Sabtu, 26 Oktober 2024

Doa Ketika Turun Hujan Dan Setelah Hujan Berhenti




Doa Ketika Turun Hujan Dan Setelah Hujan Berhenti

Doa Ketika Turun Hujan

عن السيدة عائشة- رضي الله عنها- أن الرسول صل ٱللهُ عليه وسلم كان إذا نزل المطر يقول: «اللّهم صيبا نافعًا» رواه البخاري، وفي لفظٍ آخر لأبي داود في  «السنن»: «اللهُم صيبا هنيئا».

✍🏼  Dari Ummul Mukminin, ’Aisyah radhiyallahu ’anha, ”Nabi ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan,

« اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً »

”Allahumma shoyyiban nafi’an” (Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat)”. (HR. Al-Bukhori) dan dalam lafadz lain Abu Dawud dalam “As-Sunan”:

« اللَّهُمَّ صَيِّبًا هَنِيئًا »

“Allahumma shoyyiban hani-an" (Ya Allah, berilah kami hujan yang nyaman (menyenangkan).”


Doa Setelah Hujan Berhenti Turun
" مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ "


عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الجُهَنِيِّ رضي الله عنه أَنَّهُ قَالَ : صَلَّى لَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةَ الصُّبْحِ بِالْحُدَيْبِيَةِ عَلَى إِثْرِ سَمَاءٍ كَانَتْ مِنَ اللَّيْلَةِ، فَلَمَّا انْصَرَفَ أَقْبَلَ عَلَى النَّاسِ، فَقَالَ: «هَلْ تَدْرُونَ مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ؟» قَالُوا: اللهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ، قَالَ: «أَصْبَحَ مِنْ عِبَادِي مُؤْمِنٌ بِي وَكَافِرٌ، فَأَمَّا مَنْ قَالَ: مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ، فَذَلِكَ مُؤْمِنٌ بِي وَكَافِرٌ بِالْكَوْكَبِ، وَأَمَّا مَنْ قَالَ: بِنَوْءِ كَذَا وَكَذَا، فَذَلِكَ كَافِرٌ بِي وَمُؤْمِنٌ بِالْكَوْكَبِ».  
(صحيح) - (متفق عليه) - (صحيح البخاري: 846)

✍🏼  Dari Zaid bin Khālid Al-Juhaniy -radhiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, ia berkata, Rasulullah ﷺ mengimami kami dalam shalat Shubuh di Hudaibiah setelah turun hujan di malam harinya. Setelah salam beliau menghadap kepada jemaah seraya bertanya, "Tahukah kalian apa yang difirmankan oleh Rabb kalian?" Mereka menjawab, "Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui." Beliau bersabda, "Dia berfirman, 'Sebagian hamba-Ku memasuki waktu pagi dalam keadaan beriman kepada-Ku dan ada yang kafir. Adapun yang mengatakan, 'Kami diberikan hujan dengan karunia dan rahmat Allah', maka orang tersebut beriman kepada-Ku dan kafir kepada bintang. Adapun yang mengatakan, 'Kami diberikan hujan oleh bintang ini dan itu' maka orang tersebut kafir kepada-Ku dan beriman kepada bintang'."  
(Hadits Shahih)- (Muttafaq 'alaihi)- (Shahih Bukhari - 846)
 

Rabu, 23 Oktober 2024

Hiduplah Sederhana Dan Janganlah Hidup Mewah


 

Hiduplah Sederhana Dan Janganlah Hidup Mewah


٨٣ - حَدَّثَنِي أَزْهَرُ، قَالَ: ثنا جَعْفَرُ بْنُ سُلَيْمَانَ، قَالَ: حَدَّثَنِي حَوْشَبٌ، قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ فَسَأَلَ وَأَنَا شَاهِدٌ، ⦗٥٦⦘ فَقَالَ: يَا أَبَا سَعِيدٍ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ مَالًا فَهُوَ يَتَصَدَّقُ مِنْهُ، وَيَصِلُ مِنْهُ، وَيُحْسِنُ فِيهِ، أَلَهُ أَنْ يَتَعَيَّشَ؟ قَالَ: يَعْنِي التَّنَعُّمَ، فَقَالَ الْحَسَنُ: لَا، لَوْ كَانَتِ الدُّنْيَا كُلُّهَا لَهُ مَا كَانَ لَهُ مِنْهَا إِلَّا الْكَفَافُ، وَيُقَدِّمُ ذَلِكَ لِيَوْمِ فَقْرِهِ وَفَاقَتِهِ "
📃‏  كتاب الزهد لابن أبي الدنيا

✍🏼 Dari Hausyab, ia berkata: "Ada seorang laki-laki datang, lalu bertanya dan dalam sementara aku menyaksikannya. Ia berkata, "Wahai Abu  Sa'id (kunyah Al-Hasan Al-Bashri), "Ada seseorang yang Allah berikan harta lalu ia bershadaqah, menjalin silaturahmi dengannya, dan berbuat kebajikan dengan harta tersebut, apakah ia boleh hidup dengan mewah & menikmatinya?"
Al-Hasan menjawab, "Tidak boleh. Andaikan seluruh dunia ini miliknya maka yang wajib untuknya untuk hidup sederhana, ia kerahkan dunianya untuk hari kefakiran dan kemiskinannya."
📖  lihat Az-Zuhd Libni Abid Dunya (hadits no 83)


Senin, 21 Oktober 2024

Hari Ini Diriku Sujud Syukur


 


Hari Ini Diriku Sujud Syukur


عَنْ أَبِى بَكْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ كَانَ إِذَا جَاءَهُ أَمْرُ سُرُورٍ أَوْ بُشِّرَ بِهِ خَرَّ سَاجِدًا شَاكِرًا لِلَّهِ.

✍🏼  Dari Abu Bakroh radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi , yaitu ketika beliau mendapatkan hal yang menggembirakan atau dikabarkan berita gembira, beliau tersungkur untuk sujud pada Allah Ta’ala. (HR. Abu Daud, no. 2774 dan Tirmidzi, no. 1578. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Syaikh Al-Albani mengatakan hadits ini shahih).

✍🏼  Sujud syukur adalah sujud yang dilakukan oleh seseorang ketika mendapatkan nikmat atau ketika selamat dari bencana. Sujud syukur dipraktikkan ketika mendapatkan nikmat khusus atau nikmat umum pada kaum muslimin. Sujud syukur bukan dilakukan untuk nikmat yang terus menerus (dawam), tetapi berlaku untuk nikmat yang jarang-jarang didapat. Begitu pula sujud syukur disyariatkan ketika terselamatkan dari suatu musibah khusus ataupun musibah umum pada kaum muslimin.

✍🏼  Hukum Sujud Syukur itu disunnahkan ketika ada sebabnya. Inilah pendapat ulama Syafi’iyah dan Hambali.

والله تعالى أعلم بالصواب، والحمد لله رب العالمين


Minggu, 20 Oktober 2024

Orang-orang Yang Taqwa Dan Muflih ( Yang Sukses )


 

Orang-orang Yang Taqwa Dan Muflih ( Yang Sukses )


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

الۤمّۤۚ ۝١ ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَۛ فِيْهِۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَۙ ۝٢ الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَۙ ۝٣ وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَآ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَۚ وَبِالْاٰخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَۗ ۝٤ اُولٰۤىِٕكَ عَلٰى هُدًى مِّنْ رَّبِّهِمْۙ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ ۝٥

1. Alif Lam Mim.
2. Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,
3. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka,
4. dan mereka yang beriman kepada (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin akan adanya akhirat.
5. Merekalah yang mendapat petunjuk dari Rabb-nya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
(terjemah makna QS. Al-Baqarah : 1-5)


Kamis, 17 Oktober 2024

Mendoakan Dan Memintakan Ampunan Untuk Orang Mukmin


 

Mendoakan Dan Memintakan Ampunan Untuk Orang Mukmin



فَاعْلَمْ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْۢبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِۚ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوٰىكُمْ ۝١٩

Ketahuilah (Nabi Muhammad) bahwa tidak ada Ilah (yang berhaq disembah) selain Allah serta mohonlah ampunan atas dosamu dan (dosa) orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Allah mengetahui tempat kegiatan dan tempat istirahatmu." (QS. Muhammad : 19)

وَالَّذِيْنَ جَاۤءُوْ مِنْۢ بَعْدِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَآ اِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ ۝١٠

Orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar) berdoa, “Ya Rabb kami, ampunilah kami serta saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu daripada kami dan janganlah Engkau jadikan dalam hati kami kedengkian terhadap orang-orang yang beriman. Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.”  (QS. Al-Hasyr : 10)

رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ ۝٤١

"Ya Rabb kami, ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan orang-orang mukmin pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat).” (QS. Ibrahim : 41)

Selasa, 15 Oktober 2024

Hubungan Antara Sifat Kemunafikan Dengan Pecinta Nyanyian Dan Musik


 

Hubungan Antara Sifat Kemunafikan Dengan Pecinta Nyanyian Dan Musik


قال ابن القيم رحمه الله : من علامات النفاق : قلة ذكر الله ، والكسل عند القيام إلى الصلاة ، ونقر الصلاة ، وقل أن تجد مفتونا بالغناء إلا وهذا وصفه. إغاثة اللهفان ٤٤١/١

✍️  Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan,

من علامات النفاق: قِلَّة ذِكر الله، والكسلُ عند القيام إلىٰ الصلاة، ونقرُ الصلاة، وقَلَّ أن تجد مفتونًا بالغناء إلا وهذا وصفه."

"Diantara tanda kemunafikan adalah sedikit berdzikir kepada Allah, malas ketika hendak melaksanakan shalat dan mematuk-matuk dalam shalatnya (shalatnya cepat). Tidaklah engkau menjumpai orang terfitnah dengan nyanyian (musik) melainkan sifatnya seperti ini."
📚  lihat Ighatsatul Lahafan 1/441


Sabtu, 12 Oktober 2024

Perkara Yang Paling Banyak Memasukkan Ke Dalam Surga Dan Neraka



Perkara Yang Paling Banyak Memasukkan Ke Dalam Surga Dan Neraka

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ فَقَالَ: تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ وَسُئِلَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ فَقَالَ الْفَمُ وَالْفَرْجُ. (رواه الترمذي)

Dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah pernah ditanya tentang sesuatu yang paling banyak memasukkan seseorang ke dalam surga, maka beliau pun menjawab:
“Takwa kepada Allah dan akhlaq yang mulia.” Dan beliau juga ditanya tentang sesuatu yang paling banyak memasukkan orang ke dalam neraka, maka beliau menjawab: “Mulut dan kemaluan.”
(HR. Tirmidzi. Hadits hasan shahih)

 

Kamis, 10 Oktober 2024

Sepotong Daging Yang Dicintai Allah Dan Sepotong Daging Yang Dibenci Allah


 

Sepotong Daging Yang Dicintai Allah Dan
Sepotong Daging Yang Dibenci Allah


قَالَ الفضيل بن عياضٍ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى : مَا مِنْ مُضغَةٍ أَحبُّ إلى اللهِ مِنْ لِسَانٍ صَدُوقٍ ، وَمَا مِنْ مُضَغَةٍ أبغض إِلَى اللَّهِ مِنْ لِسَانٍ كَذُوبٍ.
📖  انظر :  روضة العقلاء (ص - ٥٢)

✍🏼  Al-Fudhail bin Iyadh rahimahullah mengatakan:

ما مِن مُضغَةٍ أَحَبُّ إِلى الله من لسان صدوق، وما من مضغة أبغَضُ إلى الله من لسان كذوب

"Tidak ada sepotong daging yang lebih dicintai oleh Allah daripada lidah yang selalu jujur.
Dan tidak ada sepotong daging yang lebih dibenci oleh Allah daripada lidah yang selalu berdusta."
📖  lihat Raudhatul Uqala Ibnu Hibban (52)


مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ اِلَّا لَدَيْهِ رَقِيْبٌ عَتِيْدٌ ۝١٨

"Tidak ada sepatah kata pun yang terucap, melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat)." (QS. Qof : 18)


Selasa, 08 Oktober 2024

Lima Tabiat Orang Jahil


 


Lima Tabiat Orang Jahil


     Ibnu Abdil Barr rahumahullah dalam kitab Bahjatul Majalis menyebutkan :

خمسة من طبيعة الجهال : الغضب في غير شيء والعطاء في غير حق وإتعاب البدن في الباطل وقلة معرفة الرجل لصديقه من عدوه وتضييعه لسره

“Ada 5 tabiat (karakter) orang jahil : (1) Marah tanpa sebab; (2) Memberi kepada yang tidak berhak; (3) Melelahkan badan dengan kebatilan; (4) Minimnya pengetahuan antara siapa kawan dan lawan; (5) Menyia-nyiakan rahasia.” 

Senin, 07 Oktober 2024

Orang Berakal Ketika Melihat Keagungan Ciptaan Allah


 


Orang Berakal Ketika Melihat Keagungan Ciptaan Allah


اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الْاَلْبَابِۙ ۝١٩٠ الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ۝١٩١

190. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal,
191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Rabb kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka. (QS. Ali Imran : 190-191)

Minggu, 06 Oktober 2024

Cahaya Ilmu Itu Lebih Indah Daripada Matahari Dan Rembulan


 

Cahaya Ilmu Itu Lebih Indah Daripada Matahari Dan Rembulan


 قـَالَ الإِمَامُ ابنُ القَيِّم -رَحِمَهُ الله- : « ولو صُوِّر العلمُ صورةً ، لكانت أجملَ من صورة الشمس والقمر » .
"روضة المحبين" صـ (201)

Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata :
"Seandainya ilmu itu memiliki rupa niscaya rupanya jauh lebih indah dari pada Matahari, dan Bulan." (lihat Raudhatul Muhibbin 201)

Pada Hari Qiyamat Ada Wajah Yang Putih Berseri Dan Ada Wajah Yang Hitam Muram


 


Pada Hari Qiyamat Ada Wajah Yang Putih Berseri Dan Ada Wajah Yang Hitam Muram

Pada Hari Qiyamat Wajah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Berbeda Dengan Wajah Ahlul Bid'ah Wal Furqoh

وَقَوْلُهُ تَعَالَى: ﴿يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ﴾ يَعْنِي: يَوْمَ الْقِيَامَةِ، حِينَ تَبْيَضُّ وُجُوهُ أَهْلِ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ، وَتَسْوَدُّ وُجُوهُ أَهْلِ البِدْعَة وَالْفُرْقَةِ، قَالَهُ ابْنُ عَبَّاسٍ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا(١٠) .

     Allah Ta’ala berkalam :

يَّوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوْهٌ وَّتَسْوَدُّ وُجُوْهٌ ۚ

"pada hari itu ada wajah yang putih berseri, dan ada pula wajah yang hitam muram. ..." (QS. Ali ‘Imran : 106).

     Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma menafsirkan ayat ini dengan mengatakan,

يَعْنِي: يَوْمَ الْقِيَامَةَ، حِيْنَ تَبْيَضُّ وُجُوْهُ أَهْلِ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ، وَتَسْوَدُّ وُجُوْهُ أَهْلِ الْبِدْعَةِ وَالُفُرُقَةِ

“Yaitu hari kiamat… ketika wajah Ahlus Sunnah wal Jama’ah putih berseri, sedangkan wajah Ahlul Bid’ah wal Furqah hitam legam.” (lihat Tafsir Ibnu Katsir)

Kamis, 03 Oktober 2024

Shodaqoh ( Menginfaqkan Harta ) Di Jalan Allah Ibarat Menabung Untuk Diri Sendiri


 


Shodaqoh ( Menginfaqkan Harta ) Di Jalan Allah Ibarat Menabung Untuk Diri Sendiri


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا بَيْعٌ فِيهِ

“Hai orang-orang yang beriman, infaq-kan (di jalan Allah) sebagian dari rezki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli” (QS. Al Baqarah : 254)

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ ۝٢٦١

Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui. (surah Al-Baqarah ayat 261)

     Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa ada seseorang yang menemui Nabi , lalu ia berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الصَّدَقَةِ أَعْظَمُ أَجْرًا قَالَ « أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ ، تَخْشَى الْفَقْرَ وَتَأْمُلُ الْغِنَى ، وَلاَ تُمْهِلُ حَتَّى إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ قُلْتَ لِفُلاَنٍ كَذَا ، وَلِفُلاَنٍ كَذَا ، وَقَدْ كَانَ لِفُلاَنٍ »

“Wahai Rasulullah, sedekah yang mana yang lebih besar pahalanya?” Beliau menjawab, “Engkau bersedekah pada saat kamu masih sehat, saat kamu takut menjadi fakir, dan saat kamu berangan-angan menjadi kaya. Dan janganlah engkau menunda-nunda sedekah itu, hingga apabila nyawamu telah sampai di tenggorokan, kamu baru berkata, “Untuk si fulan sekian dan untuk fulan sekian, dan harta itu sudah menjadi hak si fulan.” (Muttafaqun ‘alaih)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَبَقَ دِرْهَمٌ مِائَةَ أَلْفِ دِرْهَمٍ قَالُوا وَكَيْفَ قَالَ كَانَ لِرَجُلٍ دِرْهَمَانِ تَصَدَّقَ بِأَحَدِهِمَا وَانْطَلَقَ رَجُلٌ إِلَى عُرْضِ مَالِهِ فَأَخَذَ مِنْهُ مِائَةَ أَلْفِ دِرْهَمٍ فَتَصَدَّقَ بِهَا

     Dari Abu Hurairah, Nabi bersabda, “Satu dirham dapat mengungguli seratus ribu dirham“. Lalu ada yang bertanya, “Bagaimana itu bisa terjadi wahai Rasulullah?” Beliau jelaskan, “Ada seorang yang memiliki dua dirham lalu mengambil satu dirham untuk dishadaqahkan. Ada pula seseorang memiliki harta yang banyak sekali, lalu ia mengambil dari kantongnya seratus ribu dirham untuk dishadaqahkan.” (HR. An Nasai no. 2527 dan Imam Ahmad 2: 379. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Selasa, 01 Oktober 2024

Biasakan Diri Kalian Mengatakan Dan Mengamalkan Al-Haqq ( Kebenaran )


 


Biasakan Diri Kalian Mengatakan Dan Mengamalkan Al-Haqq ( Kebenaran )


قال عبد الله بن مسعود - رضي الله عنه - :  تكلّموا بالحق تعرفوا به، واعملوا به تكونوا من أهله.
 كتاب بهجة المجالس وأنس المجالس (ص ١٢٨) - [ابن عبد البر]

✍🏻  Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata,

"تكلموا بالحق تعرفوا به واعملوا به تكونوا من أهله."

“Berbicaralah kalian dengan kebenaran, niscaya kalian akan dikenal dengannya. Dan amalkanlah kebenaran, niscaya kalian akan menjadi pengikutnya.”
📖  Bahjatul Majaalis 128