Jumat, 23 Desember 2022

Allah Ingin Mengangkat Derajat Seorang Hamba Di Jannah (Surga) Dengan Memberi Musibah Dan Cobaan Di Dunia


 

Menggapai Ridho Ilahi Dengan Menjauhi Sifat Kibr (Takabur)




 

MENGGAPAI RIDHA ILAHI DENGAN JAUHI SIFAT KIBR ( TAKABUR)



     Rasulullah  shalallahu ‘alaihi wasallam telah menjelaskan makna kibr (takabbur/kesombongan):

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ عَنِ النَّبِىِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ  لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ. قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً. قَالَ : إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ.

Dari Abdullah bin Mas’ud, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang ada kesombongan seberat biji sawi di dalam hatinya.” Seorang laki-laki bertanya, “Sesungguhnya semua orang senang bajunya bagus, sandalnya bagus, (apakah itu kesombongan?”) Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Sesungguhnya Allah Jamil (Maha Indah) dan menyintai keindahan. Kibr (takabbur) adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia”.  (HR. Muslim, no. 2749)





1. Takabur Terhadap Allah Dengan Menolak Al Haq (Kebenaran)

     Allah Ta'ala memberitakan tentang kaum Fir’aun:

وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنْفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا ۚ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ

"Dan mereka mengingkarinya karena kezhaliman dan kesombongan (mereka), padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan." (QS.27 An-Naml : 14)
     Allah  Ta'ala  juga berfirman:

بَلَىٰ قَدْ جَاءَتْكَ آيَاتِي فَكَذَّبْتَ بِهَا وَاسْتَكْبَرْتَ وَكُنْتَ مِنَ الْكَافِرِينَ

” (Bukan demikian) sebenarnya telah datang keterangan-keterangan-Ku kepadamu lalu kamu mendustakannya dan kamu menyombongkan diri dan adalah kamu termasuk orang-orang yang kafir”.  (QS.39 Az-Zumar : 59)
     Barangsiapa takabbur dari menerima dan taat kepada al-haq (kebenaran) –walaupun kebenaran itu datang kepadanya lewat tangan seorang anak kecil, orang miskin, orang lemah atau orang yang dia benci dan musuhi- , maka sesungguhnya takabburnya itu adalah kepada Allah, karena Allah adalah Al-Haq, perkataanNya adalah haq, agamaNya adalah haq, al-haq merupakan sifatNya, dan al-haq adalah dariNya dan untukNya. Maka jika seorang hamba menolak al-haq, takabbur dari menerimanya, maka sesungguhnya dia menolak Allah dan takabbur terhadapNya. Dan barangsiapa takabbur terhadap Allah, niscaya Allah akan menghinakannya, merendahkannya, mengecilkannya, dan meremehkannya.

2. Takabbur Terhadap Makhluk/Manusia.

     Yaitu seseorang memandang dirinya di atas manusia lainnya, sehingga dia menganggap dirinya besar dan meremehkan yang lain. Di antara bentuk kesombongan terhadap manusia di antaranya adalah sombong dengan pangkat dan kedudukannya, sombong dengan harta, sombong dengan kekuatan dan kesehatan, sombong dengan ilmu dan kecerdasan, sombong dengan bentuk tubuh, dan kelebihan-kelebihan lainnya
     Kesombongan ini bisa mendorong kepada kesombongan terhadap perintah Allah. Sebagaimana kesombongan Iblis terhadap nabi Adam Alaihissallam mendorongnya untuk enggan melaksanakan perintah Allah untuk sujud kepada Adam Alaihissallam. Allah Ta'ala berfirman:

فَسَجَدَ الْمَلَائِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ ﴿٧٣﴾ إِلَّا إِبْلِيسَ اسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ ﴿٧٤﴾ قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَنْ تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ ۖ أَسْتَكْبَرْتَ أَمْ كُنْتَ مِنَ الْعَالِينَ ﴿٧٥﴾ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ ۖ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ

Lalu seluruh malaikat-malaikat itu bersujud semuanya, kecuali Iblis; dia takabbur (menyombongkan diri) dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir. Allâh berfirman, “Hai Iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?”. Iblis berkata: “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah”.  (QS.38 Shaad : 73-76)

     Kesombongan dengan perbuatan bisa berupa memalingkan wajahnya dari manusia, berjalan dengan berlagak, berkendaraan dengan angkuh dan lainnya. Allah Ta'ala berfirman:

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

"Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri." (QS.31 Luqman : 18)

Ancaman Neraka Atas Yang Kibr (Takabur)


     Allah Ta'ala berfirman :

ادْخُلُوا أَبْوَابَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۖ فَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِينَ

“Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam itu, sedang kamu kekal di dalamnya”. Maka neraka Jahannam Itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri”. (QS.39 Az-Zumar : 72)

     Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda:

يُحْشَرُ الْمُتَكَبِّرُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَمْثَالَ الذَّرِّ فِي صُوَرِ الرِّجَالِ يَغْشَاهُمْ الذُّلُّ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَيُسَاقُونَ إِلَى سِجْنٍ فِي جَهَنَّمَ يُسَمَّى بُولَسَ تَعْلُوهُمْ نَارُ الْأَنْيَارِ يُسْقَوْنَ مِنْ عُصَارَةِ أَهْلِ النَّارِ طِينَةَ الْخَبَالِ

"Pada hari kiamat orang-orang yang sombong akan digiring dan dikumpulkan seperti semut kecil, di dalam bentuk manusia, kehinaan akan meliputi mereka dari berbagai sisi. Mereka akan digiring menuju sebuah penjara di dalam Jahannam yang namanya Bulas. Api neraka yang sangat panas akan membakar mereka. Mereka  akan diminumi nanah penduduk neraka, yaitu thinatul khabal (lumpur kebinasaan)." (Hadits Hasan. Riwayat Al Bukhari dalam al-Adabul Mufrad, no. 557; Tirmidzi, no. 2492; Ahmad, 2/179; dan Nu’aim bin Hammad dalam Zawa‘id Az-Zuhd, no. 151)

     Semoga Allah menjauhkan dan menjaga kita dari takabbur (kesombongan) dengan segala bentuknya. Dan hanya kepada Allah semata kita memohon pertolongan.

Tujuh Golongan Yang Mendapat Naungan Allah Pada Hari Qiyamat


 

Rabu, 21 Desember 2022

Lebah Madu Dan Manfaat Madu

 





Lebah Madu Hewan Yang Mendapat Wahyu

Allah Ta’ala berfirman :

وَأَوْحَىٰ رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُون

“Dan Rabb-mu telah mewahyukan kepada lebah, “Buatlah rumah-rumah di bukit-bukit dan pada pohon-pohon dan pada tempat-tempat  yang mereka (manusia) buat.” (QS. An-Nahl : 68).

     Dalam kitab tafsir Jalalain dijelaskan,

وَأَوْحَى رَبّك إلَى النَّحْل وَحْي إلْهَام

“Rabbmu mewahyukan kepada lebah berupa wahyu ilham”

     Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah berkata,

في خلق هذه النحلة الصغيرة، التي هداها الله هذه الهداية العجيبة، ويسر لها المراعي، ثم الرجوع إلى بيوتها التي أصلحتها بتعليم الله لها

“Pada penciptaan lebah yang kecil ini, Allah memberikan ilham berupa bimbingan yang ajaib. Allah memberi kemudahan bagi lebah untuk menuju padang rumput dan taman kemudian kembali ke rumah mereka yang telah mereka rancang demikian bagusnya dengan petunjuk Allah.”


Manfaat Madu Lebah ('Aslun Nahl)

     Allah Ta’ala berfirman :

ثُمَّ كُلِي مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلاً يَخْرُجُ مِن بُطُونِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاء لِلنَّاسِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” (QS. An-Nahl: 69)



     Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan,
"Allah Ta'ala berfirman :

يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ}

"Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia." (QS. An-Nahl: 69)
Maksudnya, dengan berbagai macam warnanya, ada yang putih, kuning, merah, dan warna-warna lainnya yang indah sesuai dengan tempat peternakan dan makanannya.

{فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ}

di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. (An-Nahl: 69)
Di dalam madu terdapat obat penawar yang mujarab bagi manusia untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit yang dialami mereka."

     Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

الشِّفَاءُ فِي ثَلَاثَةٍ فِي شَرْطَةِ مِحْجَمٍ أَوْ شَرْبَةِ عَسَلٍ أَوْ كَيَّةٍ بِنَارٍ وَأَنَا أَنْهَى أُمَّتِي عَنْ الْكَيِّ

“Kesembuhan itu ada pada tiga hal, yaitu : Dalam alat pembekam, meminumkan madu, atau pengobatan dengan besi panas (kayy). Dan aku melarang ummatku melakukan pengobatan dengan besi panas (kayy).” (HR. Al Bukhari)

     Dari Ibnu Mas’ud yang dikutip Ar-Razi dalam tafsirnya, “Madu adalah obat dari segala penyakit manusia, sedangkan al-Qur’an adalah obat bagi hati manusia”(Mafatih al-Ghaib/20/239). Pendapat Ibnu Mas’ud berdasarkan riwayat hadis yang dikeluarkan oleh Ibnu Majah dalam sunan-nya,

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” عَلَيْكُمْ بِالشِّفَاءَيْنِ: الْعَسَلِ، وَالْقُرْآنِ “

Hendaklah kalian menggunakan dua obat, yaitu madu dan al-Qur’an (HR. Ibnu Majah). (Sunan Ibn Majah/2/1142)

     Al-Qurthubi dalam tafsirnya mengutip pernyataan Ali bin Abi Thalib tentang kehinaan dunia yang menyatakan, “Sebaik-baik pakaian manusia adalah yang berasal dari liurnya ulat (sutera) dan sebaik-baik minuman manusia yakni liurnya lebah (madu)” (Tafsir Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an /10/135).



Manfaat Madu Lebah Bagi Manusia


     Madu adalah cairan lengket dan umumnya manis yang dihasilkan oleh lebah dari nektar bunga. Madu memiliki kandungan nutrisi yang sangat baik bagi tubuh. Keistimewaan madu sebagai obat tidak hanya bermanfaat bagi orang yang sudah telanjur sakit saja, orang yang sehat pun bisa mendapatkan manfaat darinya. Oleh karena itu, madu selain untuk penyembuh sakit juga sebagai obat pencegah sakit.

     Insya Allah diantara manfaat madu:
1. Madu kaya akan vitamin dan mineral yang baik untuk perkembangan otak.
     Madu dipercaya memiliki banyak kandungan vitamin yang bisa membuat anak semakin cerdas. Kandungan vitamin pada madu diantaranya adalah vitamin B, B2, B3 (asam pantosin), B5, B6 (pridaksin), C, K, E, dan A. Terlebih zat gula pada madu sangat dibutuhkan otak untuk melaksanakan fungsinya secara optimal.
2. Sebagai sumber energi dan menjaga stamina tubuh.
     Selain kalori, gula di madu juga mengandung zat gizi yang baik untuk tubuh.
3. Bisa mencegah anemia, karena madu berfungsi meningkatkan kadar hemoglobin.
4. Mengandung antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas.
     Senyawa fitonutrien dan vitamin pada madu merupakan antioksidan alami yang dapat menangkal radikal bebas dalam tubuh. Kandungan ini sangat berguna untuk mencegah kerusakan sel dan jaringan tubuh yang disebabkan oleh aktivitas oksidasi. Ada banyak manfaat yang bisa didapat dari kandungan madu yang satu ini, di antaranya meredakan peradangan serta mencegah diabetes, penyakit jantung, hingga kanker.
5. Meningkatkan imunitas dan daya tahan tubuh.
     Selain menangkal radikal bebas, senyawa fitonutrien yang terkandung dalam madu juga dapat memperkuat sel-sel imun dalam tubuh.
6. Madu diketahui memiliki khasiat sebagai antibakteri dan anti jamur.
7. Meredakan batuk dan flu.
     Rasa madu yang manis dapat memicu produksi air liur untuk melembapkan tenggorokan yang kering sehingga mengurangi rasa gatal di tenggorokan dan keinginan untuk batuk. Selain itu, berbagai antioksidan pada madu juga bermanfaat untuk meredakan peradangan yang bisa memicu batuk.
8. Membantu dan mempercepat penyembuhan luka.
     Madu diketahui dapat membantu menyingkirkan jaringan yang mati, membunuh bakteri yang ada pada luka, dan merangsang pembentukan kulit baru untuk menutup luka. Jenis-jenis luka yang mungkin bisa disembuhkan oleh manfaat madu adalah luka bakar, lecet, dan luka diabetes.
9.Menjaga kesehatan sistem pencernaan.
     Madu disebut sebagai prebiotik yang dapat mendukung pertumbuhan bakteri baik di dalam usus.
10.Menjaga kesehatan jantung.
     Senyawa fitonutrien pada madu diduga dapat meningkatkan kesehatan jantung dengan cara melancarkan aliran darah dan mencegah aterosklerosis. Beberapa penelitian juga membuktikan manfaat madu dalam menurunkan tekanan darah, serta mengurangi kadar kolesterol jahat dan lemak dalam darah.
11. Mengurangi gejala maag
     Penyakit maag atau gangguan pada saluran pencernaan terutama lambung sering terjadi pada sebagian orang. Kondisi tersebut membuat mereka mengalami kesakitan pada bagian perut, mual, hingga rasa nyeri dan membuat tidak nyaman.
     Pengobatan secara kimia yang berlebihan bisa menyebabkan efek samping. Sehingga tidak sedikit yang memilih untuk mengonsumsi obat herbal atau bahan alami untuk meredakan sakit maag. Salah satu bahan alami untuk mengurangi gejala tersebut yakni madu hitam. Madu memiliki sifat antibioatik sehingga bisa mengurangi rasa sakit yang disebabkan  infeksi bakteri penyebab sakit tersebut.
12. Pemanis yang Sehat
     Madu diklaim sebagai pemanis alami yang menyehatkan. Sejumlah peneliti menemukan kalau mengkonsumsi madu secukupnya dapat meningkatkan kadar adiponektin di dalam tubuh, yaitu hormon yang mengurangi peradangan dan dapat menurunkan kadar gula darah.
13. Untuk perawatan kulit
     Diantaranya untuk melembabkan kulit, mengobati jerawat dan mengilangkan bekas jerawat, mengobati bibir kering, memutihkan kulit wajah dan lain-lain.

     Manfaat madu tidak hanya  terbatas yang disebutkan di atas. Meski demikian, perlu diingat bahwa berbagai manfaat madu masih memerlukan bukti dan studi lebih lanjut agar lebih bermanfaat bagi manusia..insya Allah. Laa haula wa laa quwwata illa billah..




 

Hadits ke-18 Al Arbain : Taqwa Dan Akhlaq Mulia



 

Selasa, 20 Desember 2022

Disunnahkan Membersihkan Mulut Dan Gigi Dengan Siwak




 

     Bersiwak adalah membersihkan mulut/gigi dengan menggunakan kayu Arok atau sejenisnya. Ibnu Abdil Bar Al-Maliki rahimahullah, menyatakan :

وكان سواك القوم الأراك والبشام . وكل ما يجلو الأسنان ، ولا يؤذيها

"Siwak yang biasa dipakai oleh masyarakat dahulu adalah kayu arok dan bassyam, juga setiap benda yang dapat membersihkan gigi, dan tidak mencederainya." (Al-Istidzkar 3/272)
     Bersiwak hukumnya sunnah dilakukan pada setiap waktu berdasarkan keumuman dalam hadits ‘Aisyah, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :

السِّوَاكَ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِّ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ

“Siwak membuat bersih mulut dan mendatangkan ridho Allah” (H.R Ahmad, shahih)

Waktu Untuk Bersiwak 

     Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa siwak hukukmnya sunnah dilakukan kapanpun saja di setiap waktu. Akan tetapi ada lima keadaan yang lebih ditekankan untuk bersiwak : (1) ketika hendak shalat, (2) ketika hendak wudhu, (3) saat hendak membaca Al Qur’an, (4) saat bangun tidur, dan (5) saat ada perubahan bau mulut seperti misalnya karena lama tidak makan dan minum, memakan makan yang berbau tidak enak, lama diam, dan banyak bicara. (Lihat Syarh Shahih Muslim)

     Siwak lebih ditekankan untuk dilakukan pada kondisi berikut :

(1) Ketika wudhu
     Hal ini berdasarkan hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :

لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ وُضُوءٍ

“ Seandainya tidak memberatkan umatku, sungguh aku akan memerintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali berwudhu” (HR. Ahmad, shahih).

(2) Ketika shalat
     Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي أَوْ عَلَى النَّاسِ لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ صَلَاةٍ

“Seandainya tidak memberatkan umatku, sungguh aku akan memerintahkan mereka untuk bersiwak setiap hendak melaksanakan shalat.” (HR. Al-Bukhari).

(3) Ketika membaca Al Qur’an
     Dari Ali bin Abi Thalib radhyiallahu ‘anhu, beliau mengatakan, ‘Kami diperintahkan untuk bersiwak dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إن العبد إذا قام يصلي أتاه الملك فقام خلفه يستمع القرآن ويدنو فلا يزال يستمع ويدنو حتى يضع فاه على فيه فلا يقرأ آية إلا كانت في جوف الملك

“ Sesungguhnya seorang hamba ketika hendak mendirikan shalat datanglah malaikat padanya. Kemudian malaikat itu berdiri di belakangnya, mendengarkan bacaan Al-Qu’rannya, dan semakin mendekat padanya. Tidaklah dia berhenti dan mendekat sampai dia meletakkan mulutnya pada mulut hamba tadi. Tidaklah hamba tersebut membaca suatu ayat kecuali ayat tersebut masuk ke perut malaikat itu.” (HR. Baihaqi, shahih)

(4) Ketika masuk rumah
     Dari Al Miqdam bin Syuraih dari ayahnya, dia berkata :

سَأَلْتُ عَائِشَةَ قُلْتُ بِأَىِّ شَىْءٍ كَانَ يَبْدَأُ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا دَخَلَ بَيْتَهُ قَالَتْ بِالسِّوَاكِ

Aku bertanya pada Aisyah, “Apa yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lakukan ketika mulai memasuki rumah beliau?” Aisyah menjawab, “Bersiwak” (Muttafaqun ‘alaihi).

(5) Ketika hendak shalat malam
     Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu menceritakan,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ يَشُوصُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ

“ Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika bangun tidur di malam hari, maka beliau bersiwak.” (Muttafaqun ‘alaih, Shahih Fiqhu Sunnah)



1. Mencegah gigi berlubang dan merawat kekuatan gigi
     Manfaat ini bisa diperoleh berkat essential oil yang terkandung di dalam siwak, dan cara penggunaannya yang harus dikunyah terlebih dulu sehingga meningkatkan produksi air liur dalam mulut.
     Air liur yang dihasilkan ini dapat membantu menjaga keseimbangan pH di rongga mulut. Dengan begitu, pertumbuhan bakteri penyebab gigi berlubang dapat ditekan. Selain itu, siwak juga bisa menghambat pengeroposan gigi, sehingga turut menjaga kekuatan gigi.

2. Mencegah bau mulut dan menyegarkan napas
      Ini karena batang atau ranting siwak mengandung zat antibakteri alami yang dapat menghambat pertumbuhan kuman penyebab bau mulut.

3. Mencegah terbentuknya plak gigi
     Kandungan silika dalam siwak mampu mencegah pembentukan plak gigi. Bukan hanya itu, silika dalam siwak juga efektif untuk menghilangkan noda kuning di gigi.

4. Melindungi gusi
     Siwak mampu mencegah pembentukan plak dan pertumbuhan bakteri di antara sela gigi dan gusi sehingga mengurangi risiko terjadinya radang gusi (gingivitis).

5. Menjadi Antikanker
     Siwak memiliki beberapa kandungan antioksidan, seperti peroksidase, polifenol oksidase dan katalase yang dinilai sebagai antikanker.

6. Sebagai Analgesik Alami
     Siwak memiliki bahan aktif yang mampu mengatasi serta menghilangkan rasa sakit pada gusi akibat peradangan yang terjadi.

7. Mengobati dan Menyembuhkan Sariawan
     Banyaknya kandungan vitamin C yang dimiliki siwak, dapat memperbaiki jaringan serta luka yang terjadi pada dinding mulut. Sehingga, mampu mempercepat proses penyembuhan sariawan.

8. Meningkatkan Pertumbuhan Kolagen

Menariknya, vitamin C yang terkandung dalam siwak tidak hanya berguna untuk mempercepat proses penyembuhan sariawan. Melainkan juga berguna dalam merangsang pembentukan kolagen. Hal tersebut dikarenakan, kandungan vitamin C dalam siwak mampu menangkal radikal bebas. Dengan begitu, pembentukan pigmen melanin pada kulit menjadi terjadi terhambat, kulit menjadi lebih lentur dan terjaga kecerahannya.

Wa Allahu a'lam









Minggu, 18 Desember 2022

Cinta Dan Benci Karena Allah



 

     Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ أَحَبَّ لِلهِ وَأَبْغَضَ لِلهِ وَأَعْطَى لِلهِ وَمَنَعَ لِلهِ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ الْإِيْمَانَ

“Barang siapa mencintai karena Allah dan membenci karena Allah, memberi karena Allah dan tidak memberi juga karena Allah, sungguh telah sempurna keimanannya.” (HR. Abu Dawud no. 4681 dari sahabat Abu Umamah, disahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Shahih al-Jami’ no. 5841 dan ash-Shahihah no. 380)

     Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga bersabda :

أَوْثَقُ عُرَى الْإِيْمَانِ الْحُبُّ فِي اللهِ وَالْبُغْضُ فِي اللهِ عَزَّ وَجَلَّ

“Tali iman yang paling kokoh adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.” (HR. ath-Thabarani dalam al-Kabir no. 10531 dan 10537 dari sahabat Abdullah bin Mas’ud, dihasankan oleh asy-Syaikh al-Albani di dalam Shahih al-Jami’ no. 2537 dan ash-Shahihah no. 1728)

     Dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu , dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلَاوَةَ الْإِيْمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْأَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللهُ مِنْهُ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ

“Tiga perkara yang barang siapa ketiganya ada pada diri seseorang, niscaya dia akan merasakan manisnya iman: (1) Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya; (2) dia mencintai seseorang dan tidak mencintainya melainkan karena Allah; (3) dan dia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan dia darinya sebagaimana kebenciannya untuk dicampakkan ke dalam Neraka.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

     Begitu pula dalam hadits Abu Dzar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ أَحَبَّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ الْحُبُّ فِى اللَّهِ وَالْبُغْضُ فِى اللَّهِ

“Sesungguhnya amalan yang lebih dicintai Allah ‘azza wa jalla adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.” (HR. Ahmad 5: 146 dan Abu Daud no. 4599. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan lighoirih, dilihat dari jalur lain).

     Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu  berkata :

من أحب في الله، وأبغض في الله، ووالى في الله، وعادى في الله، فإنما تنال ولاية الله بذلك، ولن يجد عبد طعم الإيمان وإن كثرت صلاته وصومه حتى يكون كذلك. وقد صارت عامة مؤاخاة الناس على أمر الدنيا، وذلك لا يجدي على أهله شيئا.

“Siapa yang mencintai dan benci karena Allah, berteman dan memusuhi karena Allah, sesungguhnya pertolongan Allah itu diperoleh dengan demikian itu. Seorang hamba tidak adakn bisa merasakan kenikmatan iman walaupun banyak melakukan shalat dan puasa sampai dirinya berbuat demikian itu. Sungguh, kebanyakan persahabatan seseorang itu hanya dilandaskan karena kepentingan dunia. Persahabat seperti itu tidaklah bermanfaat bagi mereka.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir disebutkan dalam Kitab Tauhid Syaikh Muhammad At Tamimi)

     Al Hasan Al Bashri rahimahullah berkata :

إنَّ أحبَّ عبادِ الله إلى الله الذين يُحببون الله إلى عباده ويُحببون عباد الله إلى الله ، ويسعون في الأرض بالنصيحة

“Sesungguhnya hamba yang dicintai di sisi Allah adalah yang mencintai Allah lewat hamba-Nya dan mencintai hamba Allah karena Allah. Di muka bumi, ia pun memberi nasehat pada orang lain.” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 224).


Doa Mohon Agar Bisa Mencintai Orang yang Mencintai Allah

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُ إِلَى حُبِّكَ

Saya memohon agar dapat mencintai-Mu, mencintai orang-orang yang mencintai-Mu dan mencintai amal yang dapat mendekatkan diriku kepada cinta-Mu. (HR. Tirmidzi no. 3235 dan Ahmad 5: 243, dan Dishahihkan al-Albani).

Shalat Malam Termasuk Ciri 'Ibadurrahman Dan Kebiasaan Orang Shalih



 

Jumat, 16 Desember 2022

Bertemanlah Dengan Orang Sholih, Taqwa Dan Jujur Keimanannya


 

     Hendaknya kita selalu berupaya berteman dan berkumpul bersama orang-orang shalih, taqwa dan shodiq (jujur dalam keimanannya) sebagaimana firman Allah :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang shodiq (benar dan jujur).” (QS. At-Taubah: 119)
     Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

“Seseorang itu mengikuti diin (agama; tabiat; akhlaq) kawan dekatnya. Oleh karena itu, hendaknya seseorang di antara kalian memperhatikan siapa yang dia jadikan kawan dekat.” (HR. Abu Dawud, Silsilah ash-Shahihah no. 927)
     Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :

الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ

“Tiap orang itu akan dikumpulkan bersama orang yang ia cintai.’” (HR. Bukhari, no. 6170; Muslim, no. 2640)
     Umar bin Khathab berkata :

ما أعطي العبد بعد الإسلام نعمة خيراً من أخ صالح فإذا وجد أحدكم وداً من أخيه فليتمسك به

“Tidaklah seseorang diberikan kenikmatan setelah Islam, yang lebih baik daripada kenikmatan memiliki saudara (semuslim) yang sholih. Apabila engkau dapati salah seorang sahabat yang sholih maka peganglah erat-erat.” (Quutul Qulub 2/17)
     Hasan Al- Bashri berkata :

استكثروا من الأصدقاء المؤمنين فإن لهم شفاعة يوم القيامة

”Perbanyaklah berteman dengan orang-orang yang beriman. Karena mereka memiliki syafaat pada hari klamat.” (Ma’alimut Tanzil 4/268)

Keutamaan Memaafkan Orang Lain


 

Apa Makna Yang Benar Hadits Menikah Menyempurnakan Setengah Agama