Minggu, 29 Desember 2024

Hajrul-Qur'an


 

Hajrul-Qur'an ( هجر القرآن )

Waspadalah.. Smartphone atau Gadget pun bisa memalingkan dari Al-Qur'an

Engkau lebih sering membaca Mushaf Al-Qur'an ataukah membuka hp untuk perkara yang melalaikan?

     Hajrul-Qur’an adalah meninggalkan Al-Qur’an dan berpaling darinya, seperti tidak mengimaninya, tidak membacanya, tidak mau mendengarkannya, tidak mau memahami dan mentadabburinya, serta tidak mengamalkannya. Allah Ta'ala berkalam dalam kitab-Nya  :

وَقَالَ الرَّسُوْلُ يٰرَبِّ اِنَّ قَوْمِى اتَّخَذُوْا هٰذَا الْقُرْاٰنَ مَهْجُوْرًا ۝٣٠

30. Dan Rasul (Muhammad) berkata, “Ya Rabbku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur'an ini diabaikan.” (QS. Al-Furqon : 30)

وَقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَا تَسْمَعُوْا لِهٰذَا الْقُرْاٰنِ وَالْغَوْا فِيْهِ لَعَلَّكُمْ تَغْلِبُوْنَ ۝٢٦

26. Dan orang-orang yang kafir berkata, “Janganlah kamu mendengarkan (bacaan) Al-Qur'an ini dan buatlah kegaduhan terhadapnya, agar kamu dapat mengalahkan (mereka).” (QS. Fushshilat : 26)

     Sungguh sangat memprihatinkan manakala kita mendapati fenomena hajrul Qur’an ini justeru ada pada orang-orang yang menyatakan diri sebagai kaum Muslimin.


Apabila Seorang Dokter Dirinya Sakit, Maka Kapan Bisa Mengobati Orang Lain ?


 


Apabila Seorang Dokter Dirinya Sakit, Maka Kapan Bisa Mengobati Orang Lain ?


أخبرنا ابن سالم حَدَّثَنَا الحسين بْن عَبْد الرحمن الاحتياطي حَدَّثَنَا يَحْيَى بْن اليمان العجلي عَن سُفْيَان الثوري قَالَ العالم طبيب الدين والدرهم داء الدين فإذا اجتر الطبيب الداء إلى نفسه فمتى يداوي غيره ٠
(كتاب روضة العقلاء ونزهة الفضلاء ٣٦ - ابن حبان)

✍️ Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah berkata,

العالم طبيب الدين والدرهم داء الدين، فإذا اجتر الطبيب الداء إلى نفسه فمتى يداوي غيره.

"Seorang 'alim (yang berilmu) adalah dokter dalam agama. Sementara dirham yang banyak adalah penyakit dalam agama. Maka bila dokter tersebut justru menyeret dirinya ke dalam penyakit harta maka kapan dia akan mengobati orang lain?"
📚  lihat Raudhatul Uqalaa 36.

Jumat, 27 Desember 2024

Jadilah Anak-anak Akhirat Dan Janganlah Kalian Menjadi Anak Dunia


 

Jadilah Anak-anak Akhirat Dan Janganlah Kalian Menjadi Anak Dunia


وَقَالَ عَلِيٌّ ارْتَحَلَتِ الدُّنْيَا مُدْبِرَةً وَارْتَحَلَتِ الْآخِرَةُ مُقْبِلَةً وَلِكُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا بَنُونَ فَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الْآخِرَةِ وَلَا تَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الدُّنْيَا فَإِنَّ الْيَوْمَ عَمَلٌ وَلَا حِسَابَ وَغَدًا حِسَابٌ وَلَا عَمَلَ ( كتاب صحيح البخاري )

‘Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu berkata

ارْتَحَلَتِ الدُّنْيَا مُدْبِرَةً ، وَارْتَحَلَتِ الآخِرَةُ مُقْبِلَةً ، وَلِكُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا بَنُونَ ، فَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الآخِرَةِ ، وَلاَ تَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الدُّنْيَا ، فَإِنَّ الْيَوْمَ عَمَلٌ وَلاَ حِسَابَ ، وَغَدًا حِسَابٌ وَلاَ عَمَلَ

“Dunia itu akan pergi menjauh. Sedangkan akhirat akan mendekat. Dunia dan akhirat tesebut memiliki anak. Jadilah anak-anak akhirat dan janganlah kalian menjadi anak dunia. Hari ini (di dunia) adalah hari beramal dan bukanlah hari perhitungan (hisab), sedangkan besok (di akhirat) adalah hari perhitungan (hisab) dan bukanlah hari beramal.” (HR. Bukhari secara mu’allaq)


Senin, 23 Desember 2024

Dengan Adanya Al-Bala' ( Ujian ), Seorang Hamba Bisa Merasakan Manisnya Iman


 

Dengan Adanya Al-Bala' ( Ujian ), Seorang Hamba Bisa Merasakan Manisnya Iman



️قال الإمام سفيان الثوري رحمه الله : "‏لا يذوق العبد حلاوة اﻹيمان حتى يأتيه ‌البلاء من كل مكان." ( تاريخ بغداد ٧ / ٨١ )

✍️  Al-Imam Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah berkata : "Seorang hamba tidak akan merasakan manisnya iman sampai al-bala' (ujian/cobaan) mendatanginya dari segala penjuru."

📚  lihat Tarikh Baghdad 7 : 81

Minggu, 22 Desember 2024

Angin Itu Bagian Dari Rouhillah ( Rahmat Allah ), Maka Jangan Mencela Angin


 


Angin Itu Bagian Dari Rouhillah ( Rahmat Allah ), Maka Jangan Mencela Angin



عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: « الرِّيحُ من رَوْحِ الله، تأتي بالرَّحمة، وتأتي بالعَذَاب، فإذا رَأَيْتُمُوهَا فَلاَ تَسُبُّوهَا، وسَلُوا الله خَيرها، واسْتَعِيذُوا بالله من شرِّها».  
(صحيح) - (رواه أبو داود والنسائي وأحمد)

Dari Abu Hurairah radhiyallāhu 'anhu, ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah bersabda, "Angin itu adalah bagian dari rahmat Allah. Ia bisa datang membawa rahmat dan bisa datang membawa adzab. Jika kalian melihat angin, janganlah kalian mencelanya! Mintalah kepada Allah kebaikannya dan mintalah perlindungan kepada Allah dari kejelekannya! "  
(Hadits shahih) - (Diriwayatkan oleh Abu Dawud, An-Nasā`i dan Ahmad)

Kamis, 19 Desember 2024

Yaqinlah! Di Balik Kesulitan, Ada Kemudahan


 

Yaqinlah! Di Balik Kesulitan, Ada Kemudahan

Alllah Ta'ala berkalam :

فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ ۝٥ اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ ۝٦

5. Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan,
6. sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.
(QS. Al-Insyirah : 5-6)

.... سَيَجْعَلُ اللّٰهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُّسْرًا ۝٧

7. .... Allah kelak akan memberikan kelapangan setelah kesempitan. (QS. Ath-Tholaq : 7). Ibnul Jauziy, Asy Syaukani dan ahli tafsir lainnya mengatakan, “Setelah kesempitan dan kesulitan, akan ada kemudahan dan kelapangan.”


Rabu, 18 Desember 2024

Keutamaan Al-''Alim ( Orang Berilmu ) Atas Al-'Abid ( Ahli Ibadah )




Keutamaan Al-''Alim ( Orang Berilmu ) Atas Al-'Abid ( Ahli Ibadah )


عن أبي أمامة الباهلي رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «فضل العالم على العابد كفضلي على أدناكم»، ثم قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «إن الله وملائكته وأهل السماوات والأرض حتى النملة في جحرها وحتى الحوت ليصلون على معلمي الناس الخير».  
[حسن لغيره] - [رواه الترمذي، وعنده: "والأرضين" بدل "والأرض"، وكذا: "معلم" بدل "معلمي"]

Dari Abu Umāmah al-Bāhili rodhiyallāhu 'anhu bahwa Nabi bersabda, "Keutamaan orang berilmu atas ahli ibadah, seperti keutamaanku atas orang yang paling rendah di antara kalian." Selanjutnya Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya, serta penghuni langit dan bumi, sampai semut di lubangnya dan ikan (di lautan), benar-benar bershalawat bagi para pengajar kebaikan kepada manusia." 
[Hasan li ghairihi] - [HR. At-Tirmidżi]

Hadits ini dikemukakan untuk menjelaskan keutamaan ilmu dan orang yang mengetahui ilmu-ilmu syariat disertai melaksanakan ibadah-ibadah wajib dan ibadah-ibadah sunnah yang mudah dikerjakan. "atas ahli ibadah", yakni, orang yang mencurahkan waktunya untuk ibadah. "Seperti keutamaanku atas orang yang paling rendah di antara kalian." Yakni, perbandingan kemuliaan orang alim atas kemuliaan ahli ibadah seperti perbandingan kemuliaan Rasulullah atas Shahabat yang paling rendah kemuliaan dan derajatnya. Karena sesungguhnya orang-orang yang diajak bicara dengan sabdanya, "Orang-orang yang paling rendah di antara kalian" adalah para Shahabat.

Selanjutnya Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya, serta penghuni langit dan bumi," yakni, penghuni bumi dari kalangan manusia, jin dan semua hewan, "sampai semut di lubangnya," yakni, lubang yang ditinggalinya. "Dan sampai ikan (di lautan), benar-benar bershalawat bagi para pengajar kebaikan kepada manusia." Yang dimaksud kebaikan di sini adalah ilmu agama dan hal-hal yang membawa keselamatan di dunia dan akhirat. Ash-Sholah (bershalawat) dari Allah Ta'āla adalah pujian-Nya kepada hamba-Nya di al-Mala`i al-A'lā. Sedangkan dari malaikat artinya permohonan ampunan. Tidak ada lagi derajat (manusia) di atas derajat orang yang membuat para malaikat dan seluruh makhluk sibuk memohonkan ampunan dan doa untuknya sampai hari kiamat. Dengan demikian, pahala orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia tidak akan terputus dengan kematiannya.  

Allah Tidak Melihat Rupa Dan Harta, Melainkan Melihat Hati Dan Amalan Kalian


 

Allah Tidak Melihat Rupa Dan Harta, Melainkan Melihat Hati Dan Amalan Kalian


عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:
«إِنَّ اللهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ».  
[صحيح] - [رواه مسلم] - [صحيح مسلم: 2564]

     Dari Abu Hurairah rodhiyallāhu 'anhu meriwayatkan : Rasulullah ﷺ bersabda,
"Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta benda kalian, tetapi Allah melihat hati dan amal perbuatan kalian."  
[Shahih] - [HR. Muslim] - [Sahih Muslim - 2564]

     Nabi ﷺ menjelaskan bahwa Allah Ta'ala tidak memandang rupa hamba dan fisik mereka. Allah juga tidak melihat harta kekayaan mereka; apakah banyak atau sedikit. Allah ﷻ tidak akan menghukum hamba-Nya serta tidak menghisab mereka atas dasar perkara-perkara tersebut serta perbedaan mereka di dalamnya. Allah melihat isi hati mereka berupa ketaqwaan dan keyakinan, kejujuran dan keikhlasan, atau niat riya' dan sum'ah. Allah juga melihat amal perbuatan mereka dari sisi keshahihan (kebenaran) dan kerusakannya, lalu memberikan balasan dan ganjaran atas dasar itu. 


Minggu, 15 Desember 2024

Balasan Orang Yang Tidak Mengajarkan Dan Menyebarkan 'Ilmunya


 


Balasan Orang Yang Tidak Mengajarkan Dan Menyebarkan 'Ilmunya


قال الإمام ابن القيم رحمه الله : ".... عدم نشره وتلعيمه فَإِن من خزن علمه وَلم ينشره وَلم يُعلمهُ ابتلاه الله بنسيانه وذهابه مِنْهُ جَزَاء من جنس عمله وَهَذَا أَمر يشْهد بِهِ الْحس والوجود." ( كتاب مفتاح دار السعادة ومنشور ولاية العلم والإرادة ج ١ ص ١٧٢ - ط العلمية - ابن القيم )

✍🏼  Imam Ibnul-Qayyim rahimahullah berkata: “... Tidak menyebarkan dan mengajarkannya (ilmu). Sesungguhnya bagi siapa yang menyimpan ilmunya dan tidak menyebarkan serta tidak mengajarkannya (kepada orang lain), maka Allah akan mengujinya (memberi bala'/musibah) dengan melupakannya dan meninggalkannya (hilangnya ilmu darinya). Sebagai balasan yang sesuai dengan jenis amalannya, dan ini adalah hal yang dapat disaksikan oleh indera dan keberadaan nyata (bukan kasat mata).”
📚  lihat Miftah Daaris Sa'aadah 1/172.

Tubuh Yang Belum Pernah Sakit Seperti Harta Yang Belum Pernah Dizakati


 

Tubuh Yang Belum Pernah Sakit Seperti Harta Yang Belum Pernah Dizakati


قال الحسن البصري رحمه الله : "المرض زكاة البدن، كما أن الصدقة زكاة المال، فكل جسمٍ لا يشتكي كمثل مالٍ لا يزكى." ( آداب الحسن البصري وزهده ومواعظه لابن الجوزي - مجلد 1 صفحة 53)

✍🏼  Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata :

المرض زكاة البدن، كما أن الصدقة زكاة المال، فكل جسم لا يشتكي كمِثل مال لا يُزَكَّى

"Sakit merupakan zakat (penyuci) bagi badan, sebagaimana shadaqah merupakan zakat (penyuci) bagi harta. Setiap tubuh yang belum pernah merasakan sakit, seperti harta yang belum pernah dizakati."

📚  lihat Adab Al-Hasan Al-Bashri wa Zuhduhu wa Mawa’izhuhu hlm. 53.

Sabtu, 14 Desember 2024

Mengenal Sembilan Kitab Induk Hadits ( الكتب التسعة/Al-Kutubut-Tis'ah )








Mengenal Sembilan Kitab Induk Hadits
( الكتب التسعة/Al-Kutubut-Tis'ah )

الكتب التسعة والتي هي :
- صحيح البخاري وقد جمعه الإمام البخاري ، المتوفى سنة 256هـ.
- وصحيح مسلم وقد جمعه الإمام مسلم ، المتوفى سنة 261هـ.
- وسنن أبي داود وقد جمعها الإمام أبو داود ، المتوفى سنة 275هـ.
- وسنن الترمذي ، وقد جمعها الإمام الترمذي ، المتوفى سنة 279هـ.
- وسنن النسائي ، وقد جمعها الإمام النسائي ، المتوفى سنة 303هـ.
- وسنن ابن ماجه ، وقد جمعها الإمام ابن ماجه ، المتوفى سنة 273هـ.
- ومسند أحمد ، وقد جمعه الإمام أحمد ، المتوفى سنة 241هـ.
- وموطأ مالك ، وقد جمعه الإمام مالك ، المتوفى سنة 179هـ.
- وسنن الدارمي ، وقد جمعها الإمام الدارمي ، المتوفى سنة 255هـ.
والله أعلم.

     Kesembilan Kitab tersebut adalah :
-  Shahih Al-Bukhari, disusun Imam Al-Bukhari yang wafat pada tahun 256 H.
-  Shahih Muslim, disusun Imam Muslim yang wafat pada tahun 261 H.
-  Sunan Abu Dawud disusun Imam Abu Dawud yang wafat pada tahun 275 H.
-  Sunan At-Tirmidzi, disusun Imam At-Tirmidzi yang wafat pada tahun 279 H.
-  Sunan An-Nasa’i, disusun Imam An-Nasa’i yang wafat pada tahun 303 H.
-  Sunan Ibnu Majah, disusun Imam Ibnu Majah yang wafat pada tahun 273 H.
-  Musnad Ahmad, disusun Imam Ahmad yang wafat pada tahun 241 H.
-  Muwatho’ Malik, disusun Imam Malik yang wafat pada tahun 179 H.
-  Sunan Ad-Darimi, disusun Imam Ad-Darimi yang wafat pada tahun 255 H.
Wa Allahu A'lam.


 

Jumat, 13 Desember 2024

Sahabat Sejati Akan Saling Mendoakan Walau Ketika Tidak Berjumpa


 

Sahabat Sejati Akan Saling Mendoakan Walau Ketika Tidak Berjumpa


وقال الرجل : يا أخي ، فائدة الاجتماع الدعاء ، فادع لي إذا ذكرتني ، وأدعو لك إذا ذكرتك ، فنكون كأنا التقينا وإن لم نلتق
( سير أعلام النبلاء ج ١٥ الصفحة ٣٩٦ - الذهبي )

✍🏼  Seorang laki-laki itu berkata : "Wahai Saudaraku, manfaat pertemuan adalah doa, maka doakanlah aku jika engkau mengingatku, dan aku akan mendoakanmu jika aku mengingatmu, sehingga kita bagaikan bertemu meskipun kita tidak bertemu."
📚  Siyaaru A'laamin Nubala, (15/396) imam Adz-Dzahabi.

Jumat, 06 Desember 2024

Bersandar Kepada Pilihan Allah Sebagai Batasan Sikap Ridho Terhadap Taqdir Allah


 


Bersandar Kepada Pilihan Allah Sebagai Batasan Sikap Ridho Terhadap Taqdir Allah


قال المبرد : قيل للحسن بن علي : إن أبا ذر يقول : الفقر أحب إلي من الغنى ، والسقم أحب إلي من الصحة . فقال : رحم الله أبا ذر . أما أنا فأقول : من اتكل على حسن اختيار الله له لم يتمن شيئا . وهذا حد الوقوف على الرضا بما تصرف به القضاء .
سير أعلام النبلاء (٣\٢٦٢) - الذهبي - شمس الدين محمد بن أحمد بن عثمان الذهبي

✍🏼  Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhuma berkata :

من اتكل على حسن اختيار الله له، لم يتمن شيئا. وهذا حد الوقوف على الرضى بما تصرف به القضاء

“Barangsiapa yang bersandar kepada baiknya pilihan Allah untuknya maka dia tidak akan mengangan-angankan sesuatu selain keadaan yang Allah pilihkan untuknya. Inilah batasan sikap selalu ridha terhadap semua ketentuan takdir dalam semua keadaan yang Allah berlakukan bagi hambaNya.” (lihat Siyaru A’laamin-Nubalaa’ 3/262)

Kamis, 05 Desember 2024

Harta Yang Kita Miliki Hanya Tiga


 

Harta Yang Kita Miliki Hanya Tiga



✍🏻 Rasulullah ﷺ bersabda,

يقول العبد مالي مالي إنما له مِن ماله ثلاثٌ ما أكل فأفنى أو لبس فأبلى أو أعطى فاقتنى وما سوى ذلك فهو ذاهب و تاركه للناس.

"Manusia akan berkata, 'Hartaku! Hartaku!' Sesungguhnya harta yang ia miliki hanyalah tiga :
(1) Yang ia makan lalu sirna.
(2) Atau yang ia kenakan lalu akan usang.
(3) Atau yang ia beri, maka itu yang akan menghasilkan (kebaikan).
Adapun selain dari itu, maka akan lenyap dan ia tinggalkan untuk orang lain."

📚 HR. Muslim no. 2959

Rabu, 04 Desember 2024

Berhati-hatilah Dengan Utang


 

Berhati-hatilah Dengan Utang

Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata:

إِيَّاكُمْ وَالدَّيْنَ فَإِنَّ أَوَّلَهُ هَمٌّ وَآخِرَهُ حَرْبٌ

“Berhati-hatilah dari utang, karena bagian awalnya adalah kegelisahan, dan akhirnya adalah permusuhan (pertikaian).”
📚 Riwayat Al-Imam Malik rahimahullah dalam kitab “Al-Muwaththa'” nomor 2239

      Sungguh betapa banyak jalinan persahabatan, persaudaraan ataupun kekerabatan bisa renggang atau terputus, bahkan berbalik menjadi permusuhan dikarenakan utang.


Nasihat 'Umar Untuk Orang Yang Ingin Menthalaq ( Menceraikan ) Istrinya


 


Nasihat 'Umar Untuk Orang Yang Ingin Menthalaq ( Menceraikan ) Istrinya


Umar bin Al Khaththab رضي الله عنه  berkata kepada seseorang yang hendak menceraikan istrinya:

لم تطلقها ؟ قال : لاأحبها. قال : أوكل البيوت بنيث على الحب؟  وأين الرعاية والتذمم!

"Mengapa engkau menceraikannya?"

Orang itupun berkata:  "Aku sudah tidak mencintainya"

Umar pun berkata: "Apakah setiap rumah tangga harus dibangun di atas cinta?  Kalau begitu di mana arti merawat cinta dan menahan kebencian"

📖  lihat 'Uyunul Akhbar 3/18

Selasa, 03 Desember 2024

Tidaklah Sama Balasan Bagi Orang Mukmin Dan Orang Kafir


 

Tidaklah Sama Balasan Bagi Orang Mukmin Dan Orang Kafir

عن أنس بن مالك رضى اللهُ عَنْهُ أنه حدث عن رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إنَّ الكافر إذا عَمِلَ حَسَنَةً أطعم بها طعمة من الدنيا، وأما المؤمن، فإِنَّ اللَّهَ يَدْخِرُ له حسناته في الآخِرَةِ ويُعقبه رزقا في الدنيا على طاعته ».
📚 صحيح مسلم 5023

Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, ia menyampaikan bahwa Rasulullah ﷺ  bersabda,
"Sesungguhnya orang kafir, jika dia melakukan kebaikan, maka dia diberi balasan berupa kenikmatan di dunia. Adapun seorang mukmin, maka Allah akan menyimpan pahala kebaikannya untuknya di akhirat, dan memberinya rezeki di dunia atas ketaatannya."
📚 Shahih Muslim 5023

قال الامام بن باز رحمه الله : أما المؤمن فيجزي بعمله في الدنيا والآخرة؛ إذا عمل حسنة تدخر له في الآخرة مع ما يعطيه الله من الرزق الحسن فالمؤمن يُجزى في الدنيا والآخرة.
📚 موقع الرسمي لابن باز

Imam bin Baz rahimahullah berkata,
“Adapun seorang mukmin, ia diberi balasan atas amalnya di dunia dan di akhirat. Jika ia melakukan kebaikan, maka pahala kebaikannya akan disimpan untuknya di akhirat, disertai dengan rezeki yang baik yang Allah berikan di dunia. Maka, seorang mukmin diberi balasan di dunia dan di akhirat.”