Hiduplah Engkau Di Dunia Bagaikan Musafir
وعن ابن عمر – رضي الله عنهما- قال: أخذ رسول الله صلى الله عليه و سلم بمنكبي فقال: كن في الدنيا كأنك غريب، أو عابر سبيل وكان ابن عمر – رضي الله عنهما – يقول: إذا أمسيت فلا تنتظر الصباح، وإذا أصبحت فلا تنتظر المساء، وخذ من صحتك لمرضك، ومن حياتك لموتك. رواه البخاري
Dari Ibnu Umar radhiallohu ‘anhuma beliau berkata: Rosululloh ﷺ pernah memegang kedua pundakku seraya bersabda, “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau musafir.” Ibnu Umar berkata: “Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi dan jika engkau berada pada waktu pagi hari jangan menunggu datangnya sore. Pergunakanlah masa sehatmu sebelum sakit dan masa hidupmu sebelum mati.” (HR. Al Bukhori)
Rasulullah ﷺ bersabda :
مَا لِى وَمَا لِلدُّنْيَا مَا أَنَا فِى الدُّنْيَا إِلَّا كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَ تَرَكَهَا
“Apa peduliku dengan dunia? Tidaklah aku tinggal di dunia melainkan seperti pengendara (musafir) yang berteduh di bawah pohon dan beristirahat, lalu musafir tersebut meninggalkannya.” (HR. Tirmidzi no. 2551 dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah berkata :
الناس منذ خلقوا لم يزالوا مسافرين, ﻭﻟﻴﺲ ﻟﻬﻢ ﺣﻂٌّ ﻋﻦ ﺭِﺣﺎﻟﻬﻢ ﺇﻻَّ ﻓﻲ ﺍﻟﺠﻨَّﺔ ﺃﻭ ﺍﻟﻨﺎﺭ
“Manusia sejak diciptakan senantiasa menjadi musafir, Batas akhir perhentian perjalanan mereka adalah surga atau neraka.” (lihat Al-Fawaid, hal 400)
Selasa, 29 Agustus 2023
Hiduplah Engkau Di Dunia Bagaikan Musafir
Senin, 28 Agustus 2023
Bidadari Di Jannah ( Surga )
Bidadari Di Jannah ( Surga )
Diantara kenikmatan di Jannah, Allah Ta’ala berfirman :
فِيْهِنَّ قٰصِرٰتُ الطَّرْفِۙ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ اِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَاۤنٌّۚ ٥٦ فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ ٥٧ كَاَنَّهُنَّ الْيَاقُوْتُ وَالْمَرْجَانُۚ
"Di dalam Jannah itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?. Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan." (QS.Ar-Rahman/55: 56-58)
وَحُوْرٌ عِيْنٌۙ ٢٢ كَاَمْثَالِ اللُّؤْلُؤِ الْمَكْنُوْنِۚ
"Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata Jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik." (QS. Al-Waqi’ah/56: 22-23)
اِنَّآ اَنْشَأْنٰهُنَّ اِنْشَاۤءًۙ ٣٥ فَجَعَلْنٰهُنَّ اَبْكَارًاۙ ٣٦ عُرُبًا اَتْرَابًاۙ ٣٧ لِّاَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۗ
"Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari)dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya, (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan." (QS. Al-Waqi’ah/56: 35-38)
Sabtu, 26 Agustus 2023
Carilah Ridho Allah Daripada Mencari Ridha Manusia ( Makhluk)
Carilah Ridho Allah Daripada Mencari Ridha Manusia ( Makhluk)
عَنْ رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ قَالَ كَتَبَ مُعَاوِيَةُ إِلَى عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رضى الله عنها أَنِ اكْتُبِى إِلَىَّ كِتَابًا تُوصِينِى فِيهِ وَلاَ تُكْثِرِى عَلَىَّ. فَكَتَبَتْ عَائِشَةُ رضى الله عنها إِلَى مُعَاوِيَةَ سَلاَمٌ عَلَيْكَ أَمَّا بَعْدُ فَإِنِّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « مَنِ الْتَمَسَ رِضَاءَ اللَّهِ بِسَخَطِ النَّاسِ كَفَاهُ اللَّهُ مُؤْنَةَ النَّاسِ وَمَنِ الْتَمَسَ رِضَاءَ النَّاسِ بِسَخَطِ اللَّهِ وَكَلَهُ اللَّهُ إِلَى النَّاسِ »
Dari seseorang penduduk Madinah, ia berkata bahwa Mu’awiyah pernah menuliskan surat pada ‘Aisyah -Ummul Mukminin- radhiyallahu ‘anha, di mana ia berkata, “Tuliskanlah padaku suatu nasehat untuk dan jangan engkau perbanyak.” ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha pun menuliskan pada Mu’awiyah, “Salamun ‘alaikum (keselamatan semoga tercurahkan untukmu). Amma ba’du. Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mencari ridho Allah saat manusia tidak suka, maka Allah akan cukupkan dia dari beban manusia. Barangsiapa yang mencari ridho manusia namun Allah itu murka, maka Allah akan biarkan dia bergantung pada manusia.” (HR. Tirmidzi no. 2414 dan Ibnu Hibban no. 276. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Rabu, 23 Agustus 2023
BURUKNYA SIFAT PENDUSTA
BURUKNYA SIFAT PENDUSTA
Dusta adalah kunci dan landasan kemunafikan, dan merupakan salah satu sifat makhluk yang paling tercela.
وَعَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم : “آيَةُ اَلْمُنَافِقِ ثَلاثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ.” مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.
وَلَهُمَا مِنْ حَدِيْثِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو: “وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ.”
Dari Abu Hurairah Radiyallāhu ‘anhu ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda : “Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga; ⑴ jika berkata ia bohong, ⑵ jika berjanji ia menyelisihi, dan ⑶ jika diberi amanah (kepercayaan) ia berkhianat.” (Muttafaqun ‘alaih)
Diriwayatkan pula dalam shahih Bukhari dan Muslim dari hadits ‘Abdullah bin ‘Umar: “Apabila ia bermusuhan (bersengketa) ia berbuat kefajiran (keluar dari jalan kebenaran).”
Dan tidaklah Adam dan Hawa dikeluarkan dari Jannah (Surga) kecuali karena kedustaan Iblis kepada keduanya. Allah berfirman tentang Iblis :
﴿وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ﴾
[ الأعراف: 21]
"Dan dia (syaithan) bersumpah kepada keduanya. "Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasihat kepada kalian berdua"," (QS. Al A'raf : 21)
Para ahli ilmu telah menjadikan keadaan pendusta itu lebih buruk daripada binatang, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah dalam Al Fatawa berkata:
الكاذب أسوأ حالًا من البهيمة العجماء.
“Seorang pendusta lebih buruk keadaannya dibandingkan hewan yang tidak bisa berbicara.” (lihat Majmu’ul Fatawa, jilid 20 hlm. 74)
Senin, 21 Agustus 2023
Sudah Benarkah Cara Engkau Memberi Nasihat ?
Sudah Benarkah Cara Engkau Memberi Nasihat ?
Ibnu Hazm Rohimahullah Ta'ala berkata :
وإذا نصحت فانصح سراً لا جهراً، وبتعريض لاتصريح، إلا أن لا يفهم المنصوح تعريضك، فلابد من التصريح
ولا تنصح على شرط القبول منك، فإن تعديت هذه الوجوه، فأنت ظالم لا ناصح، وطالب طاعة وملك، لا مؤدي حق أمانة وأخوة، وليس هذا حكم العقل، ولا حكم الصداقة، لكن حكم الأمير مع رعيته، والسيد مع عبده
"Bila engkau ingin menasihati, maka nasihatilah dengan tersembunyi jangan terang-terangan..dengan pemaparan bukan pernyataan yang tegas. Kecuali yang dinasihati tidak memahami nasihatmu, maka pernyataan itu harus dibuat (secara blak-blakan).
Janganlah engkau menasihati dengan syarat harus menerima semua ucapanmu. Bila engkau melanggar sisi-sisi ini maka engkau adalah orang yang zalim bukan seorang penasihat, orang yang ingin ditaati seperti raja...
Engkau tidak menunaikan hak, tidak amanah dan tidak menjaga ukhuwah..
Ini bukanlah hukum akal bukan pula hukum persahabatan akan tetapi hukum seorang penguasa kepada rakyatnya, seorang majikan (tuan) kepada budaknya..."
(lihat Kitabul Akhlaq Was Siyar hal 122-123)
Ilmu Apa Yang Paling Mulia ?
Ilmu Apa Yang Paling Mulia?
Ibnu Hazm Al Andalusi Rohimahullah Ta'ala berkata :
أجل العلوم ما قربك من خالقك تعالى و ما أعانك على الوصول إلى رضاه
"Ilmu yang paling mulia ialah ilmu yang dapat mendekatkan engkau dengan Al Khaliq (Sang Pencipta) Ta'ala dan ilmu yang membantu engkau untuk meggapai ridha-Nya.
(lihat Kitabul Akhlaq Was Siyar hal 89)
Rabu, 16 Agustus 2023
Siapa Manusia Yang Paling Keras Teriakan Penyesalannya Pada Hari Qiyamat ?
قال الحسن البصري رحمه الله تعالى :
إن أشد الناس صراخا يوم القيامة رجل سن سنة ضلالة فاتبع عليها و رجل مكفي قد استعان بنعم الله على معاصيه.
التذكرة الحمدونية ٨/١٠٢
Berkata Al Hasan Al Bashri Rohimahullah Ta'ala :
"Sesungguhnya manusia yang paling keras teriakan penyesalannya pada hari kiamat nanti adalah seseorang yang membuat kesesatan (yaitu tanpa ilmu dan dalil shahih/tidak diajarkan Nabi dan para Shahabat) kemudian ia diikuti...
Dan seseorang yang diberikan kecukupan namun ia menggunakan nikmat-nikmat Allah untuk bermaksiat kepada-Nya..."
(lihat At Tadzkiroh Al Hamduniyyah 8/102)
Jumat, 11 Agustus 2023
Waspadalah Dari Sifat Ujub Dan Kibr (Takabur)
Waspadalah Dari Sifat Ujub Dan Kibr (Takabur)
🔷 Ketika Ahli Maksiat Bisa Masuk Jannah (Surga) Dan Ahli Ibadah Bisa Masuk Neraka 🔷
Ibnul Qoyyim rahimahullah menukilkan perkataan seorang salaf :
ﻗﻮﻝ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﺴﻠﻒ : ﺇﻥ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﻟﻴﻌﻤﻞ ﺍﻟﺬﻧﺐ ﻳﺪﺧﻞ ﺑﻪ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﻭﻳﻌﻤﻞ ﺍﻟﺤﺴﻨﺔ ﻳﺪﺧﻞ ﺑﻬﺎ ﺍﻟﻨﺎﺭ ﻗﺎﻟﻮﺍ : ﻛﻴﻒ ؟ ﻗﺎﻝ : ﻳﻌﻤﻞ ﺍﻟﺬﻧﺐ ﻓﻼ ﻳﺰﺍﻝ ﻧﺼﺐ ﻋﻴﻨﻴﻪ ﻣﻨﻪ ﻣﺸﻔﻘﺎ ﻭﺟﻼ ﺑﺎﻛﻴﺎ ﻧﺎﺩﻣﺎ ﻣﺴﺘﺤﻴﺎ ﻣﻦ ﺭﺑﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻧﺎﻛﺲ ﺍﻟﺮﺃﺱ ﺑﻴﻦ ﻳﺪﻳﻪ ﻣﻨﻜﺴﺮ ﺍﻟﻘﻠﺐ ﻟﻪ ﻓﻴﻜﻮﻥ ﺫﻟﻚ ﺍﻟﺬﻧﺐ ﺃﻧﻔﻊ ﻟﻪ ﻣﻦ ﻃﺎﻋﺎﺕ ﻛﺜﻴﺮﺓ ﺑﻤﺎ ﺗﺮﺗﺐ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﻦ ﻫﺬﻩ ﺍﻷﻣﻮﺭ ﺍﻟﺘﻲ ﺑﻬﺎ ﺳﻌﺎﺩﺓ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﻭﻓﻼﺣﻪ ﺣﺘﻰ ﻳﻜﻮﻥ ﺫﻟﻚ ﺍﻟﺬﻧﺐ ﺳﺒﺐ ﺩﺧﻮﻟﻪ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﻭﻳﻔﻌﻞ ﺍﻟﺤﺴﻨﺔ ﻓﻼ ﻳﺰﺍﻝ ﻳﻤﻦ ﺑﻬﺎ ﻋﻠﻰ ﺭﺑﻪ ﻭﻳﺘﻜﺒﺮ ﺑﻬﺎ ﻭﻳﺮﻯ ﻧﻔﺴﻪ ﻭﻳﻌﺠﺐ ﺑﻬﺎ ﻭﻳﺴﺘﻄﻴﻞ ﺑﻬﺎ ﻭﻳﻘﻮﻝ ﻓﻌﻠﺖ ﻭﻓﻌﻠﺖ ﻓﻴﻮﺭﺛﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﺠﺐ ﻭﺍﻟﻜﺒﺮ ﻭﺍﻟﻔﺨﺮ ﻭﺍﻻﺳﺘﻄﺎﻟﺔ ﻣﺎ ﻳﻜﻮﻥ ﺳﺒﺐ ﻫﻼﻛﻪ.
"Sesungguhnya ada seorang hamba yang melakukan sebuah dosa, dan ternyata dosa tersebut menyebabkan ia masuk surga. Dan ada seorang hamba melakukan sebuah kebaikan namun menyebabkannya masuk neraka.
Maka ada yang bertanya : " Bagaimana hal itu bisa terjadi ?"
Lalu dia menjawab : "Ia melakukan dosa dan dia senantiasa meletakkan dosa tersebut di hadapan kedua matanya, senantiasa merasa takut, khawatir, senantiasa menangis dan menyesal, senantiasa malu kepada Robb-Nya, menunudukan kepalanya dihadapan Robbnya dengan hati yang luluh. Maka jadilah dosa tersebut sebab yang mendatangkan kebahagiaan dan keberuntungannya. Hingga dosa tersebut lebih bermanfaat baginya daripada banyak ketaatan…
Sedangkan seorang hamba yang melakukan kebaikan menjadikannya senantiasa merasa telah berbuat baik kepada Robbnya dan menjadi takabbur dengan kebaikan tersebut, memandang tinggi dirinya dan ujub terhadap dirinya serta membanggakannya dan berkata : "Aku telah beramal ini, aku telah berbuat itu. "
Maka hal itu mewariskan sifat ujub dan kibr(takabur) pada dirinya serta sifat bangga dan sombong yang merupakan sebab kebinasaannya…"
(lihat Al-Wabil Ash-Shoyyib 9-10)
Kamis, 10 Agustus 2023
Kaya Dan Faqir (Miskin) Sebuah Ujian
Kaya Dan Faqir (Miskin) Sebuah Ujian
Imam Al Hasan Al Bashri Rahimahullah Ta'ala berkata :
لو شاء الله لجعلكم أغنياء لا فقير فيكم
ولو شاء الله لجعلكم فقراء لا غني فيكم
ولكن ابتلى بعضكم ببعض لينظر كيف تعملون
"Seandainya Allah berkehendak bisa saja Ia (Allah) menjadikan kalian semua kaya raya tidak ada yang faqir di kalangan kalian..
Seandainya Allah berkehendak bisa saja Ia (Allah) menjadikan kalian semua faqir tidak ada orang yang kaya di kalangan kalian..
Akan tetapi Ia menjadikan sebagian kalian dengan sebagian lainnya sebagai ujian agar Ia (Allah) melihat bagaimana kalian bersikap."
(lihat Adabul Hasan Al Bashri hal 36)
Rabu, 09 Agustus 2023
Lima Perkara Perusak Hati
Lima Perkara Perusak Hati
مفسدات القلب
Hati adalah bagian terpenting dalam diri kita, sebagaimana Rasulullah ﷺ bersabda :
أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ
“Ingatlah, bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung).” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599)
Hati adalah pengendali. Jika hati baik, baik pula perbuatannya. Jika hati rusak, rusak pula perbuatannya. Maka menjaga hati dari kerusakan termasuk sebuah kewajiban.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan :
“مُفسِدات القلب خمسة: كثرة الخُلطة، والإسراف في الطعام، وكثرة النوم، والتَّعَلُّق بغير الله، والتَّمَنِّي”.
"Perusak hati ada lima perkara :
1) Banyak bergaul dengan manusia,
2) Berlebih-lebihan (kekenyangan) dalam makanan,
3) Banyak tidur,
4) Bergantung kepada selain Allah, dan
5) Larut dalam angan-angan kosong.” (lihat Madarijus Salikin Libnil Qayyim 1/451)
Selasa, 08 Agustus 2023
Hadits : "Allah merahmati seseorang yang bermurah hati jika ia menjual, membeli, dan menagih (utang)"
Hadits : "Allah merahmati seseorang yang bermurah hati jika ia menjual, membeli, dan menagih (utang)"
عن جابر رضي الله عنه : أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «رحِم الله رَجُلا سَمْحَا إذا باع، وإذا اشترى، وإذا اقْتَضَى».
[صحيح] - (رواه البخاري)
Jabir radhiyallahu 'anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Semoga Allah merahmati seseorang yang bermurah hati jika ia menjual, membeli, dan menagih (utang)."
(Hadits shahih - Diriwayatkan Al Bukhari)
Jumat, 04 Agustus 2023
Siapakah Yang Jujur Dan Siapakah Yang Dusta?
Siapakah Yang Jujur Dan Siapakah Yang Dusta?
Kejujuran Akan Menyertai Kebaikan Dan Kedustaan Akan Menyertai Kefajiran
Berkata Imam Ibnu Abi Al Izzi Rahimahullah :
كل شخصين ادعيا أمرا أحدهما صادق و الآخر كاذب لابد أن يظهر صدق هذا و كذب هذا و لو بعد مدة إذ الصدق مستلزم للبر و الكذب مستلزم للفجور
"Setiap dua orang yang mengklaim satu perkara, salah satunya jujur dan yang lain dusta,pasti akan nampak kejujuran yang ini dan kebohongan yang ini walaupun setelah berlangsungnya waktu beberapa lama karena kejujuran akan menyertai kebaikan dan kebohongan akan menyertai kafajiran.."
(lihat Syarah Al Aqidah Ath Thohawiyah 180)
Rabu, 02 Agustus 2023
HIKMAH DIJADIKAN MUHARRAM SEBAGAI AWAL TAHUN
HIKMAH DIJADIKAN MUHARRAM SEBAGAI AWAL TAHUN
الْحِكْمَةُ فِي جَعْلِ الْمُحَرَّمِ أَوَّلَ السَّنَة
قال الحافظ بن حجر رحمه الله تعالى:
الْحِكْمَةُ فِي جَعْلِ الْمُحَرَّمِ أَوَّلَ السَّنَة أَنْ يَحْصُلَ الِابْتِدَاءُ بِشَهْرٍ حَرَام؛ وَيُخْتَمَ بِشَهْرٍ حَرَام؛ وَتُتَوَسَّطَ السَّنَةُ بِشَهْرٍ حَرَام؛ وَهُوَ رَجَب ٌ.
وَإِنَّمَا تَوَالَى شَهْرَانِ فِي الْآخِر؛ لِإِرَادَةِ تَفْضِيلِ الْخِتَام؛ وَالْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ .
📚"فتح الباري" (١٠٨/٨).
Berkata Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah:
"Hikmah dijadikan Muharram sebagai awal tahun: agar terjadinya permulaan dengan bulan haram dan diakhiri dengan bulan haram; dan pertengahan tahun ditengahi oleh bulan haram; yaitu bulan Rajab.
Dan dua bulan berurutan di akhir tahun; (hikmahnya) adalah untuk mengutamakan penutupnya; dan amalan-amalannya itu bergantung pada penutupnya."
(lihat Fathul Bari 8/108)















