Jumat, 29 November 2024

Shifat Dan Karakter Bisa Menular, Maka Jangan Salah Milih Sahabat فالواجب على العاقل أن يجتنب أهل الريب، لئلا يكون مريبا. فكما أن صحبة الأخيار تورث الخير، كذلك صحبة الأشرار تورث الشر. 📖 روضة العقلاء ونزهة الفضلاء لابن حبان ص ١٠١ - أبو حاتم محمد بن حبان البستي ✍🏻 Ibnu Hibban رحمه الله berkata, فالواجب على العاقل: أن يجتنب أهل الريب، لئلا يكون مريبا، فكما أن صحبة الأخيار تورث الخير، كذلك صحبة الأشرار تورث الشر "Orang yang berakal sehat wajib menjauhi orang-orang yang dicurigai agar dia juga tidak dicurigai. Sebagaimana halnya bersahabat dengan orang-orang yang baik akan mewariskan kebaikan, demikian pula bersahabat dengan orang-orang yang buruk akan mewariskan keburukan." 📚 lihat Raudhatul 'Uqala wa Nuzhatul Fudhala


 

Shifat Dan Karakter Bisa Menular, Maka Jangan Salah Milih Sahabat


فالواجب على العاقل أن يجتنب أهل الريب، لئلا يكون مريبا. فكما أن صحبة الأخيار تورث الخير، كذلك صحبة الأشرار تورث الشر.
📖  روضة العقلاء ونزهة الفضلاء لابن حبان ص ١٠١ - أبو حاتم محمد بن حبان البستي

✍🏻  Ibnu Hibban رحمه الله berkata,

فالواجب على العاقل: أن يجتنب أهل الريب، لئلا يكون مريبا، فكما أن صحبة الأخيار تورث الخير، كذلك صحبة الأشرار تورث الشر

"Orang yang berakal sehat wajib menjauhi orang-orang yang dicurigai agar dia juga tidak dicurigai. Sebagaimana halnya bersahabat dengan orang-orang yang baik akan mewariskan kebaikan, demikian pula bersahabat dengan orang-orang yang buruk akan mewariskan keburukan."
📚  lihat Raudhatul 'Uqala wa Nuzhatul Fudhala


Selasa, 26 November 2024

Empat Perkara Yang Bisa Menjadi Sebab Orang Bergembira


 

Empat Perkara Yang Bisa Menjadi Sebab Orang Bergembira


قال العلامة ابن القيم رحمه الله : أَرْبَعَةٌ تُفْرِحُ : النَّظَرُ إِلَى الْخُضْرَةِ، وَإِلَى الْمَاءِ الْجَارِي وَالْمَحْبُوبِ وَالثَّمَارِ»
زاد المعاد «378/4 »

Imam Ibnul Qayyim rahimahullahu berkata :

وأربعة تفرح : النظر إلى الخضرة ، وإلى الماء الجاري والمحبوب والثمار

"4 perkara bisa mengundang kebahagiaan : memandang panorama hijau, air mengalir, (orang) yang dikasihi dan buah-buahan." (lihat Zadul Ma'ad)


Senin, 25 November 2024

Minta Pertolongan Dan Berdoa Hanya Kepada Allah Semata



Minta Pertolongan Dan Berdoa Hanya Kepada Allah Semata


قال لقمان لابنه : يا بني إذا افتقرت، فافزع إلى ربك وحده، فادعه، وتضرع إليه، فإنه لا يكرمك غيره .
📖  القناعة والتعفف لابن أبي الدنيا

✍🏼  Lukman Al-Hakim rahimahullah pernah berwasiat kepada anaknya,
"Wahai putraku, apabila engkau merasakan kefakiran, maka segeralah minta tolong kepada Rabbmu semata, berdoalah kepada-Nya, dan rendahkanlah dirimu untuk-Nya!
Sungguh tidak ada yang dapat memuliakanmu selain-Nya."
📚 lihat Al-Qana'ah wat Ta'affuf karya Ibnu Abid Dunya.


Minggu, 24 November 2024

Jangan Seperti Lentera Yang Menerangi Manusia Tapi Membakar Dirinya Sendiri


 Jangan Seperti Lentera Yang Menerangi Manusia Tapi Membakar Dirinya Sendiri


     
       Allah Ta'ala berkalam :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِمَ تَقُوْلُوْنَ مَا لَا تَفْعَلُوْنَ ۝٢ كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللّٰهِ اَنْ تَقُوْلُوْا مَا لَا تَفْعَلُوْنَ ۝٣

"Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?
(Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan."(QS. Ash-Shaff : 2-3)

عَنْ جُنْدُبِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَثَلُ الْعَالِمِ الَّذِي يُعَلِّمُ النَّاسَ الْخَيْرَ ويَنْسَى نَفْسَهُ كَمَثَلِ السِّرَاجِ يُضِيءُ لِلنَّاسِ ويَحْرِقُ نَفْسَهُ

       Dari Jundub bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah  bersabda, “Permisalan seorang alim yang mengajarkan kebaikan kepada manusia sedang dia melupakan dirinya sendiri, ibarat lentera yang menerangi manusia tapi membakar dirinya sendiri.” (HR. Ath-Thabrani nomor 1681, dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Jami’ Shaghir)


Jangan Seperti Lilin Yang Bisa Menerangi Tapi Dirimu Sendiri Terbakar Dan Binasa


 

Jangan Seperti Lilin Yang Bisa Menerangi Tapi Dirimu Sendiri Terbakar Dan Binasa

▫️ قال الفضيل بن عياض رحمه الله : « إيَّاكَ أن تدُلَّ الناس على الله ثم تفقد أنت الطريق، واستعذ بالله دائمًا أن تكونَ جِسرًا يُعبر عليه إلى الجنة، ثم يُرمى به في النار »
📖  سير أعلام النبلاء ‏( ٦ / ٢٩١ )


      Al-Fudhail bin 'Iyadh rahimahullah mengatakan,

"إياك أن تدل الناس على الله ثم تفقد أنت الطريق واستعذ بالله دائما أن تكون جسرا يعبر عليه إلى الجنة ثم يرمى في النار."

"Hati-hatilah, janganlah engkau menunjukkan manusia kepada (jalan) menuju Allah Ta'ala lantas engkau sendiri kehilangan jalan tersebut. Mohonlah selalu perlindungan kepada Allah Ta'ala, jangan sampai engkau seperti jembatan yang dilalui manusia menuju Al-Jannah (Surga) lalu jembatan itu dilemparkan ke dalam Neraka."
📖  lihat Siyar A'lamin Nubala 6/291

Sabtu, 23 November 2024

Perbaikilah Hubunganmu Dengan Teman Yang Satu Ini



Perbaikilah Hubunganmu Dengan Teman Yang Satu Ini

قال الإمام ابن رجب الحنبلي - رحمه اللّٰه -: صاحب مَن تُصاحب، فواللّٰه الذي على العرش اسْتوى لن يُصاحبك في قبرك إلّا صاحبٌ واحد، ألا وهو عملك الصّالح، فأحسن صُحبته، يحسن صُحبتك في قبرك.
لطائف المعارف - (ص٩٩)

✍🏼  Al-Imam Ibnu Rajab rahimahullah (seorang ulama besar yang wafat tahun 795 Hijriah) berkata,

صاحب مَن تُصاحب، فواللّٰه الذي على العرش اسْتوى لن يُصاحبك في قبرك إلّا صاحبٌ واحد، ألا وهو عملك الصّالح، فأحسن صُحبته، يحسن صُحبتك في قبرك.

“Bertemanlah kepada siapa saja yang kamu inginkan. Demi Dzat yang Maha Tinggi istawa di atas Arsy-Nya, tidak ada yang menemanimu di alam kubur nanti kecuali hanya seorang teman saja, yaitu amal shalihmu. Maka bertemanlah dengan baik kepadanya; niscaya ia akan menemanimu dengan baik di alam kubur nanti.”
📖  lihat Lathaiful Ma'arif.
 

Selasa, 19 November 2024

Meninggalkan Syahwat Termasuk Perkara Yang Paling Berat


 


Meninggalkan Syahwat Termasuk Perkara Yang Paling Berat


قال الفضيل بن عياض: ليس في الأرض شيء أشد من ترك شهوة! حلية الأولياء (8/ 98)

     Fudhail bin Iyadh rahimahullah berkata : "Tidak ada diatas muka bumi ini sesuatu yang lebih berat dibandingkan meninggalkan syahwat." (lihat Hilyatul Auliya 8/98)

     Rasulullah pun mengkhawatirkan fitnah syahwat dan fitnah syubhat terhadap umatnya. Beliau bersabda :

إِنَّ مِمَّا أَخْشَى عَلَيْكُمْ شَهَوَاتِ الْغَيِّ فِي بُطُونِكُمْ وَ فُرُوجِكُمْ وَمُضِلَّاتِ الْفِتَنِ

"Sesungguhnya di antara yang aku takutkan atas kalian, ialah syahwat mengikuti nafsu pada perut dan pada kemaluan kalian serta fitnah-fitnah yang menyesatkan."
(HR Ahmad dari Abu Barzah al-Aslami. Hadits shahih).

Kabar Gembira Bagi Para Pengikut Nabi ﷺ Dan Pembela Sunnah


 

Kabar Gembira  Bagi Para Pengikut Nabi Dan Pembela Sunnah



قال شيخ الإسلام ابن تيمية - رحمه الله - : فكل من اتبع الرسول ﷺ ، فالله كافيه ، وهاديه ، وناصره ، ورازقه ، وله نصيب من ، " لا تحزن إن الله معنا " » . «‏القاعدة الجليلة» ص (221)

✍️  Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah رحمه الله berkata, Setiap orang yang mengikuti Rasulullah , maka Allah akan mencukupinya, memberinya petunjuk, menolongnya, memberikannya rezeki, dan dia mendapatkan bagian dari (kabar gembira)  لا تحزن إن الله معنا (janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita)."
📚  lihat Al-Qoidah Al-Jaliyyah h. (221)


Minggu, 17 November 2024

Di Antara Para Salaf Tidak Menyukai Memiliki Banyak Teman


Di Antara Para Salaf Tidak Menyukai Memiliki Banyak Teman



(40) .... قال سماك بن سلمة يا قلب إياك وكثرة الأخلاء (41) حدثنا محمد بن علي بن الحسن حدثنا إبراهيم بن الأشعث حدثني شيخ من النخع عن أشياخ له من أصحاب عبد الله بن مسعود كفى به دليلا على امتحان دين الرجل كثرة صديقه (42) حدثني سلمة حدثنا سهل بن عاصم حدثنا قبيصة قال سمعت سفيان يقول كثرة الاخوان من سخافة الدين (43) حدثني سلمه حدثني سهل قال سمعت سالم بن ميمون سمعت عثمان بن زائدة يقول كان يقال إذا رأيت الرجل كثير الأخلاء فاعلم أنه مخلط.
📖  التواضع والخمول - ابن أبي الدنيا - الصفحة ٦٨-٧٠

✍🏼  (40) .... Sammak bin Salamah rahimahullah berkata : “Wahai hati, jauhi olehmu banyak teman.”

✍🏼  (41) Muhammad bin Ali bin Al-Hasan menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Al-Ash'ath menceritakan kepada kami, Seorang syaikh dari Nakha menceritakan kepadaku dari syaikh-nya. Di antara para shahabat Abdullah bin Mas'ud : "Cukuplah menjadi dalil (bukti) untuk menguji agama seseorang adalah banyaknya teman-temannya.”

✍🏼  (42) Salamah bercerita kepadaku, Sahl bin Asim menceritakan kepada kami, Qabishah menceritakan kepada kami, katanya, aku mendengar Sufyan mengatakan, “Banyak teman itu merupakan kerendahan dalam agama.”

✍🏼 (43) Salamah meriwayatkan kepadaku, Sahl meriwayatkan kepadaku, dia berkata: Aku mendengar Salim bin Maimun, aku mendengar Utsman bin Za’id berkata : “Dahulu dikatakan : Jika engkau melihat seorang banyak temannya, maka ketahuilah sesungguhnya dia ini seorang yang tercampur(agamanya)."

(lihat At-Tawadhu’ Wal Khumul 68-70)

 

Kamis, 14 November 2024

Sebuah Renungan Agar Memperbanyak Istighfar Dan Memperbaiki Diri


 


Sebuah Renungan Agar Memperbanyak Istighfar Dan Memperbaiki Diri


قال ابن الجوزي رحمه الله : أسفًا لعبدٍ كلما كثرت أوزاره قلَّ استغفاره وكلَّما قرب من القبور قوي عنده الفتور .
📖 التبصرة(٥٥/١).

✍🏼  Ibnul Jauzi rahimahullahu berkata :

أسفًا لعبدٍ كلما كثرت أوزاره قلَّ استغفاره وكلَّما قرب من القبور قوي عنده الفتور.

"Sungguh sangat disayangkan keadaan seorang hamba, tatkala semakin banyak dosanya namun semakin sedikit istighfarnya dan saat semakin hari semakin dekat dengan qubur (kematiannya) semakin kuat rasa futurnya (lemah iman dan amal kebaikan)."
📖  lihat At-Tabshiroh 1/55


Jangan Kagum Terhadap Amal Diri Sendiri Ataupun Menceritakan Amalan Kebaikan


 


Jangan Kagum Terhadap Amal Diri Sendiri Ataupun Menceritakan Amalan Kebaikan


قال الإمام ابن القيم رحمه الله  : .... فإن الله إذا أراد بعبد خيراً سلب رؤية أعماله الحسنة من قلبه والإخبار بها من لسانه، وشغله برؤية ذنبه، فلا يزال نصب عينيه حتى يدخل الجنة، فإن ما تقبل من الأعمال رفع من القلب رؤيته ومن اللسان ذكره.
📖  كتاب طريق الهجرتين وباب السعادتين - ط الدار السلفية - (ابن القيم) - ص 172

✍🏼  Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :
"Apabila Allah menginginkan kebaikan untuk seorang hamba,
☑ maka Allah cabut dari hatinya pandangan (kagum) terhadap amal-amal baiknya,
☑ dan Allah cabut dari lisannya untuk meceritakan amal-amalnya (kepada manusia).
☑ kemudian Allah sibukkan dirinya untuk melihat dosa-dosanya.
Dan senantiasa hal itu terpampang di kedua matanya sampai dia masuk ke dalam surga.
Dan sungguh, amalan-amalan yang diterima itu adalah, yang diangkat dari hati untuk "memandanginya", dan diangkat dari lisan untuk "menceritakannya"."
📖  Thariq al-Hijratain wa Babus Sa'adatain : 172, cet. ad-Darus Salafiyyah Kairo.

Rabu, 13 November 2024

Kalam Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah Tentang Riya' Dan 'Ujub


 

Kalam Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah Tentang Riya' Dan 'Ujub

قال شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله : "وَكَثِيرًا مَا يَقْرِنُ النَّاسُ بَيْنَ الرِّيَاءِ وَالْعُجْبِ فَالرِّيَاءُ مِنْ بَابِ الْإِشْرَاكِ بِالْخَلْقِ وَالْعُجْبُ مِنْ بَابِ الْإِشْرَاكِ بِالنَّفْسِ وَهَذَا حَالُ الْمُسْتَكْبِرِ فَالْمُرَائِي لَا يُحَقِّقُ قَوْلَهُ: {إيَّاكَ نَعْبُدُ} وَالْمُعْجَبُ لَا يُحَقِّقُ قَوْلَهُ: {وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ} فَمَنْ حَقَّقَ قَوْلَهُ: {إيَّاكَ نَعْبُدُ} خَرَجَ عَنْ الرِّيَاءِ وَمَنْ حَقَّقَ قَوْلَهُ {وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ} خَرَجَ عَنْ الْإِعْجَابِ وَفِي الْحَدِيثِ الْمَعْرُوفِ: {ثَلَاثٌ مُهْلِكَاتٌ: شُحٌّ مُطَاعٌ وَهَوًى مُتَّبَعٌ وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ} ."
📖  من كتاب : مجموع الفتاوى (١٠\٢٧٧)

“Dan sering orang-orang menggandengkan antara Riya’ dan 'Ujub. Riya' termasuk bentuk kesyirikan dengan orang lain (yaitu mempertujukan ibadah kepada orang lain-pen) adapun 'ujub termasuk bentuk syirik kepada diri sendiri (yaitu merasa dirinyalah atau kehebatannyalah yang membuat ia bisa berkarya-pen). Ini merupkan kondisi orang yang sombong. Orang yang Riya’ tidak merealisasikan firman Allah إيَّاكَ نَعْبُدُ “Hanya kepadaMulah kami beribadah”, dan orang yang 'ujub tidaklah merealisasikan firman Allah وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ “Dan hanya kepadaMulah kami memohon pertolongan”. Barangsiapa yang merealisasikan firman Allah إيَّاكَ نَعْبُدُ maka ia akan keluar lepas dari Riya’, dan barangsiapa yang merealisasikan firman Allah  وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ maka ia akan keluar terlepas dari 'ujub. Dan dalam hadits yang ma'ruf : “Tiga perkara yang membinasakan, rasa pelit yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti dan 'ujubnya seseorang terhadap dirinya sendiri. 
📖  lihat Majmuu’ Al-Fataawaa 10/277.


Minggu, 10 November 2024

Cintailah Orang Sholih Dan Taqwa, Engkau Akan Bersama Orang Yang Engkau Cintai


 

Cintailah Orang Sholih Dan Taqwa, Engkau Akan Bersama Orang Yang Engkau Cintai

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ السَّاعَةِ، فَقَالَ: مَتَى السَّاعَةُ؟ قَالَ: «وَمَاذَا أَعْدَدْتَ لَهَا». قَالَ: لاَ شَيْءَ، إِلَّا أَنِّي أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: «أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ». قَالَ أَنَسٌ: فَمَا فَرِحْنَا بِشَيْءٍ، فَرِحْنَا بِقَوْلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ» قَالَ أَنَسٌ: فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبَا بَكْرٍ، وَعُمَرَ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ بِحُبِّي إِيَّاهُمْ، وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ.  (صحيح - متفق عليه - صحيح البخاري - 3688)

Anas radhiyallāhu 'anhu- meriwayatkan :
Seorang Arab badui bertanya kepada Nabi ﷺ tentang hari Kiamat. Dia berkata, "Kapan hari Kiamat akan terjadi?" Beliau ﷺ bersabda, "Apa yang telah engkau siapkan untuk hari Kiamat?" Orang itu menjawab, "Tidak ada. Hanya saja aku mencintai Allah dan Rasul-Nya ﷺ." Beliau bersabda, "Engkau akan bersama orang yang engkau cintai." Anas berkata, "Belum pernah kami bahagia dengan sesuatu seperti bahagianya kami dengan sabda Nabi ﷺ, 'Engkau bersama orang yang engkau cintai.'" Anas melanjutkan, "Sungguh aku mencintai Nabi ﷺ, Abu Bakar dan Umar. Aku berharap akan bersama mereka dengan sebab kecintaanku pada mereka sekalipun aku belum beramal semisal amal mereka."  
(Shahih - Muttafaq 'alaihi -  Shahih Al-Bukhari - 3688)

Rabu, 06 November 2024

Apa Yang Seharusnya Dilakukan Seorang Ahli Maksiat ?


 

Apa Yang Seharusnya Dilakukan Seorang Ahli Maksiat ?

قال الإمام ابن الجوزي رحمه الله تعالى :  "فليلجأ العاصي إلى حرم الإنابة، وليطرق بالأسحار باب الإجابة! فما صدق صادق فرد، ولا أتى الباب مخلص فصد!"
📚التبصرة (١ / ٣٣٨).

✍🏻 Al-Imam Ibnul Jauzi rahimahullahu Ta'la berkata,

"Hendaklah seorang yang bermaksiat meminta perlindungan kepada kesucian taubat, lalu mengetuk pintu pengabulan doa di waktu sahur.

Sebab, tidaklah seorang yang jujur ketika berkata jujur akan ditolak dan tidaklah seorang yang ikhlas mendatangi pintu rumah untuk (mengetuknya, -pent) akan dihalangi."

📚 lihat At-Tabshirah (1 / 338).


Selasa, 05 November 2024

3 Jenis Al-Ghibah Yang Disebutkan Di Al-Qur'an


 

3 Jenis Al-Ghibah Yang Disebutkan Di Al-Qur'an


قال الإمام الحسن البصري رحمه الله : الغيبة ثلاثة أوجه كلها في كتاب الله تعالى: ➊ الغيبـة. ➋ والإفــك. ➌ والبهتان. ➊ فأما الغيبة: فهي أن تقول في أخيك ماهو فيه ➋ وأما الإفك: أن تقول فيه ما بلغك عنه. ➌ وأما البهتان: أن تقول فيه ماليس فيه. (تفسير القرطبي ٣٣٥/١٦).

✍🏻 Berkata Al-Hasan Al-Bashry rahimahullah : "Ghibah itu ada tiga macam, seluruhnya disebutkan di dalam Al-Qur'an; yaitu Al-Ghibah, Al-Ifk, dan Al-Buhtan.`
1️⃣ Ghibah : engkau menceritakan tentang saudaramu pada aib yang memang ada padanya.
2️⃣ Al-Ifk : yaitu engkau menceritakan tentang saudaramu berdasarkan penukilan yang sampai kepadamu tentangnya.
3️⃣ Al-Buhtan: yaitu engkau menjelekkan saudaramu pada aib yang tidak ada padanya (engkau mengada-ngada tentangnya)."
📚  lihat Tafsir Al-Qurthuby (16/335)