Kamis, 27 Februari 2025

Puasa adalah Perisai dari Api Neraka


 


Puasa adalah Perisai dari Api Neraka
الصيام جنة من النار


أخرج الإمام أحمد والنسائي عن عثمان بن أبي العاص - رضي الله عنه - عن النبي - صلى الله عليه وسلم - أنه قال: "الصوم جُنَّة من عذاب الله". (صحيح الجامع: 3867).

🔸 Imam Ahmad dan An-Nasa’i meriwayatkan dari Utsman bin Abi Al-Ash radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi , bahwa ia bersabda: “Puasa adalah perisai dari adzab Allah.”  (Shahih Al-Jami’: 3867).

وعند أحمد والنسائي أيضًا بلفظ: "الصيام جُنَّة من النار كجُنَّة أحدكم من القتال".

🔸 Ahmad dan An-Nisa’i juga meriwayatkannya dengan lafazh : “Puasa itu perisai dari api Neraka sebagaimana perisai salah seorang di antara kalian dari perang.”

وعند أحمد بإسناد حسن عن جابر - رضي الله عنه - قال: قال رسول الله - صلى الله عليه وسلم -: "الصيام جُنَّة يستجن بها العبد من النار" (صحيح الجامع: 3868).

🔸 Dan menurut riwayat Ahmad, dengan sanad hasan, dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah bersabda: “Puasa adalah perisai yang dengannya seorang hamba melindungi dirinya dari api Neraka.” (Shahih Al-Jami’: 3868).

Rabu, 26 Februari 2025

Puasa Sebagai Jalan Meraih Taqwa




Puasa Sebagai Jalan Meraih Taqwa


قال الله تعالى في القرآن : يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ۝١٨٣

قال ابن كثير رحمه الله : يَقُولُ تَعَالَى مُخَاطِبًا لِلْمُؤْمِنِينَ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ وَآمِرًا لَهُمْ بِالصِّيَامِ، وَهُوَ: الْإِمْسَاكُ عَنِ الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ وَالْوِقَاعِ بِنِيَّةٍ خَالِصَةٍ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، لِمَا فِيهِ مِنْ زَكَاةِ النَّفْسِ وَطَهَارَتِهَا وَتَنْقِيَتِهَا مِنَ الْأَخْلَاطِ الرَّدِيئَةِ وَالْأَخْلَاقِ الرَّذِيلَةِ. وَذَكَرَ أَنَّهُ كَمَا أَوْجَبَهُ عَلَيْهِمْ فَقَدْ أَوْجَبَهُ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَهُمْ، فَلَهُمْ فِيهِ أُسْوَةٌ، وَليَجتهد هَؤُلَاءِ فِي أَدَاءِ هَذَا الْفَرْضِ أَكْمَلَ مِمَّا فَعَلَهُ أُولَئِكَ، كَمَا قَالَ تَعَالَى: ﴿لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ﴾ [الْمَائِدَةِ: ٤٨] ؛ وَلِهَذَا قَالَ هَاهُنَا: ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ﴾ لِأَنَّ الصَّوْمَ فِيهِ تَزْكِيَةٌ لِلْبَدَنِ وَتَضْيِيقٌ لِمَسَالِكِ الشَّيْطَانِ؛ وَلِهَذَا ثَبَتَ فِي الصَّحِيحَيْنِ: "يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ"(*)
(*) صحيح البخاري برقم (٥٠٦٦) وصحيح مسلم برقم (١٤٠٠) مِنْ حَدِيثِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ.

🔸 Allah Ta’ala berkalam :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ۝١٨٣

"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa," (QS. Al-Baqarah: 183).

🔸 Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah berkata,
"Melalui ayat ini Allah Ta'ala ber-khitab kepada orang-orang mukmin dari kalangan umat ini dan memerintahkan kepada mereka berpuasa, yaitu menahan diri dari makan dan minum serta bersenggama dengan niat yang ikhlash karena Allah Azza Wa Jalla. Karena di dalam berpuasa terkandung hikmah membersihkan jiwa, menyucikannya serta membebaskannya dari endapan-endapan yang buruk (bagi kesehatan tubuh) dan akhlak-akhlak yang rendah.
Allah menyebutkan, sebagaimana puasa diwajibkan atas mereka, sesungguhnya Allah pun telah mewajibkannya atas umat-umat sebelum mereka. Dengan demikian, berarti mereka mempunyai teladan dalam berpuasa, dan hal ini memberikan semangat kepada mereka dalam menunaikan kewajiban ini, yaitu dengan penunaian yang lebih sempurna dari apa yang telah ditunaikan oleh orang-orang sebelum mereka. Seperti yang disebutkan oleh kalam-Nya:

{ لِكُلٍّ جَعَلْنا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهاجاً وَلَوْ شاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً واحِدَةً وَلكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتاكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْراتِ }

{ Untuk tiap-tiap umat di antara kalian, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kalian dijadikan-Nya satu umat (saja); tetapi Allah hendak menguji kalian terhadap pemberian-Nya kepada kalian, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. } (QS. Al-Maidah: 48), hingga akhir ayat.
Karena itulah maka dalam ayat ini disebutkan:

{ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ }

{ Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa. } (Al-Baqarah: 183)
Dikatakan demikian karena puasa mengandung hikmah menyucikan tubuh dan mempersempit jalan-jalan syaithan. Seperti yang disebutkan di dalam hadits Sahihain, yaitu:

"يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ"

"Hai para pemuda, barang siapa di antara kalian mampu al-ba-ah (memberi nafkah lahir batin), maka menikahlah; dan barang siapa yang tidak mampu (memberi nafkah), hendaklah ia berpuasa, karena sesungguhnya puasa merupakan peredam baginya."

Selasa, 25 Februari 2025

Rukun Wudhu' Dari Matan Abu Syuja ( Matan Al Ghayah Wa At-Taqrib )


 


Rukun Wudhu' Dari Matan Abu Syuja ( Matan Al Ghayah Wa At-Taqrib )

فرائض الوضوء

وَفُرُوْضُ الوُضُوْءِ سِتَّةُ أَشْيَاءَ: النِّيَّةُ عِنْدَ غَسْلِ الوَجْهِ وَغَسْلُ الوَجْهِ وَغَسْلُ اليَدَيْنِ إِلَى المِرْفَقَيْنِ وَمَسْحُ بَعْضِ الرَّأْسِ وَغَسْلُ الرِّجْلَيْنِ إِلَى الكَعْبَيْنِ وَالتَّرْتِيْبُ عَلَى مَا ذَكَرْنَاهُ.
( متن أبي شجاع المسمى الغاية والتقريب )

🔸 Al-Qadhi Abu Syuja’ rahimahullah dalam Matan Taqrib menyebutkan,
"Rukun (fardhu) wudhu ada enam: (1) Niat ketika membasuh muka, (2) Membasuh muka, (3) Membasuh kedua tangan sampai siku, (4) Mengusap sebagian kepala, (5) Membasuh kedua kaki sampai mata kaki, (6) Tertib (berurutan) sesuai dengan yang telah kami sebutkan." ( Matan Abu Syuja Matan Al-Ghoyah Wa At-Taqrib)

Kamis, 20 Februari 2025

Ramadhan Bulan Diturunkan Al-Qur'an Dan Diwajibkan Puasa



Ramadhan Bulan Diturunkan Al-Qur'an Dan Diwajibkan Puasa


شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ ۝١٨٥

"Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur." (QS. Al-Baqarah : 185)


 

Rumah Yang Dibacakan Al-Quran Terlihat Penduduk Langit Bagai Bintang-bintang


 


Rumah Yang Dibacakan Al-Quran Terlihat Penduduk Langit Bagai Bintang-bintang


اجعلوا من صلاتِكم في بيوتِكم، ولا تجعَلوها عليكم قبورًا، كما اتخذتِ اليهودُ والنصارى في بيوتهم قبورًا، وإنَّ البيتَ لَيُتْلَى فيه القرآنُ؛ فيتراءَى لأهل السماءِ كما تتراءَى النجومُ لأهل الأرضِ

الراوي : عائشة أم المؤمنين | المحدث : الألباني | المصدر : السلسلة الصحيحة
الصفحة أو الرقم : 3112 | خلاصة حكم المحدث : إسناده جيد
التخريج : أخرجه أحمد (24411)، والفريابي في ((فضائل القرآن)) (35) واللفظ له، وأبو يعلى (4867)

🔸 Dari Ummul Mukminin Aisyah ‎رضي الله عنها. berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, “Lakukanlah sebagian shalat (sunnah) di rumah-rumah kalian, dan janganlah kalian jadikan (rumah kalian seperti) kuburan, sebagaimana orang-orang Yahudi dan Nashrani menjadikan rumah-rumah mereka seperti kuburan, dan sesungguhnya rumah yang di dalamnya dibacakan Al-Quran, maka rumah tersebut akan terlihat Ahli As-Sama' (penduduk langit) sebagaimana terlihatnya bintang-bintang oleh penduduk bumi.” (HR. Ahmad 24411. Sanad jayid (baik) dalam As-Silsilah Ash-Shahihah 3112)

Rabu, 19 Februari 2025

Bisa Jadi Engkau Membenci Sesuatu Padahal Itu Baik Bagimu


 


Bisa Jadi Engkau Membenci Sesuatu Padahal Itu Baik Bagimu


كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْۚ وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ ۝٢١٦

216. Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.  (QS. Al-Baqarah : 216)

Senin, 17 Februari 2025

Kebanyakan Manusia Itu Persaudaraannya Dibangun Karena Perkara Dunia


 


Kebanyakan Manusia Itu Persaudaraannya Dibangun Karena Perkara Dunia


وقال ابن عبَّاس: أحِب في الله، وأبغِض في اللهِ، ووالِ في اللهِ، وعادِ في اللهِ، فإنّما تُنالُ ولايةُ اللهِ بذلك، ولن يَجِدَ عبدٌ طعمَ الإيمانِ - وإن كثُرَتْ صلاتُه وصومُه - حتّى يكونَ كذلك، وقد صارَت عامَّةُ مُؤاخاة الناسِ على أمرِ الدُّنيا، وذلك لا يُجدي على أهله شيئاً. خرَّجه محمد بنُ جريرٍ الطَّبريُّ ، ومحمّدُ بنُ نصرٍ المروزي.
كتاب جامع العلوم والحكم - ت الفحل ص ١٠٢ - ابن رجب الحنبلي

🔸 Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata,

أحِب في الله، وأبغِض في اللهِ ، ووالِ في اللهِ ، وعادِ في اللهِ ، فإنّما تُنالُ ولايةُ اللهِ بذلك ، ولن يَجِدَ عبدٌ طعمَ الإيمانِ – وإن كثُرَتْ صلاتُه وصومُه – حتّى يكونَ كذلك ، وقد صارَت عامَّةُ مُؤاخاة الناسِ على أمرِ الدُّنيا ، وذلك لا يُجدي على أهله شيئاً

“Mencintai karena Allah, membenci karena Allah, loyal karena Allah, memusuhi karena Allah, maka dengannya seseorang itu menjadi wali Allah. Dan tidaklah seorang hamba merasakan manisnya iman, meskipun dia banyak shalat dan berpuasa, sampai dia bisa seperti itu. Dan sungguh persaudaraan sebagian besar manusia dibangun di atas urusan dunia. Padahal yang demikian itu tidaklah memberikan manfaat kepada pemiliknya sedikit pun.” (Diriwayatkan oleh Muhammad bin Jarir ath-Thabari dan Muhammad bin Nashr al-Marwazi.)
📚  lihat Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, 102.

Cinta Karena Allah Dan Benci Karena Allah


 

Cinta Karena Allah Dan Benci Karena Allah
الحب في الله والبغض في الله

عن ابى امامة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (من احب في الله وابغض في الله واعطى في الله ومنع لله فقد استكمل الايمان) [رواه أبو داود والضياء، وهو صحيح] .

🔸 Rasulullah ﷺ bersabda : "Barangsiapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah, dan menahan karena Allah, maka telah sempurna imannya." (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Al-Dhiya' dan hadits ini shahih.)

عن البراء بن عازب رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (أوثق عرى الايمان الحب في الله والبغض في الله) [رواه أحمد والطبراني والحاكم والبزار، وهو حسن] .

🔸 Rasulullaah ﷺ bersabda : "Ikatan keimanan yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah." (Diriwayatkan oleh Ahmad, Ath-Thabarani, Al-Hakim dan Al-Bazzar dan hadits hasan)

وعن بن عباس رضي الله عنهما: ان النبى صلى الله عليه وسلم قال: (أوثق عرى الايمان الموالاة في الله والمعاداة في الله والحب في الله والبغض في الله عز وجل) [رواه الطبراني وغيره، وهو حسن] .

🔸 Rasulullah ﷺ bersabda : "Ikatan iman yang paling kuat adalah al-muwalah (loyalitas) karena Allah, al-mu'adah (permusuhan) karena Allah, cinta karena Allah, dan kebencian karena Allah Azza Wa Jalla." (Diriwayatkan oleh Ath-Tjabarani dan lainnya, dan hadits ini hasan)

Sabtu, 15 Februari 2025

Tiada Akhlaq Yang Paling Dibenci Nabi Melebihi Dusta


 

Tiada Akhlaq Yang Paling Dibenci Nabi  Melebihi Dusta


حدثنا يحيى بن موسى حدثنا عبد الرزاق عن معمر عن أيوب عن بن أبي مليكة عن عائشة قالت : ما كان خلق أبغض إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم من الكذب ولقد كان الرجل يحدث عند النبي صلى الله عليه وسلم بالكذبة فما يزال في نفسه حتى يعلم أنه قد أحدث منها توبة

Telah menceritakan kepada kami Yahyaa bin Muusaa : Telah menceritakan kepada kami ‘Abdurrazzaaq, dari Ma’mar, dari Ayyuub, dari Ibnu Abi Mulaikah, dari ‘Aaisyah, ia berkata : “Tidak ada akhlaq yang paling dibenci oleh Rasulullah  daripada dusta. Sungguh dulu ada seorang laki-laki yang berbicara di sisi Nabi  dengan kedustan. Maka hal itu senantiasa membekas dalam diri beliau hingga beliau mengetahui dirinya telah bertaubat darinya” (Diriwayatkan oleh At-Tirmidziy no. 1973; shahih)

Senin, 10 Februari 2025

Sibukkan Lisan Untuk Berdzikir Agar Tidak Tersibukan Perkara Batil Dan Sia-sia


 


Sibukkan Lisan Untuk Berdzikir Agar Tidak Tersibukan Perkara Batil Dan Sia-sia


قـــال ابن القيم رحمه الله :
إن في الاشتغال بالذكر اشتغالاً عن الكلام الباطل من الغيبة واللغو ومدح الناس وذمهم وغير ذلك، فإن الإنسان لا يسكت البتة: فإما لسان ذاكر، وإما لسان لاغ، ولا بد من أحدهما، فهي النفس إن لم تشغلها بالحق شغلتك بالباطل، وهو القلب إن لم تسكنه محبة الله عز وجل سكنه محبة المخلوقين ولا بد، وهو اللسان إن لم تشغله بالذكر شغلك باللغو وما هو عليك ولا بد، فاختر لنفسك إحدى الخطتين، وأنزلهها في إحدى المنزلتين.
كتاب الوابل الصيب - ط دار الحديث ص ٨٢ -ابن القيم

🔸  Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,
"Sibuk dengan dzikir akan menjauhkanmu dari perkataan yang batil, seperti ghibah, omongan yang tidak berguna, memuji dan mencela orang lain, dan hal-hal lainnya. Karena seorang insan tidak akan pernah diam. Jika lisan tidak berdzikir maka akan melakukan hal yang sia-sia. Jiwa jika tidak disibukkan dengan kebenaran maka ia akan sibuk dengan kebatilan. Hati jika tidak merasa tenang dengan cinta kepada Allah Azza Wa Jalla, maka ia akan tenang dengan mencintai makhluq
Dan itulah lisan, jika kamu tidak menyibukkannya dengan dzikir, niscaya ia akan menyibukkanmu dengan perkataan yang sia-sia dan yang bukan urusanmu, dan itu tidak dapat dielakkan. Maka pilihlah bagi dirimu salah satu dari dua rencana, dan tempatkanlah pada salah satu dari dua posisi tersebut."
📚  lihat Kitab Al-Wabilush-Shoyyib hlm 82

Minggu, 09 Februari 2025

Mari Kita Memperbanyak Doa Tanpa Memikirkan Kapan Terkabulnya Doa


 

Mari Kita Memperbanyak Doa Tanpa Memikirkan Kapan Terkabulnya Doa


وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ۝٦٠

60. Dan Rabb-mu berkalam, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al-Ghofir : 60)

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ رضي الله عنه أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
«مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ، وَلَا قَطِيعَةُ رَحِمٍ، إِلَّا أَعْطَاهُ اللهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ: إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ، وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ، وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا» قَالُوا: إِذنْ نُكْثِرُ، قَالَ: «اللهُ أَكْثَرُ».  
(صحيح - رواه أحمد - مسند أحمد: 11133)

Abu Sa‘īd Al-Khudriy -radhiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda,
"Tidaklah seorang muslim berdoa dengan satu doa yang tidak mengandung dosa maupun pemutusan silaturahmi, melainkan dengan doanya itu Allah pasti memberinya satu dari tiga hal: doanya akan disegerakan kepadanya, Allah simpankan doanya itu untuknya di akhirat, atau Allah hindarkan darinya kejelekan yang sebanding dengan doanya." Para sahabat berkata, "Kalau begitu, kita perbanyak doa." Beliau bersabda, "Allah lebih banyak (memberi)."  
(Shahih - HR. Ahmad - Musnad Ahmad - 11133)

Tidak Perlu Membebankan Diri Memikirkan Urusan Terkabulnya Doa


 

Tidak Perlu Membebankan Diri Memikirkan Urusan Terkabulnya Doa
.

قَالَ أَمِير الْمُؤمنِينَ عمر بن الْخطاب إِنِّي لَا أحمل هم الْإِجَابَة وَلَكِن هم الدُّعَاء فَإِذا ألهمت الدُّعَاء فَإِن الْإِجَابَة مَعَه
كتاب الفوائد لابن القيم - ط العلمية ص ٩٧ - ابن القيم

🔸  Amirul Mukminin Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata :

إِنِّي لَا أَحْمِلُ هَمَّ الإجَابَةِ، وَلكِنْ هَمَّ الدُّعَاءِ. فَإِذَا أُلْهِمْتُ الدُّعَاءَ فَإِنَّ الإجَابَةَ مَعَهُ

“Sungguh aku tidaklah membebankan diri (memikirkan) urusan dikabulkannya doa, akan tetapi justru yang terpenting bagiku adalah bagaimana aku dapat memanjatkan doa. Apabila aku diberi ilham (taufik) agar berdoa, maka sungguh pengabulan doa akan menyertainya.”
📚  lihat Al Fawaaid lil Ibnul Qayyim hlm.97

Kamis, 06 Februari 2025

Jangan Anggap Remeh Doa Orang Yang Terzholimi


 


Jangan Anggap Remeh Doa Orang Yang Terzholimi


قال ابن القيم رحمه الله : "لا تحتقر دعاء المظلوم فشرر قلبه محمول بعجيج صوته إلى سقف بيتك. ويحك نبال أدعيته مصيبة وإن تأخر الوقت قوسه قلبه المقروح ووتره سواد الليل وأستاذه صاحب لأنصرنك ولو بعد حين وقد رأيت ولكن لست تعتبر."
بدائع الفوائد - ط الكتاب العربي ج ٣ ص ٢٤٢ - ابن القيم

🔸 Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

"لا تَحتَقِر دُعَاءَ المَظلُومِ: فَشَرَرُ قَلبِهِ مَحمُولٌ بِعَجِيجِ صَوتِهِ إِلَىٰ سَقفِ بَيتِكَ، وَيحَكَ.. نِبَالُ أَدعِيَتِهِ مُصِيبَةٌ وَإِن تَأَخَّرَ الوَقتُ ...."

"Jangan kamu anggap remeh doanya orang yang terzhalimi!
Karena percikan api hatinya akan terbawa oleh teriakan suaranya hingga sampai ke atap rumahmu, celaka kamu.
🎯🏹 Anak panah doa-doanya pasti akan tepat mengenai sasaran meskipun waktunya diakhirkan ...."
📚   lihat Badai'ul Fawaid 3/242.


Rabu, 05 Februari 2025

Luangkan Waktu Satu Jam Setiap Hari Untuk Berdzikir Kepada Allah


 


Luangkan Waktu Satu Jam Setiap Hari Untuk Berdzikir Kepada Allah


٤٤ - حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ، قَالَ: ثنا أَحْمَدُ بْنُ الْحُسَيْنِ، قَالَ: ثنا أَحْمَدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ: ثنا عَمْرُو بْنُ عَاصِمٍ قَالَ: قَالَ: ثنا جَعْفَرُ بْنُ سُلَيْمَانَ، قَالَ: سَمِعْتُ ثَابِتًا، يَقُولُ: «وَمَا عَلَى أَحَدِكُمْ أَنْ يَذْكُرَ اللهَ كُلَّ يَوْمٍ سَاعَةً فَيَرْبَحَ يَوْمَهُ»
كتاب حلية الأولياء وطبقات الأصفياء - ط السعادة ج ٢ ص ٣٢٣ - أبو نعيم الأصبهاني

🔸 Tsabit al-Bunani rahimahullah berkata,

 «وَمَا عَلَى أَحَدِكُمْ أَنْ يَذْكُرَ اللهَ كُلَّ يَوْمٍ سَاعَةً فَيَرْبَحَ يَوْمَهُ»

"Apa susahnya bagi salah seorang dari kalian jika dia hendak memanfaatkan waktu satu jam setiap harinya untuk berzikir kepada Allah sehingga dengan sebab itu sepanjang hari yang dilaluinya dia akan meraih keberuntungan."
📚 Hilyatul Auliya', 2/323.

Selasa, 04 Februari 2025

Pengaruh Lapar Dan Kenyang Terhadap Kondisi Hati



Pengaruh Lapar Dan Kenyang Terhadap Kondisi Hati


وقال أبو سليمان الداراني : إن النفس إذا جاعت وعطشت ، صفا القلب ورق ، وإذا شبعت ورويت ، عمي القلب
جامع العلوم والحكم - جزء ٢ صفحة ٤٧٤ - ابن رجب الحنبلي

🔸 Abu Sulaiman Ad-Darani rahimahullah berkata,

"إن النفس إذا جاعت وعطشت صفا القلب ورق، وإذا شبعت ورويت عمي القلب".

"Sungguh bila raga itu lapar dan dahaga maka hati akan jernih dan peka. Namun bila raga itu selalu kenyang dan puas dari dahaga maka hati akan menjadi buta."
📚  lihat Jami'ul 'Ulum Wal Hikam 2/474
 

Al-'Ilmu Itu Ada 2 Macam : 'Ilmu Yang Ada Di Hati Dan Di Lisan


 

Al-'Ilmu Itu Ada 2 Macam : 'Ilmu Yang Ada Di Hati Dan Di Lisan


٣٧٦ - أَخْبَرَنَا مَكِّيُّ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، حَدَّثَنَا هِشَامٌ، ⦗٣٧٤⦘ عَنِ الْحَسَنِ، قَالَ: " الْعِلْمُ عِلْمَانِ: فَعِلْمٌ فِي الْقَلْبِ فَذَلِكَ الْعِلْمُ النَّافِعُ، وَعِلْمٌ عَلَى اللِّسَانِ فَذَلِكَ حُجَّةُ اللَّهِ عَلَى ابْنِ آدَمَ "
[تعليق المحقق] إسناده صحيح إلى الحسن وهو موقوف عليه
 كتاب مسند الدارمي - ت حسين أسد ج ١ ص ٣٧٣

🔸 Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata,

 " الْعِلْمُ عِلْمَانِ: فَعِلْمٌ فِي الْقَلْبِ فَذَلِكَ الْعِلْمُ النَّافِعُ، وَعِلْمٌ عَلَى اللِّسَانِ فَذَلِكَ حُجَّةُ اللَّهِ عَلَى ابْنِ آدَمَ "

"Ilmu itu ada dua macam. Ilmu yang tertancap di hati itulah al-'ilmu an-nafi' (ilmu yang bermanfaat), sedangkan ilmu yang ada di lisan itu merupakan hujjah Allah ﷻ atas bani Adam (hamba-hamba-Nya)."

📚 Sunan Ad-Darimi, no. 376

Senin, 03 Februari 2025

Musuh Tidak Akan Mampu Menyerangmu Kecuali Setelah Al-Waliy ( Sang Pelindung ) Meninggalkanmu


 


Musuh Tidak Akan Mampu Menyerangmu Kecuali Setelah Al-Waliy ( Sang Pelindung ) Meninggalkanmu


قال ابن القيم رحمه الله : "تالله مَا عدا عَلَيْك الْعَدو إِلَّا بعد أَن تولى عَنْك الْوَلِيّ فَلَا تظن أَن الشَّيْطَان غلب وَلَكِن الْحَافِظ أعرض"
 كتاب الفوائد لابن القيم - ط العلمية ص ٦٨

🔸 Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata :

"تالله ما عَدَا عليك العدوُّ إلَّا بعد أن تَوَلَّى عنكَ الوَليُّ؛ فلا تظنَّ أنَّ الشَّيطانَ غلبَ، ولكنَّ الحافظَ أعْرَضَ."

"Demi Allah, musuh tidak akan mampu menyerangmu kecuali setelah Al-Wali ( Sang Pelindungmu yaitu Allah ﷻ) berpaling darimu. Jadi, jangan pernah mengira bahwa syaithan itu menang, tetapi Al-Hafizh ( Sang Pelindung/Penjaga yaitu Allah ﷻ) yang telah berpaling."

📚  lihat kitab Al-Fawaid, hlm. 68.

Sabtu, 01 Februari 2025

Berhukum Dengan Selain Hukum Allah, Maka Bisa Fasiq, Zholim Ataupun Kafir


 

Berhukum Dengan Selain Hukum Allah, Maka Bisa Fasiq, Zholim Ataupun Kafir


.... وَمَنْ لَّمْ يَحْكُمْ بِمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْكٰفِرُوْنَ ۝٤٤

44. .... Barangsiapa tidak memutuskan dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir. (QS. Al-Maidah : 44)

.... وَمَنْ لَّمْ يَحْكُمْ بِمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ ۝٤٥

45. .... Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang zhalim. (QS. Al-Maidah : 44)

وَمَنْ لَّمْ يَحْكُمْ بِمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ ۝٤٧

47. .... Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang fasiq. (QS. Al-Maidah : 47).

🔸  Jadi orang yang tidak berhukum dengan hukum Allah itu bisa 3 keadaan yaitu (1) kafir, (2) zholim, (3) fasiq. Untuk lebih jelas perinciannya, maka silahkan membaca kitab tafsir ayat.

والله تعالى أعلم بالصواب، والحمد لله رب العالمين