Rabu, 31 Juli 2024

Hakikat Syukur Dengan Menggunakan Nikmat Untuk Ketaatan Dan Tidak Maksiat


 

Hakikat Syukur Dengan Menggunakan Nikmat Untuk Ketaatan Dan Tidak Maksiat


حدثنا إسحاق بن أحمد ، ثنا إبراهيم بن يوسف ، ثنا أحمد بن أبي الحواري ، ثنا أبو عبد الله الرازي ، قال : قال لي سفيان بن عيينة : يا أبا عبد الله ، إن من شكر الله على النعمة أن تحمده عليها ، وتستعين بها على طاعته ، فما شكر الله من استعان بنعمته على معصيته .
📖  حلية الأولياء وطبقات الأصفياء ٧\٢٧٨ - أبو نعيم الأصبهاني

✍🏼  Al-Imam Sufyan bin Uyainah berkata kepada Abu Abdillah ar-Razy rahimahumullah

يا أبا عبد الله، إن من شكر الله على النعمة أن تحمده عليها، وتستعين بها على طاعته، فما شكر الله من استعان بنعمته على معصيته.

"Wahai Abu Abdillah, sesungguhnya termasuk bentuk syukur kepada Allah atas kenikmatan adalah dengan engkau memuji-Nya atasnya, dan menjadikannya untuk membantu menaati-Nya. Jadi tidak bersyukur kepada Allah seseorang yang menjadikan nikmat-Nya untuk membantu bermaksiat kepada-Nya."
📖  lihat Hilyatul Auliya' jilid 7/278.

Menyandarkan Urusan Dengan Tawakkal Kepada Allah


 

Menyandarkan Urusan Dengan Tawakkal Kepada Allah


حاتم الأصم - رحمه الله - قيل له : على ما بنيت أمرك في التوكل ؟ قال : على خصال أربعة : علمت أن رزقي لا يأكله غيري ، فاطمأنت به نفسي ، وعلمت أن عملي لا يعمله غيري ، فأنا مشغول به ، وعلمت أن الموت يأتي بغتة ، فأنا أبادره ، وعلمت أني لا أخلو من عين الله ، فأنا مستحي منه .
سير أعلام النبلاء - الذهبي ١١\٤٨٥

✍🏼  Dikatakan kepada Hatim Al Ashamm (ulama di abad ke-3 hijriah) rahimahullah, "Atas dasar apa Anda menyandarkan urusan Anda pada tawakkal?"
Beliau mengatakan, "Di atas empat perkara :
1️⃣ Saya tahu bahwa rezekiku tidak akan dimakan orang lain, maka jiwa saya pun tenang.
2️⃣ Saya tahu bahwa amalku tidak akan diamalkan oleh orang lain, maka saya pun sibuk mengamalkannya.
3️⃣ Saya tahu bahwa kematian datang tiba-tiba, maka saya pun bersegera sebelum dia datang.
4️⃣ Saya tahu bahwa saya tidak lepas dari pengawasan Allah, maka saya pun malu kepada-Nya.
📖  lihat Siyar A'lam An Nubala' 11/485 

Selasa, 30 Juli 2024

Tawakkal Kepada Allah Itu Senjata Terbaik Menghadapi Kejahatan Orang Lain


 

Tawakkal Kepada Allah Itu Senjata Terbaik Menghadapi Kejahatan Orang Lain

قال تعالى: (إنهم يكيدون كيداً وأكيد كيدا)
يقول ابن القيم (رحمه الله) إن المؤمن المتوكل على الله إذا كاده الخَلْق فإن الله يكيد له وينتصـر لـه بغير حول منه ولا قوة.
📖 إعلام الموقعين (٢٢٠/٣)

     Allah Ta'ala berfirman :

إِنَّهُمْ يَكِيدُونَ كَيْدًا {١٥ذ} وَأَكِيدُ كَيْدًا {١٦}

"Sesungguhnya mereka itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Dan Akupun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya." (QS. Ath Thoriq : 15-16)

✍🏼  Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata:

إن المؤمن المتوكل على الله إذا كاده الخَلْق، فإنَّ الله يكيد له وينتصر له بغير حول منه ولا قوَّة.

"Sesungguhnya seorang mukmin yang bertawakkal kepada Allah, jika hamba-hamba Allah melancarkan makar terhadapnya, maka sesungguhnya Allah akan membuatkan balasan makar untuknya dan membelanya, tanpa perlu hamba tersebut mengeluarkan daya dan kekuatan dari dirinya sendiri."
📖  lihat I'lamul Muwaqqi'in, jilid 3, hlm. 220.

Jumat, 26 Juli 2024

Dzikir Pagi Dan Petang Ibarat Baju Besi Yang Melindungi Diri


 


Dzikir Pagi Dan Petang Ibarat Baju Besi Yang Melindungi Diri


قال الإمام ابن القيم -رحمه الله تعالى-  :
" أذكار الصباح والمساء بمثابة الدرع ، كلما زادت سماكته لم يتأثر صاحبه ، بل تصل قوة الدرع أن يعود السهم فيصيب من أطلقه "
📖  الوابل الصيب ( ٧١ )

✍🏼  Al Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan:

أذكار الصباح والمساء بمثابة الدرع، كلما زادت سماكته لم يتأثر صاحبه، بل تصل قوة الدرع أن يعود السهم فيصيب من أطلقه

"Dzikir-dzikir pagi dan petang itu ibarat baju besi, semakin bertambah ketebalannya maka pemakainya semakin tidak merasakan bahaya. Bahkan, kekuatan baju besi itu bisa sampai sedemikian rupa sehingga anak panah akan terpental dan berbalik mengenai si pemanahnya."
📖  Al-Wabilush Shayyib (71)

Kamis, 25 Juli 2024

Janganlah Engkau Seperti Orang Kafir Yang Lebih Cinta Dan Memilih Kehidupan Dunia



Janganlah Engkau Seperti Orang Kafir Yang Lebih Cinta Dan Memilih Kehidupan Dunia

✍🏼  Allah Ta’ala berfirman :

بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا (16) وَالْآَخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى (17)

“Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Al A’laa: 16-17)

✍🏼  Malik bin Dinar rahimahullah berkata :

لَوْ كَانَتِ الدُّنْيَا مِنْ ذَهَبٍ يَفْنَى ، وَالآخِرَةُ مِنْ خَزَفٍ يَبْقَى لَكَانَ الوَاجِبُ أَنْ يُؤْثِرَ خَزَفٍ يَبْقَى عَلَى ذَهَبٍ يَفْنَى ، فَكَيْفَ وَالآخِرَةُ مِنْ ذَهَبٍٍِ يَبْقَى ، وَالدُّنْيَا مِنْ خَزَفٍ يَفْنَى؟

“Seandainya dunia adalah emas yang akan fana, dan akhirat adalah tembikar yang kekal abadi, maka tentu saja seseorang wajib memilih sesuatu yang kekal abadi (yaitu tembikar) daripada emas yang nanti akan fana. Padahal sejatinya akhirat adalah emas yang kekal abadi dan dunia adalah tembikar yang nantinya fana.” (Lihat Fathul Qodir, Imam Asy-Syaukani, 5:567-568)

Jadikanlah perkara dunia ibarat "garam air laut"  pergunakan seperlunya agar tidak bermadharat di dunia dan akhirat.


 

Senin, 22 Juli 2024

Kelezatan Ilmu Nafi' ( Syar'i ) Itu Kenikmatan Paling Besar


 

Kelezatan Ilmu Nafi' ( Syar'i ) Itu Kenikmatan Paling Besar


قال شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله: "ولا ريب أن لذة العلم أعظم اللذات، و اللذة التي تبقى بعد الموت وتنفع في الآخرة هي لذة العلم بالله والعمل له وهو الإيمان به".
📖  مجموع الفتاوى ١٦٢/١٤

✍🏼  Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:

ولا ريب أن لذة العلم أعظم اللذات، و اللذة التي تبقى بعد الموت وتنفع في الآخرة هي لذة العلم بالله والعمل له وهو الإيمان به

"Tidak ada keraguan, bahwa kelezatan ilmu (syar'i) merupakan kelezatan yang paling lezat, itulah kelezatan yang akan tetap ada pasca kematian, dan yang memberikan manfaat di akhirat adalah kelezatan ilmu tentang Allah, beramal untuk-Nya, itulah keimanan kepada-Nya."
📖  lihat Majmu' Fatawa : 14/162

Sabtu, 20 Juli 2024

Wasiat As-Salaf Agar Jangan Mengikuti Diri Mereka Jika Menyimpang Dari Kebenaran


 

Wasiat As-Salaf Agar Jangan Mengikuti Diri Mereka Jika Menyimpang Dari Kebenaran


قال الإمام سفيان الثوري رحمه الله : نحن اليوم علىٰ الطريق ، فإذا رأيتمونا قد أخذنا يمينًا أو شمالًا فلا تقتدوا بنا.
📖 أخبار الشيوخ للمروذي (٩٩)

✍🏼 Sufyan ats-Tsaury rahimahullah berkata :
"Kami hari ini di atas jalan yang benar. Jika kalian melihat kami telah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jangan mengikuti kami!"
📖  lihat Akhbarus Suyukh, karya al-Marrudzy (99)

Jumat, 19 Juli 2024

Jangan Sampai Terbalik Mengucapkan "Subhana-Allah" dan "Masyaa-Allah"


 

Jangan Sampai Terbalik Mengucapkan "Subhana-Allah" dan "Masyaa-Allah"


✍🏼  Subhana-Allah ( سُبْحَانَ ٱللَّٰهِ ) yang berati Maha suci Allah, seharusnya diucapkan ketika melihat atau mendengar keburukan, kejahatan atau hal tidak baik.

وَقَالُوا اتَّخَذَ اللّٰهُ وَلَدًا ۙسُبْحٰنَهٗ ۗ بَلْ لَّهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ  كُلٌّ لَّهٗ قَانِتُوْنَ 

Dan mereka berkata, “Allah mempunyai anak.” Mahasuci Allah, bahkan milik-Nyalah apa yang di langit dan di bumi. Semua tunduk kepada-Nya. (QS. Al-Baqarah : 116)

✍🏼  Sementara, Masyaa-Allah ( مَا شَاۤءَ اللّٰهُ ) artinya itu terjadi atas kehendak Allah atau saat melihat sesuatu yang indah atau rasa kagum.

وَلَوْلَآ اِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاۤءَ اللّٰهُ ۙ لَا قُوَّةَ اِلَّا بِاللّٰهِ ۚاِنْ تَرَنِ اَنَا۠ اَقَلَّ مِنْكَ مَالًا وَّوَلَدًاۚ 

"Dan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, la quwwata illa billah” (Sungguh, atas kehendak Allah, semua ini terwujud), tidak ada kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah, sekalipun engkau anggap harta dan keturunanku lebih sedikit daripadamu." (QS. Al Kahfi : 39)

Jumat, 05 Juli 2024

Keutamaan Menyelisihi Hawa Nafsu



 

Keutamaan Menyelisihi Hawa Nafsu


قوله تعالى: { وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ وَنَهَى ٱلنَّفْسَ عَنِ ٱلْهَوَىٰ } {فَإِنَّ ٱلْجَنَّةَ هِىَ ٱلْمَأْوَىٰ } [ النازعات: ٤٠، ٤١].

“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, Maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).” (QS. An-Nazi’at: 40-41)

قال الإمام ابن القيم رحمه الله : أن مخالفة الهوى تقيم العبد في مقام من لو أقسم على الله لأبره فيقضي له من الحوائج أضعاف أضعاف ما فاته من هواه. 📖 كتاب روضة المحبين ونزهة المشتاقين (١\٤٨٤)

✍🏻  Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata : “Sesungguhnya menyelisihi hawa nafsu akan memposisikan seorang hamba pada kedudukan seseorang yang apabila bersumpah dengan nama Allah, maka Allah akan mengabulkan sumpahnya. Sehingga akan dipenuhi berbagai kebutuhannya berlipat-lipat melebihi keinginan hawa nafsunya yang terlewatkan.”
📖  lihat Raudhatul Muhibbin (1/484)

قال الإمام ابن القيم رحمه الله : أن مخالفة الهوى تورث العبد قوة في بدنه وقلبه ولسانه قال بعض السلف الغالب لهواه أشد من الذي يفتح المدينة وحده وفي الحديث الصحيح المرفوع "ليس الشديد بالصرعة ولكن الشديد الذي يملك نفسه عند الغضب" وكلما تمرن على مخالفة هواه اكتسب قوة إلى قوته.
📖 كتاب روضة المحبين ونزهة المشتاقين (٤٧٧/١)

✍🏻  Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :
“Menyelisihi hawa nafsu akan mewariskan bagi seorang hamba kekuatan pada badan, hati, dan lisannya. Dan sebagian ulama salaf ada yang mengatakan bahwa orang yang mampu mengalahkan hawa nafsunya lebih kuat dibandingkan orang yang menundukkan sebuah kota sendirian.”
Dalam hadits shohih marfu', Rasulullah ﷺ pernah bersabda :

ليس الشديد بالصرعة ولكن الشديد الذي يملك نفسه عند الغضب

"Orang yang kuat itu tidak ditunjukkan dengan pertarungan, tapi orang yang kuat adalah orang yang mampu menguasai dirinya saat marah." 
Semakin dia berlatih melawan hawa nafsunya, maka semakin dia memperoleh kekuatan di atas kekuatannya."
📖  Raudhotul Muhibbin (1/477)

Kamis, 04 Juli 2024

Janganlah Engkau Menjadi Al-Mujaahir Dengan Menampakkan Kemaksiatan



Janganlah Engkau Menjadi Al-Mujaahir Dengan Menampakkan Kemaksiatan


عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلَّا الْمُجَاهِرِينَ وَإِنَّ مِنْ الْمُجَاهَرَةِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ بِاللَّيْلِ عَمَلًا ثُمَّ يُصْبِحَ وَقَدْ سَتَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ فَيَقُولَ يَا فُلَانُ عَمِلْتُ الْبَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللَّهِ عَنْهُ. (رواه البخاري و مسلم)

“Dari Salim bin Abdullah dia berkata; saya mendengar Abu Hurairah berkata; saya mendengar Rasulullah bersabda: "Setiap umatku dimaafkan (dosanya) kecuali al-mujaahir (orang-orang menampak-nampakkannya) dan sesungguhnya diantara menampak-nampakkan (dosa) adalah seorang hamba yang melakukan amalan di waktu malam sementara Allah telah menutupinya kemudian di waktu pagi dia berkata: 'Wahai fulan semalam aku telah melakukan ini dan itu, ' padahal pada malam harinya (dosanya) telah ditutupi oleh Rabbnya. Ia pun bermalam dalam keadaan (dosanya) telah ditutupi oleh Rabbnya dan di pagi harinya ia menyingkap apa yang telah ditutupi oleh Allah”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).


Barangsiapa Menutupi Dosanya Sendiri Maka Allah Menutupi Dosanya

مَن سَترَ نَفسَه سَتَرهُ اللهُ 


قال بدر الدين العيني: (أنَّ ستْر الله مستلزم لستْر المؤمن على نفسه، فمن قصد إظهار المعصية والمجَاهرة، فقد أغضب الله تعالى فلم يَسْتُره، ومن قصد التَّسَتُّر بها حياءً من ربِّه ومن النَّاس، مَنَّ الله عليه بِسِتره إيَّاه).
  عمدة القاري للعيني (22/ 138)

✍🏻  Al-Allamah Al-Aini rahimahullah berkata :
"Allah menutupi dosa seseorang  sebagai konsekuensi dari perbuatan seorang mukmin yang menutupi dosanya sendiri.
Maka oleh karena itu, barang siapa sengaja memperlihatkan dan menampakkan kemaksiatan maka sungguh dia telah membuat murka Rabbnya. Sehingga Allah tidak menutupi dosanya.
Dan barang siapa yang sengaja menutupi dosanya karena malu kepada Allah dan orang lain, niscaya Allah akan memberi anugerah kepadanya berupa ditutupnya dosanya."

📖   lihat Umdatul Qari jilid 22 halaman 138


 

Selasa, 02 Juli 2024

Berpihaklah Kepada Allah Dan Rasul-Nya, Jika Engkau Sendirian Maka Sungguh Allah Bersamamu


 

Berpihaklah Kepada Allah Dan Rasul-Nya, Jika Engkau Sendirian Maka Sungguh Allah Bersamamu


قال ابن القيّم رحمه الله : لاتستصعب مخالفة الناس، والتحيّز إلى الله ورسوله، ولو كُنتَ وحدَك، فإنَّ الله معك.
📖 الفوائد ص ٣١٩

✍🏻 Berkata Imam Ibnul Qoyyim  rahimahullah :

لاتستصعب مخالفة الناس ، والتحيّز إلى الله ورسوله ، ولو كُنتَ وحدَك ، فإنَّ الله معك.

"Janganlah engkau merasa sulit menyelisihi manusia dan berpihak kepada Allah dan rasul-Nya, kalaulah engkau sendirian maka sungguh Allah bersamamu."
📖  lihat Al-Fawaid (319)