Orang Yang Tidak Takut Kepada Allah Akan Mengikuti Hawa Nafsunya
✍️ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:
"فَإِنَّ الْإِنْسَانَ إذَا لَمْ يَخَفْ مِنْ اللَّهِ اتَّبَعَ هَوَاهُ وَلَا سِيَّمَا إذَا كَانَ طَالِبًا مَا لَمْ يَحْصُلْ لَهُ، فَإِنَّ نَفْسَهُ تَبْقَى طَالِبَةً لِمَا تَسْتَرِيحُ بِهِ وَتَدْفَعُ بِهِ الْغَمَّ وَالْحُزْنَ عَنْهَا وَلَيْسَ عِنْدَهَا مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعِبَادَتِهِ مَا تَسْتَرِيحُ إلَيْهِ وَبِهِ؛ فَيَسْتَرِيحُ إلَى الْمُحَرَّمَاتِ مِنْ فِعْلِ الْفَوَاحِشِ وَشُرْبِ الْمُحَرَّمَاتِ وَقَوْلِ الزُّورِ وَذِكْرِ ماجريات النَّفْسِ وَالْهَزْلِ وَاللَّعِبِ وَمُخَالَطَةِ قُرَنَاءِ السُّوءِ وَغَيْرِ ذَلِكَ وَلَا يَسْتَغْنِي الْقَلْبُ إلَّا بِعِبَادَةِ اللَّهِ تَعَالَى."
من كتاب: مجموع الفتاوى ١\٥٥
"Sesungguhnya insan, jika tidak memiliki rasa takut kepada Allah, ia akan mengikuti hawa nafsunya, terlebih lagi jika ia sedang mencari sesuatu yang belum berhasil ia dapatkan. Maka jiwanya akan terus mencari sesuatu yang bisa memberikan ketenangan serta menghilangkan kegalauan dan kesedihan darinya.
Namun, ketika ia tidak memiliki dzikir dan ibadah kepada Allah yang dapat memberikan ketenangan tersebut, maka ia akan mencari ketenangan pada hal-hal yang diharamkan; seperti melakukan perbuatan keji (fawahisy), meminum minuman yang haram, berkata dusta, menyibukkan diri dengan obrolan kosong tentang urusan duniawi (majrayatun nafs), bersenda gurau yang berlebihan, bermain-main, bergaul dengan teman yang buruk, dan hal-hal semacam itu.
Dan hati tidak akan pernah merasa cukup (merasa kaya/tenang) kecuali dengan beribadah kepada Allah Ta'ala."
📚 Majmu' Al-Fatawa 1/55.

Komentar
Posting Komentar