SETIAP TAQDIR ALLAH TERDAPAT HIKMAH YANG AGUNG DAN SEMPURNA
Hendaknya Kita Senantiasa Sabar Dan Bersyukur Kepada Allah
وَعَنْ أبي يَحْيَى صُهَيْبِ بْنِ سِنَانٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ الله ﷺ: عَجَباً لأمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَلِكَ لأِحَدٍ إِلاَّ للْمُؤْمِن: إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خيْراً لَهُ. رواه مسلم.
Dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan radhiallahu’anhu dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda : “Alangkah menakjubkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya..” (HSR. Muslim)
Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan bersyukur di saat senang dan bersabar di saat susah, bahkan kedua sifat inilah yang merupakan penyempurna keimanan seorang hamba.
Rabu, 25 Oktober 2023
Hendaknya Kita Senantiasa Sabar Dan Bersyukur Kepada Allah
Senin, 23 Oktober 2023
Masjid Manakah yang Dibangun Pertama Kali Di Muka Bumi?
Masjid Manakah yang Dibangun Pertama Kali Di Muka Bumi?
Dari Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu beliau berkata
قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ مَسْجِدٍ وُضِعَ أَوَّلَ قَالَ الْمَسْجِدُ الْحَرَامُ قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ ثُمَّ الْمَسْجِدُ الْأَقْصَى قُلْتُ كَمْ كَانَ بَيْنَهُمَا قَالَ أَرْبَعُونَ ثُمَّ أَيْنَمَا أَدْرَكَتْكَ الصَّلَاةُ بَعْدُ فَصَلِّهِ فَإِنَّ الْفَضْلَ فِيْهِ وَفِيْ رِوَايَةٍ أَيْنَمَا أَدْرَكَتْكَ الصَّلَاةُ فَصَلِّ فَهُوَ مَسْجِدٌ
“Aku bertanya, “Wahai, Rasulullah. Masjid manakah yang pertama kali dibangun?” Beliau menjawab, ‘Masjidil Haram”. Aku bertanya lagi : Kemudian (masjid) mana?” Beliau menjawab, “Kemudian Masjidil Aqsha”. Aku bertanya lagi : “Berapa jarak antara keduanya?” Beliau menjawab, “Empat puluh tahun. Kemudian dimanapun shalat menjumpaimu setelah itu, maka shalatlah, karena keutamaan ada padanya”. Dan dalam riwayat lainnya : “Dimanapun shalat menjumpaimu, maka shalatlah, karena ia adalah masjid.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Jumat, 20 Oktober 2023
Anjuran Memberi Nama Dengan Ahmad, Nama Para Nabi Dan Orang-orang Sholih
Anjuran Memberi Nama Dengan Ahmad, Nama Para Nabi Dan Orang-orang Sholih
Imam Bukhari rahimahullah membuat bab dalam shahih Bukhari
باب من تسمى بأسماء الأنبياء
“Bab (anjuran) memberi nama dengan nama para nabi”
Demikian juga Imam Muslim membuat bab dalam shahih Muslim
مسلم باب التسمي بأسماء الأنبياء والصالحين
“Bab (anjuran) memberi nama dengan nama para nabi dan orang-orang shalih”
Kemudian Imam Muslim membawakan hadits,
عن المغيرة بن شعبة. قال: لما قدمت نجران سألوني. فقالوا: إنكم تقرؤن: يا أخت هارون. وموسى قبل عيسى بكذا وكذا. فلما قدمت على رسول الله صلى الله عليه وسلم سألته عن ذلك. فقال (إنهم كانوا يسمون بأنبيائهم والصالحين قبلهم).
Dari Mughirah bin Syu’bah ia berkata : Ketika aku tiba di Najran, orang-orang bertanya kepadaku : ”Apakah engkau memahami ayat ”Hai Saudara perempuan Harun” (QS. Maryam : 28) sedangkan Musa itu hidup jauh sebelum jaman ’Isa. Apakah maksudnya begini dan begini ?”. Setelah aku bertemu dengan Rasulullah ﷺ dan menanyakan tentang hal tersebut, maka beliau menjawab : “Kebiasaan mereka pada waktu itu memberi nama seseorang dengan nama para nabi atau orang-orang shalih sebelum mereka”. (Muslim no. 2135)
Hal ini dijelaskan juga oleh Ibnul Qayyim rahimahullah, beliau berkata :
قال سعيد بن المسيب: أحب الأسماء إلى الله أسماء الأنبياء، وفي تاريخ ابن أبي خيثمة أن طلحة كان له عشرة من الولد كل منهم اسم نبي وكان للزبير عشرة كلهم تسمى باسم شهيد.
“Berkata Sa’id bin Musayyib: Nama yang paling dicintai Allah adalah nama para Nabi. Dalam kita sejarah dijelaskan bahwa sahabat Thalhah mempunyai sepuluh anak dan setiap anak bernama dengan nama nabi. Shahabat Az-Zubair juga memiliki sepuluh anak dan dinamakan dengan para syuhada.” (lihat Tuhfatul Maudud hal 128)
والله تعالى أعلم بالصواب، والحمد لله رب العالمين.
Perbanyak Dzikir Mengingat Allah.., Semoga Menyelamakan Engkau Dari Kemunafikan
Perbanyak Dzikir Mengingat Allah, Semoga Menyelamakan Engkau Dari Kemunafikan
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah berkata :
كثرة ذكر الله عز وجل أمانٌ من النفاق، فإن المُنافقين قليلو الذكر لله ، قال الله تعالى في المنافقين : { ولا يذكرون الله إلا قليلا }
“Banyak berdzikir mengingat Allah adalah pengaman dari kemunafikan. Orang munafiq itu sedikit berdzikir.”
Allah Ta'ala berfirman mengenai orang-orang munafiq :
“Mereka tidak berzikir mengingat Allah kecuali sedikit” (QS. An-Nisaa 142)
(lihat Al-Wabilush Shayyib, hlm. 161)
Minggu, 15 Oktober 2023
Mencintai Al Qur'an Termasuk Tanda Mencintai Allah
Mencintai Al Qur'an Termasuk Tanda Mencintai Allah
"Seandainya hati kita bersih, tentu kita tidak akan pernah puas membaca Al-Qur’an (kalamullah)"
Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Al-Jawabul Kafi (halaman 170) menyebutkan :
محبة كلام الله فانه من علامة حب الله وإذا أردت أن تعلم ما عندك وعند غيرك من محبة الله فانظر محبة القرآن من قلبك وإلتذاذك سماعه أعظم من إلتذاذ أصحاب الملاهي والغناء المطرب بسماعهم فإنه من المعلوم أن من أحب حبيبا كان كلامه وحديثه احب شيئا اليه كما قيل
ان كنت تزعم حبي فلم هجرت كتابي … أما تأملت ما فيه من لذيذ خطابي
وقال عثمان ابن عفان رضي الله عنه لو طهرت قلوبنا لما شبعت من كلام الله وكيف يشبع المحب من كلام من هو غاية مطلوبه
"Cinta kalamullah (Al Qur'an) termasuk tanda cinta kepada Allah.
Jika engkau ingin tahu bagaimanakah tanda dirimu dan sekitarmu cinta pada Allah, maka lihatlah bagaimana kecintaan Al-Qur’an pada dirimu.
Ketahuilah, kelezatan mendengar Al-Qur’an lebih lezat daripada kelezatan orang yang mendengar nyanyian (lagu yang benar-benar menyia-nyiakan).
Tentu saja tanda seseorang yang mencinta adalah ia sangat menyukai kalam yang dicintai. Sehingga diibaratkan dalam sebuah sya’ir :
Jika engkau mengaku mencintai-Ku, janganlah engkau tinggalkan kitab-Ku (Al-Qur’an)...
Saat engkau merenungkan kitab-Ku, engkau akan rasakan bagaimanakah lezatnya kalimat-Ku di dalamnya.
‘Utsman bin ‘Affan pernah mengutarakan, “Seandainya hati kita bersih, tentu kita tidak akan pernah puas bersama Al-Qur’an (kalamullah). Sungguh aneh, bagaimana seseorang bisa puas mendengar kalimat indah dari yang ia cintai.”
Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang mencintai Allah dengan membuktikannya lewat mencintai kalamullah yaitu Al-Qur’an. Dengan gemar membacanya, mentadaburinya, mengimani dan mengamalkannya sesuai faham para Shahabat radhiyaallahu 'anhum...
Sabtu, 14 Oktober 2023
Jangan Larut Dalam Kesedihan Yang Tiada Mashlahat
Jangan Larut Dalam Kesedihan Yang Tiada Mashlahat
قال ابن القيم ر-حمه الله- :
️ الحزن لا مصلحة فيه للقلب وأحب شيء إلى الشيطان وهو ليس بمطلوب ولا مقصود ولا فيه فائدة.
وقد استعاذ منه النبي ﷺ فقال :
"اللهم إني أعوذ بك من الهم والحزن". مدارج السالكين [٥٠١/١]
Ibnul Qayyim - رَحِمَهُ اللَّـهُ - berkata :
"Kesedihan tidak ada kemaslahatan padanya bagi kalbu (hati), dan dia adalah perkara yang paling disukai oleh syaithan, dan itu bukanlah yang diinginkan dan bukan yang dimaksud, dan tidak ada padanya faedah.
Dan nabi ﷺ telah berlindung kepada Allah darinya dengan berdoa:
"اللهم إني أعوذ بك من الهمّ والحزن"
"Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari kegundahan dan kesedihan."
(lihat Madarij As-Salikin 1/501)
Jumat, 13 Oktober 2023
Ilmu Nafi' ( Ilmu Yang Bermanfaat ) Termasuk Rizqi Yang Paling Utama
Ilmu Nafi' ( Ilmu Yang Bermanfaat ) Termasuk Rizqi Yang Paling Utama
من أفضل الأرزاق تحصيل العلم
فائدة نفيسة للشيخ ابن بـــــاز “رحمه الله” .
قال الله تعالى: {ومن يتق الله يجعل له مخرجا ـ ويرزقه من حيث لا يحتسب}.
قال العلامة ابن باز “رحمه الله” : ( ومعلوم أن حصول العلم من أفضل الأرزاق، وهو خروج من ضيق الجهل وظلمته إلى سعة العلم ونوره وقال تعالى: { ومن يتق الله يجعل له من أمره يسرا } ،وحصول العلم النافع من أعظم التيسير والتسهيل؛ لأن طالب العلم الشرعي يدرك بعلمه من وجوه الخير وأسباب النجاة ما لا يتيسر للجاهل ) اهـ..
فتاوى الشيخ ج ١/ ٣٥٠
Faidah Berharga dari Asy-Syaikh Ibnu Baaz Rahimahullah
Allah ﷻ berfirman :
{ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا } { وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ }
“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya. Dan Dia akan memberikan kepadanya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. Ath Tholaq : 2-3)
Al-‘Allamah Ibnu Baaz rahimahullah berkata:
“Telah diketahui, bahwa meraih ilmu merupakan rezeki yang paling utama. Juga merupakan jalan keluar dari sempit dan gelapnya kebodohan, menuju luas dan bercahayanya ilmu.
Allah ﷻ berfirman :
{ ومن يتق الله يجعل له من أمره يسرا }
“Dan barang siapa bertakwa kepada Allah, Dia akan memberikan kemudahan dalam urusannya.” (QS. Ath Thalaq : 4)
Dan meraih ilmu yang bermanfaat termasuk di antara bentuk kemudahan yang paling besar, karena seorang penuntut ilmu syari dengan ilmunya dapat mengetahui jalan-jalan kebaikan, dan sebab-sebab keselamatan yang ini tidak mudah bagi orang yang jahil.” –Selesai–
(lihat Fatawa Asy-Syaikh: jilid 1, hal 350)
Rizqi Manusia Telah Ditetapkan Allah Sebagaimana Ajal (Kematian)
Rizqi Manusia Telah Ditetapkan Allah Sebagaimana Ajal (Kematian)
Nabi ﷺ bersabda :
كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ
“Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim no. 2653, dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash)
Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dalam hadits yang panjang :
إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ ……ثُمَّ يُرْسَلُ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيهِ الرُّوحَ وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ
“Sesungguhnya salah seorang dari kalian dihimpun penciptaannya di perut ibunya … lantas diutuslah malaikat dan meniupkan ruh padanya. Dan ia diperintah untuk menuliskan empat ketetapan, (yaitu) menulis rezeki, ajal, amalan dan apakah ia (nanti) celaka atau bahagia …” (HR Muslim)
Nabi ﷺ bersabda :
لو أن ابن آدم هرب من رزقه كما يهرب من الموت لأدركه رزقه كما يدركه الموت
“Andai manusia kabur menjauhi rezekinya sebagaimana manusia kabur menghindari kematian niscaya jatah rezekinya itu akan menjumpainya sebagaimana kematian pasti akan menjumpainya.” (HR Abu Nuaim dalam Hilyah al Auliya dan Ibnu Asakir dari Jabir, hasan, Shahih al Jami’ no 5240)
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :
فرِّغ خاطرك للهم بِمَا أُمرت بِهِ، وَلَا تشغله بِمَا ضمن لَك، فَإِن الرزق وَالْأَجَل قرينان مضمونان، فَمَا دَامَ الْأَجَل بَاقِيا كَانَ الرزق آتِيَا. وَإِذا سد عَلَيْك بِحِكْمَتِهِ طَرِيقا من طرقه، فتح لَك برحمته طَرِيقا أَنْفَع لَك مِنْه
"Fokuslah untuk memikirkan apa yang diperintahkan kepadamu. Jangan sibuk memikirkan apa yang sudah dijamin bagimu. Sesungguhnya rezeki dan ajal adalah dua kepastian yang beriringan. Selama ajal belum tiba, rezeki akan terus ada. Apabila Allah dengan hikmah-Nya menutup satu jalan rezeki untukmu, Allah akan buka jalan lain yang lebih bermanfaat dengan rahmat-Nya." (lihat Al Fawaid)
Kamis, 12 Oktober 2023
Dosa ( Maksiat ) Bisa Menjadi Sebab Musibah Dan Membawa Kesialan
Dosa ( Maksiat ) Bisa Menjadi Sebab Musibah Dan Membawa Kesialan
Allah Ta’ala berfirman :
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
“Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan disebabkan karena perbuatan tangan (maksiat) manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar Ruum : 41).
وَمَآ اَصَابَكُمْ مِّنْ مُّصِيْبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ اَيْدِيْكُمْ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍۗ
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syuraa: 30)
Berkaitan dengan ayat tersebut (QS. Asy Syuraa: 30) Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu mengatakan :
مَا نُزِّلَ بَلاَءٌ إِلاَّ بِذَنْبٍ وَلاَ رُفِعَ بَلاَءٌ إِلاَّ بِتَوْبَةٍ
“Tidaklah musibah tersebut turun melainkan karena dosa. Oleh karena itu, tidaklah bisa musibah tersebut hilang melainkan dengan taubat.” (lihat Al Jawabul Kaafi, hal. 87)
Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah menasihatkan :
فما زالت عن العبد نعمة إلا بذنب ولا حلت به نقمة إلا بذنب
"Tidaklah hilang satu nikmat pun dari seorang hamba, kecuali karena dosa. Demikian pula, tidaklah datang suatu musibah, kecuali karena dosa." (lihat Ad-Daau wa ad-Dawaa hlm. 82).
Ibnul Qayyim rahimahullah juga berkata :
فَمَا سُلِبَتِ النِّعَمُ إِلَّا بِتَرْكِ تَقْوَى اللَّهِ وَالْإِسَاءَةُ إِلَى النَّاسِ
"Nikmat itu tidak akan hilang kecuali karena (1) tidak bertaqwa kepada Allah, dan (2) Penyalahgunaan (zhalim) kepada manusia." (lihat Ahkam Ahli Dzimmah 1/88)
قال ابن القيم رحمه الله المعاصي والفساد توجب الهمّ والغمّوالخوف والحزن وضيق الصدر وأمراض القلب ولا دواء لها إلا الاستغفار ، والتوبة,زاد المعاد : ٤/١٩١
“Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah : "Dosa (maksiat) dan kerusakan menyebabkan munculnya kegelisahan, kegalauan, ketakutan, kesedihan, kesempitan dada, dan berbagai penyakit kalbu. Maka tidak ada obat yang bisa menyembuhkannya kecuali istighfar dan taubat.” (lihat Zadul Ma'ad : 191).
Selasa, 10 Oktober 2023
Menuai Hasil Sesuai Apa Yang Ditanam
Menuai Hasil Sesuai Apa Yang Ditanam
Ibnu Mas'ud Rodhiyallahu anhu berkata :
فَمَنْ زَرَعَ خَيْرًا يُوشِكُ أَنْ يَحْصُدَ رَغْبَةً ، وَمَنْ زَرَعَ شَرًّا يُوشِكُ أَنْ يَحْصُدَ نَدَامَةً ، وَلِكُلِّ زَارِعٍ مَا زَرَعَ . (الزهد لأبي داود ١٣٠)
"Barangsiapa yang menanam kebaikan maka ia akan menuai kebahagiaan..
Barangsiapa yang menabur kejelekan maka ia akan menuai penyesalan..
Setiap orang yang menanam akan menuai hasil apa yang ia tanam.."
( lihat Az Zuhud karya Abu Dawud no 130 )
Senin, 09 Oktober 2023
Waspadalah Dari Tiga Perkara Yang Bisa Mengundang Murka Allah
Waspadalah Dari Tiga Perkara Yang Bisa Mengundang Murka Allah
قال سفيان الثوري رحمه الله : احذر سخط الله في ثلاث:
احذر أن تقصر فيما أمرك،
واحذر أن يراك وأنت لا ترضى بما قسم لك،
وأن تطلب شيئا من الدنيا فلا تجده، أن تسخط على ربك.
(سير أعلام النبلاء244/7)
Sufyan Ats Tsauri Rohimahullah berkata : "Berhati-hatilah dari murka Allah pada tiga perkara
1⃣ Berhati-hatilah dari sikap mengurangi apa yang Dia perintahkan padamu
2⃣ Berhati-hatilah ketika Dia melihatmu dalam keadaan engkau tidak ridha dengan pembagian-Nya
3⃣ Berhati-hatilah ketika engkau mencari sedikit dari urusan dunia namun tidak engkau dapatkan sehingga engkau murka kepada Robbmu ."
( lihat Siyar A'lam An Nubala' 7/244 )
Minggu, 08 Oktober 2023
Anjuran Untuk Mengkhatamkan Al Qur'an Setiap Sebulan Sekali
Anjuran Untuk Mengkhatamkan Al Qur'an Setiap Sebulan Sekali
Bagi Yang Mampu Boleh Mengkhatamkan Al Qur'an Setiap 7 Hari Sekali Dan Tidak Boleh Membiasakan Diri Mengkhatamkan Kurang Dari 3 Hari Kecuali Pada Kondisi Tertentu
Para Shahabat yang mulia, para Tabi’in dan orang-orang yang mengikutinya dari para salafus Shalih sangat menjaga dan perhatian dalam membaca kitabullah (Al Qur'an) serta menjadikannya sebagai wirid harian. Mereka senantiasa konsisten terhadap apa yang disyari’atkan dan tidak melampaui batas-batas yang dilarang, serta tidak ingin terjerumus kepada sesuatu yang menyalahi petunjuk Nabi. Oleh sebab itu kebanyakan Salafus Sholih menghatamkan Al Qur’an setiap tujuh hari, dan bagi mereka yang merasa mampu tidak menghatamkannya kurang dari tiga hari (kecuali pada kondisi-kondisi tertentu diantaranya pada bulan Ramadhan).
١٨٤ – (...) – حَدَّثَنِي الۡقَاسِمُ بۡنُ زَكَرِيَّاءَ: حَدَّثَنَا عُبَيۡدُ اللهِ بۡنُ مُوسَىٰ، عَنۡ شَيۡبَانَ، عَنۡ يَحۡيَىٰ، عَنۡ مُحَمَّدِ بۡنِ عَبۡدِ الرَّحۡمَٰنِ مَوۡلَى بَنِي زُهۡرَةَ، عَنۡ أَبِي سَلَمَةَ قَالَ: - وَأَحۡسَبُنِي قَدۡ سَمِعۡتُهُ أَنَا مِنۡ أَبِي سَلَمَةَ – عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ عَمۡرٍو رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا قَالَ: قَالَ لِي رَسُولُ اللهِ ﷺ: (اقۡرَإِ الۡقُرۡآنَ فِي كُلِّ شَهۡرٍ) قَالَ: قُلۡتُ: إِنِّي أَجِدُ قُوَّةً. قَالَ: (فَاقۡرَأۡهُ فِي عِشۡرِينَ لَيۡلَةً) قَالَ: قُلۡتُ: إِنِّي أَجِدُ قُوَّةً. قَالَ: (فَاقۡرَأۡهُ فِي سَبۡعٍ وَلَا تَزِدۡ عَلَى ذٰلِكَ). [البخاري: كتاب فضائل القرآن، باب قول المقرىء للقارىء: حسبك، رقم: ٥٠٥٣].
184. Al-Qasim bin Zakariyya` telah menceritakan kepadaku: ‘Ubaidullah bin Musa menceritakan kepada kami, dari Syaiban, dari Yahya, dari Muhammad bin ‘Abdurrahman maula Bani Zuhrah, dari Abu Salamah, beliau mengatakan: -Aku mengira telah mendengarnya dari Abu Salamah – dari ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan: Rasulullah ﷺ bersabda kepadaku, “Khatamkanlah Al Qur'an dalam satu bulan.” ‘Abdullah mengatakan: Aku berkata: Sungguh aku memiliki kemampuan (lebih cepat daripada itu). Nabi bersabda, “Khatamkanlah dalam dua puluh malam.” ‘Abdullah mengatakan: Aku berkata: Sungguh aku memiliki kemampuan. Nabi bersabda, “Khatamkanlah dalam tujuh malam dan jangan lebih cepat daripada itu.”
(Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 5054) dan Muslim (no. 1159 (184), lafazh ini milik Muslim.)
Dan mereka juga tidak menghatamkan Al Qur’an kurang dari tiga hari agar tidak menyalahi larangan Nabi ﷺ.
فعَنْ عَبْدِ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ عَمْرٍو قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ( لَا يَفْقَهُ مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ فِي أَقَلَّ مِنْ ثَلَاثٍ ). رواه الترمذي ( 2949 ) وأبو داود ( 1390 ) وابن ماجه ( 1347 ) وصححه الألباني في " صحيح ابن ماجه .
Dan dari Abdullah yaitu Ibnu Amr dia berkata : Rasulullah ﷺ bersabda : "Tidak dapat memahaminya (dengan baik) orang yang membaca Al Qur’an kurang dari tiga hari". Hadits riwayat At Tirmidzi ( 2949 ) Abu Daud ( 1390 ) Ibnu Majah ( 1347 ) dan disahihkan oleh Al Albani dalam “ Shahih Ibnu Majah ”.
فعن ابن مسعود رضي الله عنه قال : " اقرؤوا القرآن في سبع ، ولا تقرؤوه في أقل من ثلاث ".رواه سعيد بن منصور في " سننه " بإسناد صحيح كما قاله الحافظ ابن حجر في " فتح الباري " ( 9 / 78 ).
Dan dari Abdullah Bin Mas’ud Radliyallahu Anhu dia berkata : “ Kalian Bacalah Al Qur’an dan jangan menghatamkannya melebihi tujuh hari, dan janganlah kalian menghatamkan Al Qur’an kurang dari tiga hari ”. Diriwayatkan oleh Said bin Mansur dalam “ Sunah-sunahnya ” dengan sanad yang sahih sebagaimana disebutkan oleh Al hafidz Ibnu Hajar dalam “ Fathul Bari ” ( 9/78 ).
Sabtu, 07 Oktober 2023
Membaca Al Quran Termasuk Perniagaan Yang Tidak Pernah Merugi
Membaca Al Quran Termasuk Perniagaan Yang Tidak Pernah Merugi
{الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ (29) لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ (30)}
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”. “Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Fathir: 29-30).
Ibnu Katsir rahimahullah berkata,
قال قتادة رحمه الله: كان مُطَرف، رحمه الله، إذا قرأ هذه الآية يقول: هذه آية القراء
“Qatadah (wafat 118 H) rahimahullah berkata, “Mutharrif bin Abdullah (Tabi’in, wafat 95 H) jika membaca ayat ini beliau berkata: “Ini adalah ayat orang-orang yang suka membaca Al Quran.” (Lihat kitab Tafsir Al Quran Al Azhim).
Asy Syaukani (wafat 1281H) rahimahullah berkata :
أي: يستمرّون على تلاوته ، ويداومونها
“Maksudnya adalah terus menerus membacanya dan menjadi kebiasaannya.” (Lihat kitab Tafsir Fath Al Qadir).
Dari manakah sisi tidak meruginya perdagangan dengan membaca Al Quran?
عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ ».
“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah ﷺ bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469)
Membaca Al Quran Akan Mendatangkan Syafa’at
عَنْ أَبي أُمَامَةَ الْبَاهِلِىُّ رضى الله عنه قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ
“Abu Umamah Al Bahily radhiyallahu ‘anhu berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: “Bacalah Al Quran karena sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang membacanya.” (HR. Muslim).



















