Bersiwak adalah membersihkan mulut/gigi dengan menggunakan kayu Arok atau sejenisnya. Ibnu Abdil Bar Al-Maliki rahimahullah, menyatakan :
وكان سواك القوم الأراك والبشام . وكل ما يجلو الأسنان ، ولا يؤذيها
"Siwak yang biasa dipakai oleh masyarakat dahulu adalah kayu arok dan bassyam, juga setiap benda yang dapat membersihkan gigi, dan tidak mencederainya." (Al-Istidzkar 3/272)
Bersiwak hukumnya sunnah dilakukan pada setiap waktu berdasarkan keumuman dalam hadits ‘Aisyah, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :
السِّوَاكَ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِّ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ
“Siwak membuat bersih mulut dan mendatangkan ridho Allah” (H.R Ahmad, shahih)
Waktu Untuk Bersiwak
Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa siwak hukukmnya sunnah dilakukan kapanpun saja di setiap waktu. Akan tetapi ada lima keadaan yang lebih ditekankan untuk bersiwak : (1) ketika hendak shalat, (2) ketika hendak wudhu, (3) saat hendak membaca Al Qur’an, (4) saat bangun tidur, dan (5) saat ada perubahan bau mulut seperti misalnya karena lama tidak makan dan minum, memakan makan yang berbau tidak enak, lama diam, dan banyak bicara. (Lihat Syarh Shahih Muslim)
Siwak lebih ditekankan untuk dilakukan pada kondisi berikut :
(1) Ketika wudhu
Hal ini berdasarkan hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :
لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ وُضُوءٍ
“ Seandainya tidak memberatkan umatku, sungguh aku akan memerintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali berwudhu” (HR. Ahmad, shahih).
(2) Ketika shalat
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي أَوْ عَلَى النَّاسِ لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ صَلَاةٍ
“Seandainya tidak memberatkan umatku, sungguh aku akan memerintahkan mereka untuk bersiwak setiap hendak melaksanakan shalat.” (HR. Al-Bukhari).
(3) Ketika membaca Al Qur’an
Dari Ali bin Abi Thalib radhyiallahu ‘anhu, beliau mengatakan, ‘Kami diperintahkan untuk bersiwak dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
إن العبد إذا قام يصلي أتاه الملك فقام خلفه يستمع القرآن ويدنو فلا يزال يستمع ويدنو حتى يضع فاه على فيه فلا يقرأ آية إلا كانت في جوف الملك
“ Sesungguhnya seorang hamba ketika hendak mendirikan shalat datanglah malaikat padanya. Kemudian malaikat itu berdiri di belakangnya, mendengarkan bacaan Al-Qu’rannya, dan semakin mendekat padanya. Tidaklah dia berhenti dan mendekat sampai dia meletakkan mulutnya pada mulut hamba tadi. Tidaklah hamba tersebut membaca suatu ayat kecuali ayat tersebut masuk ke perut malaikat itu.” (HR. Baihaqi, shahih)
(4) Ketika masuk rumah
Dari Al Miqdam bin Syuraih dari ayahnya, dia berkata :
سَأَلْتُ عَائِشَةَ قُلْتُ بِأَىِّ شَىْءٍ كَانَ يَبْدَأُ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا دَخَلَ بَيْتَهُ قَالَتْ بِالسِّوَاكِ
Aku bertanya pada Aisyah, “Apa yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lakukan ketika mulai memasuki rumah beliau?” Aisyah menjawab, “Bersiwak” (Muttafaqun ‘alaihi).
(5) Ketika hendak shalat malam
Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu menceritakan,
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ يَشُوصُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ
“ Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika bangun tidur di malam hari, maka beliau bersiwak.” (Muttafaqun ‘alaih, Shahih Fiqhu Sunnah)
1. Mencegah gigi berlubang dan merawat kekuatan gigi
Manfaat ini bisa diperoleh berkat essential oil yang terkandung di dalam siwak, dan cara penggunaannya yang harus dikunyah terlebih dulu sehingga meningkatkan produksi air liur dalam mulut.
Air liur yang dihasilkan ini dapat membantu menjaga keseimbangan pH di rongga mulut. Dengan begitu, pertumbuhan bakteri penyebab gigi berlubang dapat ditekan. Selain itu, siwak juga bisa menghambat pengeroposan gigi, sehingga turut menjaga kekuatan gigi.
2. Mencegah bau mulut dan menyegarkan napas
Ini karena batang atau ranting siwak mengandung zat antibakteri alami yang dapat menghambat pertumbuhan kuman penyebab bau mulut.
3. Mencegah terbentuknya plak gigi
Kandungan silika dalam siwak mampu mencegah pembentukan plak gigi. Bukan hanya itu, silika dalam siwak juga efektif untuk menghilangkan noda kuning di gigi.
4. Melindungi gusi
Siwak mampu mencegah pembentukan plak dan pertumbuhan bakteri di antara sela gigi dan gusi sehingga mengurangi risiko terjadinya radang gusi (gingivitis).
5. Menjadi Antikanker
Siwak memiliki beberapa kandungan antioksidan, seperti peroksidase, polifenol oksidase dan katalase yang dinilai sebagai antikanker.
6. Sebagai Analgesik Alami
Siwak memiliki bahan aktif yang mampu mengatasi serta menghilangkan rasa sakit pada gusi akibat peradangan yang terjadi.
7. Mengobati dan Menyembuhkan Sariawan
Banyaknya kandungan vitamin C yang dimiliki siwak, dapat memperbaiki jaringan serta luka yang terjadi pada dinding mulut. Sehingga, mampu mempercepat proses penyembuhan sariawan.
8. Meningkatkan Pertumbuhan Kolagen
Menariknya, vitamin C yang terkandung dalam siwak tidak hanya berguna untuk mempercepat proses penyembuhan sariawan. Melainkan juga berguna dalam merangsang pembentukan kolagen. Hal tersebut dikarenakan, kandungan vitamin C dalam siwak mampu menangkal radikal bebas. Dengan begitu, pembentukan pigmen melanin pada kulit menjadi terjadi terhambat, kulit menjadi lebih lentur dan terjaga kecerahannya.
Wa Allahu a'lam
وكان سواك القوم الأراك والبشام . وكل ما يجلو الأسنان ، ولا يؤذيها
"Siwak yang biasa dipakai oleh masyarakat dahulu adalah kayu arok dan bassyam, juga setiap benda yang dapat membersihkan gigi, dan tidak mencederainya." (Al-Istidzkar 3/272)
Bersiwak hukumnya sunnah dilakukan pada setiap waktu berdasarkan keumuman dalam hadits ‘Aisyah, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :
السِّوَاكَ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِّ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ
“Siwak membuat bersih mulut dan mendatangkan ridho Allah” (H.R Ahmad, shahih)
Waktu Untuk Bersiwak
Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa siwak hukukmnya sunnah dilakukan kapanpun saja di setiap waktu. Akan tetapi ada lima keadaan yang lebih ditekankan untuk bersiwak : (1) ketika hendak shalat, (2) ketika hendak wudhu, (3) saat hendak membaca Al Qur’an, (4) saat bangun tidur, dan (5) saat ada perubahan bau mulut seperti misalnya karena lama tidak makan dan minum, memakan makan yang berbau tidak enak, lama diam, dan banyak bicara. (Lihat Syarh Shahih Muslim)
Siwak lebih ditekankan untuk dilakukan pada kondisi berikut :
(1) Ketika wudhu
Hal ini berdasarkan hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :
لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ وُضُوءٍ
“ Seandainya tidak memberatkan umatku, sungguh aku akan memerintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali berwudhu” (HR. Ahmad, shahih).
(2) Ketika shalat
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي أَوْ عَلَى النَّاسِ لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ صَلَاةٍ
“Seandainya tidak memberatkan umatku, sungguh aku akan memerintahkan mereka untuk bersiwak setiap hendak melaksanakan shalat.” (HR. Al-Bukhari).
(3) Ketika membaca Al Qur’an
Dari Ali bin Abi Thalib radhyiallahu ‘anhu, beliau mengatakan, ‘Kami diperintahkan untuk bersiwak dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
إن العبد إذا قام يصلي أتاه الملك فقام خلفه يستمع القرآن ويدنو فلا يزال يستمع ويدنو حتى يضع فاه على فيه فلا يقرأ آية إلا كانت في جوف الملك
“ Sesungguhnya seorang hamba ketika hendak mendirikan shalat datanglah malaikat padanya. Kemudian malaikat itu berdiri di belakangnya, mendengarkan bacaan Al-Qu’rannya, dan semakin mendekat padanya. Tidaklah dia berhenti dan mendekat sampai dia meletakkan mulutnya pada mulut hamba tadi. Tidaklah hamba tersebut membaca suatu ayat kecuali ayat tersebut masuk ke perut malaikat itu.” (HR. Baihaqi, shahih)
(4) Ketika masuk rumah
Dari Al Miqdam bin Syuraih dari ayahnya, dia berkata :
سَأَلْتُ عَائِشَةَ قُلْتُ بِأَىِّ شَىْءٍ كَانَ يَبْدَأُ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا دَخَلَ بَيْتَهُ قَالَتْ بِالسِّوَاكِ
Aku bertanya pada Aisyah, “Apa yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lakukan ketika mulai memasuki rumah beliau?” Aisyah menjawab, “Bersiwak” (Muttafaqun ‘alaihi).
(5) Ketika hendak shalat malam
Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu menceritakan,
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ يَشُوصُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ
“ Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika bangun tidur di malam hari, maka beliau bersiwak.” (Muttafaqun ‘alaih, Shahih Fiqhu Sunnah)
1. Mencegah gigi berlubang dan merawat kekuatan gigi
Manfaat ini bisa diperoleh berkat essential oil yang terkandung di dalam siwak, dan cara penggunaannya yang harus dikunyah terlebih dulu sehingga meningkatkan produksi air liur dalam mulut.
Air liur yang dihasilkan ini dapat membantu menjaga keseimbangan pH di rongga mulut. Dengan begitu, pertumbuhan bakteri penyebab gigi berlubang dapat ditekan. Selain itu, siwak juga bisa menghambat pengeroposan gigi, sehingga turut menjaga kekuatan gigi.
2. Mencegah bau mulut dan menyegarkan napas
Ini karena batang atau ranting siwak mengandung zat antibakteri alami yang dapat menghambat pertumbuhan kuman penyebab bau mulut.
3. Mencegah terbentuknya plak gigi
Kandungan silika dalam siwak mampu mencegah pembentukan plak gigi. Bukan hanya itu, silika dalam siwak juga efektif untuk menghilangkan noda kuning di gigi.
4. Melindungi gusi
Siwak mampu mencegah pembentukan plak dan pertumbuhan bakteri di antara sela gigi dan gusi sehingga mengurangi risiko terjadinya radang gusi (gingivitis).
5. Menjadi Antikanker
Siwak memiliki beberapa kandungan antioksidan, seperti peroksidase, polifenol oksidase dan katalase yang dinilai sebagai antikanker.
6. Sebagai Analgesik Alami
Siwak memiliki bahan aktif yang mampu mengatasi serta menghilangkan rasa sakit pada gusi akibat peradangan yang terjadi.
7. Mengobati dan Menyembuhkan Sariawan
Banyaknya kandungan vitamin C yang dimiliki siwak, dapat memperbaiki jaringan serta luka yang terjadi pada dinding mulut. Sehingga, mampu mempercepat proses penyembuhan sariawan.
8. Meningkatkan Pertumbuhan Kolagen
Menariknya, vitamin C yang terkandung dalam siwak tidak hanya berguna untuk mempercepat proses penyembuhan sariawan. Melainkan juga berguna dalam merangsang pembentukan kolagen. Hal tersebut dikarenakan, kandungan vitamin C dalam siwak mampu menangkal radikal bebas. Dengan begitu, pembentukan pigmen melanin pada kulit menjadi terjadi terhambat, kulit menjadi lebih lentur dan terjaga kecerahannya.
Wa Allahu a'lam



Komentar
Posting Komentar