Sibukkan Lisan Untuk Berdzikir Agar Tidak Tersibukan Perkara Batil Dan Sia-sia


 


Sibukkan Lisan Untuk Berdzikir Agar Tidak Tersibukan Perkara Batil Dan Sia-sia


قـــال ابن القيم رحمه الله :
إن في الاشتغال بالذكر اشتغالاً عن الكلام الباطل من الغيبة واللغو ومدح الناس وذمهم وغير ذلك، فإن الإنسان لا يسكت البتة: فإما لسان ذاكر، وإما لسان لاغ، ولا بد من أحدهما، فهي النفس إن لم تشغلها بالحق شغلتك بالباطل، وهو القلب إن لم تسكنه محبة الله عز وجل سكنه محبة المخلوقين ولا بد، وهو اللسان إن لم تشغله بالذكر شغلك باللغو وما هو عليك ولا بد، فاختر لنفسك إحدى الخطتين، وأنزلهها في إحدى المنزلتين.
كتاب الوابل الصيب - ط دار الحديث ص ٨٢ -ابن القيم

🔸  Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,
"Sibuk dengan dzikir akan menjauhkanmu dari perkataan yang batil, seperti ghibah, omongan yang tidak berguna, memuji dan mencela orang lain, dan hal-hal lainnya. Karena seorang insan tidak akan pernah diam. Jika lisan tidak berdzikir maka akan melakukan hal yang sia-sia. Jiwa jika tidak disibukkan dengan kebenaran maka ia akan sibuk dengan kebatilan. Hati jika tidak merasa tenang dengan cinta kepada Allah Azza Wa Jalla, maka ia akan tenang dengan mencintai makhluq
Dan itulah lisan, jika kamu tidak menyibukkannya dengan dzikir, niscaya ia akan menyibukkanmu dengan perkataan yang sia-sia dan yang bukan urusanmu, dan itu tidak dapat dielakkan. Maka pilihlah bagi dirimu salah satu dari dua rencana, dan tempatkanlah pada salah satu dari dua posisi tersebut."
📚  lihat Kitab Al-Wabilush-Shoyyib hlm 82

Komentar