Kamis, 22 Januari 2026

Di Antara Hikmah Tertundanya Jalan Keluar ( Pertolongan Allah )


 


Di Antara Hikmah Tertundanya Jalan Keluar ( Pertolongan Allah )



وَأَنَّ اللَّهَ يَجْعَلُ لِأَوْلِيَائِهِ عِنْدَ ابْتِلَائِهِمْ مَخَارِجَ، وَإِنَّمَا يَتَأَخَّرُ ذَلِكَ عَنْ بَعْضِهِمْ فِي بَعْضِ الْأَوْقَاتِ تَهْذِيبًا وَزِيَادَةً لَهُمْ فِي الثَّوَابِ.
كتاب فتح الباري بشرح البخاري ج ٦؛ص ٤٨٣ - ط السلفية - ابن حجر العسقلاني

Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah berkata :
"Sesungguhnya Allah menjadikan jalan keluar bagi para wali-Nya (yaitu hamba Allah yang bertaqwa) saat mereka ditimpa ujian. Hanya saja jalan keluar tersebut tertunda bagi sebagian mereka pada waktu-waktu tertentu sebagai bentuk pembersihan (penyucian jiwa) serta untuk menambah pahala bagi mereka."
📚  Kitab Fathul Bari Syarh Shahih Al-Bukhari, jilid 6, halaman 483, cetakan Salafiyah, Ibnu Hajar Al-Asqalani

Kutipan tersebut penjelasan Ibnu Hajar rahimahullah mengenai hikmah di balik musibah atau kesulitan yang menimpa orang-orang shalih (bertaqwa). Beliau menekankan dua poin utama:
🔸 Kepastian Pertolongan: Allah pasti akan memberikan makharij (jalan keluar/solusi) bagi hamba-hamba-Nya yang bertakwa.
🔸 Hikmah Penundaan: Jika bantuan tidak segera datang, itu bukan berarti Allah membiarkan, melainkan untuk Tahdzib (mendidik dan menyucikan hati) serta Ziyadah (meningkatkan derajat pahala mereka di sisi-Nya)

Selasa, 20 Januari 2026

Orang Yang Tidak Takut Kepada Allah Akan Mengikuti Hawa Nafsunya


 


Orang Yang Tidak Takut Kepada Allah Akan Mengikuti Hawa Nafsunya



✍️ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:

"فَإِنَّ الْإِنْسَانَ إذَا لَمْ يَخَفْ مِنْ اللَّهِ اتَّبَعَ هَوَاهُ وَلَا سِيَّمَا إذَا كَانَ طَالِبًا مَا لَمْ يَحْصُلْ لَهُ، فَإِنَّ نَفْسَهُ تَبْقَى طَالِبَةً لِمَا تَسْتَرِيحُ بِهِ وَتَدْفَعُ بِهِ الْغَمَّ وَالْحُزْنَ عَنْهَا وَلَيْسَ عِنْدَهَا مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعِبَادَتِهِ مَا تَسْتَرِيحُ إلَيْهِ وَبِهِ؛ فَيَسْتَرِيحُ إلَى الْمُحَرَّمَاتِ مِنْ فِعْلِ الْفَوَاحِشِ وَشُرْبِ الْمُحَرَّمَاتِ وَقَوْلِ الزُّورِ وَذِكْرِ ماجريات النَّفْسِ وَالْهَزْلِ وَاللَّعِبِ وَمُخَالَطَةِ قُرَنَاءِ السُّوءِ وَغَيْرِ ذَلِكَ وَلَا يَسْتَغْنِي الْقَلْبُ إلَّا بِعِبَادَةِ اللَّهِ تَعَالَى."
من كتاب: مجموع الفتاوى ١\٥٥

"Sesungguhnya insan, jika tidak memiliki rasa takut kepada Allah, ia akan mengikuti hawa nafsunya, terlebih lagi jika ia sedang mencari sesuatu yang belum berhasil ia dapatkan. Maka jiwanya akan terus mencari sesuatu yang bisa memberikan ketenangan serta menghilangkan kegalauan dan kesedihan darinya.
Namun, ketika ia tidak memiliki dzikir dan ibadah kepada Allah yang dapat memberikan ketenangan tersebut, maka ia akan mencari ketenangan pada hal-hal yang diharamkan; seperti melakukan perbuatan keji (fawahisy), meminum minuman yang haram, berkata dusta, menyibukkan diri dengan obrolan kosong tentang urusan duniawi (majrayatun nafs), bersenda gurau yang berlebihan, bermain-main, bergaul dengan teman yang buruk, dan hal-hal semacam itu.
Dan hati tidak akan pernah merasa cukup (merasa kaya/tenang) kecuali dengan beribadah kepada Allah Ta'ala."

📚 Majmu' Al-Fatawa 1/55.

Kamis, 15 Januari 2026

Penciptaan Adam ( Manusia Pertama ) dan Penciptaan Manusia ( Keturunan Adam )


 


Penciptaan Adam ( Manusia Pertama ) dan Penciptaan  Manusia ( Keturunan Adam )


1. Penciptaan Nabi Adam (Manusia Pertama) dari Tanah

وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنِّيْ خَالِقٌۢ بَشَرًا مِّنْ صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَاٍ مَّسْنُوْنٍۚ ۝٢٨ فَاِذَا سَوَّيْتُهٗ وَنَفَخْتُ فِيْهِ مِنْ رُّوْحِيْ فَقَعُوْا لَهٗ سٰجِدِيْنَ ۝٢٩

(28) Dan (ingatlah), ketika Rabb-mu berfirman kepada para malaikat, “Sungguh, Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk. (29) Maka apabila Aku telah menyempurnakan (kejadian)nya, dan Aku telah meniupkan roh (ciptaan)-Ku ke dalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.”  (QS. Al-Hijr : 28-29)

2. Proses Penciptaan Manusia (Keturunan Adam)

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنْ سُلٰلَةٍ مِّنْ طِيْنٍۚ ۝١٢ ثُمَّ جَعَلْنٰهُ نُطْفَةً فِيْ قَرَارٍ مَّكِيْنٍۖ ۝١٣ ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظٰمًا فَكَسَوْنَا الْعِظٰمَ لَحْمًا ثُمَّ اَنْشَأْنٰهُ خَلْقًا اٰخَرَۗ فَتَبَارَكَ اللّٰهُ اَحْسَنُ الْخٰلِقِيْنَۗ ۝١٤

(12) Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah. (13) Kemudian Kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). (14) Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik. (QS. Al-Mu'minun : 12-14)

Bagi keturunan Adam, QS. Al-Mu'minun: 12-14 merinci tahapan biologis dalam rahim. Ayat tersebut merupakan rujukan paling detail mengenai tahapan janin: (1) Saripati tanah (Sulalah min thin). (2) Nuthfah: Air mani yang disimpan dalam tempat yang kokoh (rahim). (3) 'Alaqah: Sesuatu yang melekat/segumpal darah. (4) Mudghah: Segumpal daging. (5) Idzam: Pembentukan tulang belulang. (6) Pembungkusan tulang dengan daging, lalu menjadi makhluk yang sempurna. 

Kamis, 08 Januari 2026

Kegelisahan dan Kesedihan Bagi Orang Yang Mengikuti Hawa Nafsu


 

Kegelisahan dan Kesedihan Bagi Orang Yang Mengikuti Hawa Nafsu


"بَلْ مَنْ اتَّبَعَ هَوَاهُ فِي مِثْلِ طَلَبِ الرِّئَاسَةِ وَالْعُلُوِّ؛ وَتَعَلُّقِهِ بِالصُّوَرِ الْجَمِيلَةِ أَوْ جَمْعِهِ لِلْمَالِ يَجِدُ فِي أَثْنَاءِ ذَلِكَ مِنْ الْهُمُومِ وَالْغُمُومِ وَالْأَحْزَانِ وَالْآلَامِ وَضِيقِ الصَّدْرِ مَا لَا يُعَبِّرُ عَنْهُ. وَرُبَّمَا لَا يُطَاوِعُهُ قَلْبُهُ عَلَى تَرْكِ الْهَوَى وَلَا يَحْصُلُ لَهُ مَا يَسُرُّهُ؛ بَلْ هُوَ فِي خَوْفٍ وَحُزْنٍ دَائِمًا: إنْ كَانَ طَالِبًا لِمَا يَهْوَاهُ فَهُوَ قَبْلَ إدْرَاكِهِ حَزِينٌ مُتَأَلِّمٌ حَيْثُ لَمْ يَحْصُلْ."
من كتاب: مجموع الفتاوى(٦٥١/١٠)

✍️ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:

"Sebaliknya, barangsiapa yang mengikuti hawa nafsunya seperti dalam mencari kekuasaan dan kedudukan, keterikatan pada rupa yang indah (syahwat), atau sibuk mengumpulkan harta; maka di tengah-tengah usahanya itu ia akan merasakan kegelisahan, kesedihan, duka cita, kepedihan, dan kesesakan dada yang tak terlukiskan.
Bahkan mungkin saja hatinya tidak sanggup untuk meninggalkan hawa nafsu tersebut, namun ia juga tidak mendapatkan apa yang menyenangkannya. Justru ia senantiasa berada dalam ketakutan dan kesedihan: selama ia masih mengejar apa yang ia nafsu-kan, ia akan terus bersedih dan menderita karena apa yang diinginkannya itu belum juga tercapai."

📚 Majmu' Al-Fatawa, 10/651

Senin, 05 Januari 2026

Al-Fatihah Sebagai "A'zhom Suroh" ( Surat Paling Agung dan Mulia )


 


Al-Fatihah Sebagai "A'zhom Suroh" ( Surat Paling Agung dan Mulia )


عَنْ أَبِي سَعِيدِ بْنِ المُعَلَّى رضي الله عنه قَالَ: كُنْتُ أُصَلِّي فِي المَسْجِدِ، فَدَعَانِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ أُجِبْهُ، فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنِّي كُنْتُ أُصَلِّي، فَقَالَ: «أَلَمْ يَقُلِ اللَّهُ: {اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ} [الأنفال: 24]». ثُمَّ قَالَ لِي: «لَأُعَلِّمَنَّكَ سُورَةً هِيَ أَعْظَمُ السُّوَرِ فِي القُرْآنِ، قَبْلَ أَنْ تَخْرُجَ مِنَ المَسْجِدِ». ثُمَّ أَخَذَ بِيَدِي، فَلَمَّا أَرَادَ أَنْ يَخْرُجَ، قُلْتُ لَهُ: «أَلَمْ تَقُلْ لَأُعَلِّمَنَّكَ سُورَةً هِيَ أَعْظَمُ سُورَةٍ فِي القُرْآنِ»، قَالَ: «{الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ} [الفاتحة: 2] هِيَ السَّبْعُ المَثَانِي، وَالقُرْآنُ العَظِيمُ الَّذِي أُوتِيتُهُ». (صحيح - رواه البخاري)

Dari Abu Sa'īd Rāfi' bin Al-Mu'alla radhiyallāhu 'anhu, ia berkata, Rasulullah bersabda kepadaku, "Maukah engkau aku engkau surah yang paling agung di dalam Al-Qur'ān sebelum engkau keluar masjid?" Lalu beliau memegang tanganku. Ketika kami hendak keluar, aku berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau mengatakan, "Aku akan mengajarkanmu surat yang paling agung di dalam Al-Qur'ān?" Beliau menjawab, "Alḥamdulillāhi Rabbil 'Ālamīn (Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam) adalah As-Sab'u Al-Matsānī (tujuh ayat yang diulang-ulang) dan Al-Qur'ān Al-Azhīm (Al-Qur'ān yang agung) yang telah diberikan kepadaku."  (Hadits shahih - Diriwayatkan oleh Al-Bukhari)

Kamis, 01 Januari 2026

Inti Sari Kandungan QS. Al-Ashr


 


Inti Sari Kandungan QS. Al-Ashr


بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

وَالْعَصْرِۙ ۝١ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ ۝٢ اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ۝٣

1. Demi masa,
2. sungguh, manusia berada dalam kerugian,
3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran

Menurut tafsir para ulama, surah ini menjelaskan bahwa semua manusia akan rugi, kecuali mereka yang memiliki empat kriteria: 
• Beriman: Memiliki akidah yang benar kepada Allah
• Beramal Shalih: Mengerjakan kebajikan sesuai syariat.
• Saling Menasihati dalam Kebenaran: Mengajak sesama pada kebaikan dan keadilan.
• Saling Menasihati dalam Kesabaran: Teguh dalam menghadapi ujian dan menjalankan ketaatan. 

Ringkasan Ada Apa Dibalik Perayaan Menyambut Tahun Baru?


 


Ringkasan Ada Apa Dibalik Perayaan Menyambut Tahun Baru?


1. Perayaan Tahun Baru (Masehi/Semisal) Bukan Termasuk Ajaran Islam
2. Merayakan Tahun Baru Berarti Mengikuti Perayaan Orang Kafir Dan Termasuk Tasyabbuh
3. Merayakaan Tahun Baru Berarti Membuat Hari Raya Baru Padahal Hari Raya Umat Islam Hanya 'Idul Fitri Dan 'Idul Adha.
4. Mengikuti Hari Raya Orang Kafir Termasuk Bentuk Loyalitas Dan Menampakkan Rasa Cinta Kepada Mereka
5. Kita Seharusnya Tidak Mengikuti Atau Tidak Meniru-niru Orang Kafir Dalam Perkara Agama Dan Keyakinan
6. Merayakan Tahun Baru Termasuk Begadang Tanpa Ada Keperluan, Padahal Nabi ﷺ Melarang Begadang Setelah Isya Tanpa Ada Hajat Syar'i
7. Merayakan Tahun Baru Termasuk Tabdzir, Buang-buang Harta Untuk Tujuan Yang Salah.
8. Melibatkan Dirinya Dalam Hari Raya Orang Kafir Berarti Bukan Termasuk 'Ibadurrahman (Hamba-hamba Allah Pilihan)
9. Merayakan Tahun Baru Terkadang Bisa Sampai Meninggalkan Shalat Padahal Meninggalkan Shalat Sekali Saja Telah Melakukan Dosa Besar Yang Lebih Parah Dari Berzina Dan Judi.
10. Pada Malam Tahun Baru, Banyak Kaum Muslimin Ikut Membunyikan Terompet Dan  Lonceng Yang Merupakan Syiar Orang Yahudi Dan Nashrani.
11. Mengucapkan Selamat Tahun Baru Atau Happy New Year Termasuk Ucapan Selamat Yang Tidak Dibolehkan Karena Perayaannya Tidak Disyariatkan.
Wa Allahu a'lam.

Selengkapnya insya Allah bisa dibaca :
https://hazimaljawiy.blogspot.com/2023/12/ada-apa-dibalik-perayaan-menyambut.html?m=1

Minggu, 28 Desember 2025

Siapa Yang Akan Menjadi Pewaris Surga Firdaus ?


 

Siapa Yang Akan Menjadi Pewaris Surga Firdaus ?


قَدْ اَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَۙ ۝١ الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلَاتِهِمْ خٰشِعُوْنَ ۝٢ وَالَّذِيْنَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُوْنَۙ ۝٣ وَالَّذِيْنَ هُمْ لِلزَّكٰوةِ فٰعِلُوْنَۙ ۝٤ وَالَّذِيْنَ هُمْ لِفُرُوْجِهِمْ حٰفِظُوْنَۙ ۝٥ اِلَّا عَلٰٓى اَزْوَاجِهِمْ اَوْ مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُهُمْ فَاِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُوْمِيْنَۚ ۝٦ فَمَنِ ابْتَغٰى وَرَاۤءَ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْعَادُوْنَۚ ۝٧ وَالَّذِيْنَ هُمْ لِاَمٰنٰتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُوْنَۙ ۝٨ وَالَّذِيْنَ هُمْ عَلٰى صَلَوٰتِهِمْ يُحَافِظُوْنَۘ ۝٩ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْوٰرِثُوْنَۙ ۝١٠ الَّذِيْنَ يَرِثُوْنَ الْفِرْدَوْسَۗ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ ۝١١

1. Sungguh beruntung orang-orang yang beriman,
2. (yaitu) orang yang khusyuk dalam salatnya,
3. dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna,
4. dan orang yang menunaikan zakat,
5. dan orang yang memelihara kemaluannya,
6. kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka tidak tercela.
7. Tetapi barang siapa mencari di balik itu (zina, dan sebagainya), maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
8. Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya,
9. serta orang yang memelihara salatnya.
10. Mereka itulah orang yang akan mewarisi,
11. (yakni) yang akan mewarisi (surga) Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.
(QS. Al-Mu'minun 1- 11)

Kamis, 25 Desember 2025

Bulan Rojab Termasuk "Al-Asyhur Al-Hurum", Tapi Tiada Disyari'atkan Amalan Khusus


 


Bulan Rojab Termasuk "Al-Asyhur Al-Hurum", Tapi Tiada Disyari'atkan Amalan Khusus


Bulan Rajab merupakan salah satu dari Al-Asyhur Al-Hurum (الأشهر الحرم), empat bulan harom yang dimuliakan Allah . Pada bulan-bulan ini amal-amal shalih dilipat-gandakan ganjarannya, demikian pula dosa dan kezhaliman dilipat-gandakan siksanya. Allah Ta’ala berkalam :

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةًۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ ۝٣٦

"Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan harom. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan ....." (QS. At-Taubah: 36)

Mengenai empat bulan yang dimaksud disebutkan dalam hadits dari Abu Bakroh, Nabi  bersabda,

الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadal (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679).
Jadi, empat bulan suci tersebut adalah (1) Dzulqo’dah; (2) Dzulhijjah; (3) Muharram; dan (4) Rajab. Pada bulan-bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah dan menghindari perbuatan dosa.

Selasa, 23 Desember 2025

Di Antara Doa Yang Diucapkan Ketika Ta'ziyah


Di Antara Doa Yang Diucapkan Ketika Ta'ziyah


ويقول: «إنَّ لِلَّه ما أَخَذ ولَهُ ما أَعطَى، وكلُّ شَيءٍ عِنده بِأجَل مُسمَّى فَلتَصبِر ولتَحتَسِب».

"Sesungguhnya milik Allah-lah segala yang Dia ambil, dan kepunyaan-Nya pula segala yang Dia beri, dan segala sesuatu di sisi-Nya telah ditentukan, maka hendaklah dia bersabar dan mengharap pahala dari Allah." (Shahih - HR. Al-Bukhari - Muslim)

وَإِنْ قَالَ: أَعْظَمَ اللهُ أَجْرَكَ، وَأَحْسَنَ عَزَاءَكَ وَغَفَرَ لِمَيِّتِكَ. فَحَسَنٌ.

Apabila seseorang berkata: “Semoga Allah memperbesar pahalamu dan memperbagus dalam menghiburmu dan semoga diampuni mayatmu”, adalah suatu perkataan yang baik. (Lihat Al Adzkar - An-Nawawi, hal. 126).
 


Senin, 22 Desember 2025

Sifat 'Ibadurrohman ( Hamba-hamba Ar-Rohman) QS. Al Furqon 63-76




Sifat 'Ibadurrohman ( Hamba-hamba Ar-Rohman) QS. Al Furqon 63-76

وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَرْضِ هَوْنًا وَّاِذَا خَاطَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَالُوْا سَلٰمًا ۝٦٣ وَالَّذِيْنَ يَبِيْتُوْنَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَّقِيَامًا ۝٦٤ وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَۖ اِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًاۖ ۝٦٥ اِنَّهَا سَاۤءَتْ مُسْتَقَرًّا وَّمُقَامًا ۝٦٦ وَالَّذِيْنَ اِذَآ اَنْفَقُوْا لَمْ يُسْرِفُوْا وَلَمْ يَقْتُرُوْا وَكَانَ بَيْنَ ذٰلِكَ قَوَامًا ۝٦٧ وَالَّذِيْنَ لَا يَدْعُوْنَ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَ وَلَا يَقْتُلُوْنَ النَّفْسَ الَّتِيْ حَرَّمَ اللّٰهُ اِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُوْنَۚ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ يَلْقَ اَثَامًاۙ ۝٦٨ يُّضٰعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَيَخْلُدْ فِيْهٖ مُهَانًاۙ ۝٦٩ اِلَّا مَنْ تَابَ وَاٰمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَاُولٰۤىِٕكَ يُبَدِّلُ اللّٰهُ سَيِّاٰتِهِمْ حَسَنٰتٍۗ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا ۝٧٠ وَمَنْ تَابَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَاِنَّهٗ يَتُوْبُ اِلَى اللّٰهِ مَتَابًا ۝٧١ وَالَّذِيْنَ لَا يَشْهَدُوْنَ الزُّوْرَۙ وَاِذَا مَرُّوْا بِاللَّغْوِ مَرُّوْا كِرَامًا ۝٧٢ وَالَّذِيْنَ اِذَا ذُكِّرُوْا بِاٰيٰتِ رَبِّهِمْ لَمْ يَخِرُّوْا عَلَيْهَا صُمًّا وَّعُمْيَانًا ۝٧٣ وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا ۝٧٤ اُولٰۤىِٕكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوْا وَيُلَقَّوْنَ فِيْهَا تَحِيَّةً وَّسَلٰمًاۙ ۝٧٥ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ حَسُنَتْ مُسْتَقَرًّا وَّمُقَامًا ۝٧٦

63. Dan hamba-hamba Ar-Rahman itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.

64. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Rabb mereka (maksudnya orang-orang yang sembahyang tahajud di malam hari semata-mata Karena Allah).

65. Dan orang-orang yang berkata: “Ya Rabb kami, jauhkan adzab Jahanam dari kami, Sesungguhnya adzabnya itu adalah kebinasaan yang kekal.”

66. Sesungguhnya Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.

67. Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.

68. Dan orang-orang yang tidak menyembah Ilah yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosanya.

69. (yakni) akan dilipat gandakan adzab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam adzab itu, dalam keadaan terhina.

70. Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

71. Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, Maka Sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan Taubat yang sebenar-benarnya.

72. Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.

73. Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Rabb mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang- orang yang tuli dan buta.

74. Dan orang-orang yang berkata: “Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (Kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”

75. Mereka Itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang Tinggi (dalam surga) Karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan Ucapan selamat di dalamnya.

76. Mereka kekal di dalamnya. surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman.

📖  lihat QS. Al-Furqon : 63-76

Minggu, 21 Desember 2025

Larangan dan Perintah Allah Kepada Orang-orang Mukmin QS. Ali-Imron 130-136

 



Larangan dan Perintah Allah Kepada Orang-orang Mukmin QS. Ali-Imron 130-136


يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَأْكُلُوا الرِّبٰوٓا اَضْعَافًا مُّضٰعَفَةًۖ وَّاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَۚ ۝١٣٠ وَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِيْٓ اُعِدَّتْ لِلْكٰفِرِيْنَۚ ۝١٣١ وَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَۚ ۝١٣٢ ۞ وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ ۝١٣٣ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ ۝١٣٤ وَالَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً اَوْ ظَلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَاسْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْۗ وَمَنْ يَّغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُۗ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ ۝١٣٥ اُولٰۤىِٕكَ جَزَاۤؤُهُمْ مَّغْفِرَةٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَجَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ وَنِعْمَ اَجْرُ الْعٰمِلِيْنَۗ ۝١٣٦

130. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.
131. Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan bagi orang kafir.
132. Dan taatlah kepada Allah dan Rasul (Muhammad), agar kamu diberi rahmat.
133. Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Rabb-mu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,
134. (yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan,
135. dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzhalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui.
136. Balasan bagi mereka ialah ampunan dari Rabb mereka dan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan (itulah) sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang beramal.
(QS. Ali-Imron : 130-136)

Selasa, 16 Desember 2025

Di Antara Syarat Persahabatan


 




Di Antara Syarat Persahabatan


قَالَ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ -: شَرْطُ الصُّحْبَةِ إقَالَةُ الْعَثْرَةِ، وَمُسَامَحَةُ الْعِشْرَةِ، وَالْمُوَاسَاةُ فِي الْعُسْرَةِ
📚 كتاب الآداب الشرعية والمنح المرعية ج ٣ ص ٤٧٠ - شمس الدين ابن مفلح

Ali bin Abi Thalib Radhiyaallahu'anhu berkata: "Syarat persahabatan adalah memaafkan kesalahan, bersikap lembut dalam pergaulan, dan membantu dalam kesulitan."

📚 Kitab Al-Adab Asy-Syariyah wa Al-Munih Al-Mar'iyah, jilid 3, halaman 470, karya Syamsuddin Ibn Muflih