Dibangun Pertama Kali Di Muka Bumi?


     Dari Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu beliau berkata

قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ مَسْجِدٍ وُضِعَ أَوَّلَ قَالَ الْمَسْجِدُ الْحَرَامُ قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ ثُمَّ الْمَسْجِدُ الْأَقْصَى قُلْتُ كَمْ كَانَ بَيْنَهُمَا قَالَ أَرْبَعُونَ ثُمَّ أَيْنَمَا أَدْرَكَتْكَ الصَّلَاةُ بَعْدُ فَصَلِّهِ فَإِنَّ الْفَضْلَ فِيْهِ وَفِيْ رِوَايَةٍ أَيْنَمَا أَدْرَكَتْكَ الصَّلَاةُ فَصَلِّ فَهُوَ مَسْجِدٌ

“Aku bertanya, “Wahai, Rasulullah. Masjid manakah yang pertama kali dibangun?” Beliau menjawab, ‘Masjidil Haram”. Aku bertanya lagi : Kemudian (masjid) mana?” Beliau menjawab, “Kemudian Masjidil Aqsha”. Aku bertanya lagi : “Berapa jarak antara keduanya?” Beliau menjawab, “Empat puluh tahun. Kemudian dimanapun shalat menjumpaimu setelah itu, maka shalatlah, karena keutamaan ada padanya”. Dan dalam riwayat lainnya : “Dimanapun shalat menjumpaimu, maka shalatlah, karena ia adalah masjid.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Jumat, 20 Oktober 2023

Anjuran Memberi Nama Dengan Ahmad, Nama Para Nabi Dan Orang-orang Sholih



 

Anjuran Memberi Nama Dengan Ahmad, Nama Para Nabi Dan Orang-orang Sholih


     Imam Bukhari rahimahullah membuat bab dalam shahih Bukhari

باب من تسمى بأسماء الأنبياء

“Bab (anjuran) memberi nama dengan nama para nabi”

     Demikian juga Imam Muslim membuat bab dalam shahih Muslim

مسلم باب التسمي بأسماء الأنبياء والصالحين

“Bab (anjuran) memberi nama dengan nama para nabi dan orang-orang shalih”

Kemudian Imam Muslim membawakan hadits,

عن المغيرة بن شعبة. قال: لما قدمت نجران سألوني. فقالوا: إنكم تقرؤن: يا أخت هارون. وموسى قبل عيسى بكذا وكذا. فلما قدمت على رسول الله صلى الله عليه وسلم سألته عن ذلك. فقال (إنهم كانوا يسمون بأنبيائهم والصالحين قبلهم).

Dari Mughirah bin Syu’bah ia berkata : Ketika aku tiba di Najran, orang-orang bertanya kepadaku : ”Apakah engkau memahami ayat ”Hai Saudara perempuan Harun” (QS. Maryam : 28) sedangkan Musa itu hidup jauh sebelum jaman ’Isa. Apakah maksudnya begini dan begini ?”. Setelah aku bertemu dengan Rasulullah dan menanyakan tentang hal tersebut, maka beliau menjawab : “Kebiasaan mereka pada waktu itu memberi nama seseorang dengan nama para nabi atau orang-orang shalih sebelum mereka”. (Muslim no. 2135)

     Hal ini dijelaskan juga oleh Ibnul Qayyim rahimahullah, beliau berkata :

قال سعيد بن المسيب: أحب الأسماء إلى الله أسماء الأنبياء، وفي تاريخ ابن أبي خيثمة أن طلحة كان له عشرة من الولد كل منهم اسم نبي وكان للزبير عشرة كلهم تسمى باسم شهيد.

“Berkata Sa’id bin Musayyib: Nama yang paling dicintai Allah adalah nama para Nabi. Dalam kita sejarah dijelaskan bahwa sahabat Thalhah mempunyai sepuluh anak dan setiap anak bernama dengan nama nabi. Shahabat Az-Zubair juga memiliki sepuluh anak dan dinamakan dengan para syuhada.” (lihat Tuhfatul Maudud hal 128)

والله تعالى أعلم بالصواب، والحمد لله رب العالمين.

Perbanyak Dzikir Mengingat Allah.., Semoga Menyelamakan Engkau Dari Kemunafikan


 

Perbanyak Dzikir Mengingat Allah, Semoga Menyelamakan Engkau Dari Kemunafikan


     Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah berkata :

كثرة ذكر الله عز وجل أمانٌ من النفاق، فإن المُنافقين قليلو الذكر لله ، قال الله تعالى في المنافقين : { ولا يذكرون الله إلا قليلا }

“Banyak berdzikir mengingat Allah adalah pengaman dari kemunafikan. Orang munafiq itu sedikit berdzikir.”
Allah Ta'ala berfirman mengenai orang-orang munafiq :
“Mereka tidak berzikir mengingat Allah kecuali sedikit” (QS. An-Nisaa 142)

(lihat Al-Wabilush Shayyib, hlm. 161)


Minggu, 15 Oktober 2023

Mencintai Al Qur'an Termasuk Tanda Mencintai Allah



 

Mencintai Al Qur'an Termasuk Tanda Mencintai Allah

"Seandainya hati kita bersih, tentu kita tidak akan pernah puas membaca Al-Qur’an (kalamullah)"

     Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Al-Jawabul Kafi (halaman 170) menyebutkan :

محبة كلام الله فانه من علامة حب الله وإذا أردت أن تعلم ما عندك وعند غيرك من محبة الله فانظر محبة القرآن من قلبك وإلتذاذك سماعه أعظم من إلتذاذ أصحاب الملاهي والغناء المطرب بسماعهم فإنه من المعلوم أن من أحب حبيبا كان كلامه وحديثه احب شيئا اليه كما قيل

ان كنت تزعم حبي فلم هجرت كتابي … أما تأملت ما فيه من لذيذ خطابي

وقال عثمان ابن عفان رضي الله عنه لو طهرت قلوبنا لما شبعت من كلام الله وكيف يشبع المحب من كلام من هو غاية مطلوبه

"Cinta kalamullah (Al Qur'an) termasuk tanda cinta kepada Allah.
Jika engkau ingin tahu bagaimanakah tanda dirimu dan sekitarmu cinta pada Allah, maka lihatlah bagaimana kecintaan Al-Qur’an pada dirimu.
Ketahuilah, kelezatan mendengar Al-Qur’an lebih lezat daripada kelezatan orang yang mendengar nyanyian (lagu yang benar-benar menyia-nyiakan).
Tentu saja tanda seseorang yang mencinta adalah ia sangat menyukai kalam yang dicintai. Sehingga diibaratkan dalam sebuah sya’ir :

Jika engkau mengaku mencintai-Ku, janganlah engkau tinggalkan kitab-Ku (Al-Qur’an)...

Saat engkau merenungkan kitab-Ku, engkau akan rasakan bagaimanakah lezatnya kalimat-Ku di dalamnya.

‘Utsman bin ‘Affan pernah mengutarakan, “Seandainya hati kita bersih, tentu kita tidak akan pernah puas bersama Al-Qur’an (kalamullah). Sungguh aneh, bagaimana seseorang bisa puas mendengar kalimat indah dari yang ia cintai.”

     Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang mencintai Allah dengan membuktikannya lewat mencintai kalamullah yaitu Al-Qur’an. Dengan gemar membacanya, mentadaburinya, mengimani dan mengamalkannya sesuai faham para Shahabat radhiyaallahu 'anhum...