Kamis, 25 Desember 2025

Bulan Rojab Termasuk "Al-Asyhur Al-Hurum", Tapi Tiada Disyari'atkan Amalan Khusus


 


Bulan Rojab Termasuk "Al-Asyhur Al-Hurum", Tapi Tiada Disyari'atkan Amalan Khusus


Bulan Rajab merupakan salah satu dari Al-Asyhur Al-Hurum (الأشهر الحرم), empat bulan harom yang dimuliakan Allah . Pada bulan-bulan ini amal-amal shalih dilipat-gandakan ganjarannya, demikian pula dosa dan kezhaliman dilipat-gandakan siksanya. Allah Ta’ala berkalam :

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةًۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ ۝٣٦

"Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan harom. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan ....." (QS. At-Taubah: 36)

Mengenai empat bulan yang dimaksud disebutkan dalam hadits dari Abu Bakroh, Nabi  bersabda,

الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadal (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679).
Jadi, empat bulan suci tersebut adalah (1) Dzulqo’dah; (2) Dzulhijjah; (3) Muharram; dan (4) Rajab. Pada bulan-bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah dan menghindari perbuatan dosa.

Selasa, 23 Desember 2025

Di Antara Doa Yang Diucapkan Ketika Ta'ziyah


Di Antara Doa Yang Diucapkan Ketika Ta'ziyah


ويقول: «إنَّ لِلَّه ما أَخَذ ولَهُ ما أَعطَى، وكلُّ شَيءٍ عِنده بِأجَل مُسمَّى فَلتَصبِر ولتَحتَسِب».

"Sesungguhnya milik Allah-lah segala yang Dia ambil, dan kepunyaan-Nya pula segala yang Dia beri, dan segala sesuatu di sisi-Nya telah ditentukan, maka hendaklah dia bersabar dan mengharap pahala dari Allah." (Shahih - HR. Al-Bukhari - Muslim)

وَإِنْ قَالَ: أَعْظَمَ اللهُ أَجْرَكَ، وَأَحْسَنَ عَزَاءَكَ وَغَفَرَ لِمَيِّتِكَ. فَحَسَنٌ.

Apabila seseorang berkata: “Semoga Allah memperbesar pahalamu dan memperbagus dalam menghiburmu dan semoga diampuni mayatmu”, adalah suatu perkataan yang baik. (Lihat Al Adzkar - An-Nawawi, hal. 126).
 


Senin, 22 Desember 2025

Sifat 'Ibadurrohman ( Hamba-hamba Ar-Rohman) QS. Al Furqon 63-76




Sifat 'Ibadurrohman ( Hamba-hamba Ar-Rohman) QS. Al Furqon 63-76

وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَرْضِ هَوْنًا وَّاِذَا خَاطَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَالُوْا سَلٰمًا ۝٦٣ وَالَّذِيْنَ يَبِيْتُوْنَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَّقِيَامًا ۝٦٤ وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَۖ اِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًاۖ ۝٦٥ اِنَّهَا سَاۤءَتْ مُسْتَقَرًّا وَّمُقَامًا ۝٦٦ وَالَّذِيْنَ اِذَآ اَنْفَقُوْا لَمْ يُسْرِفُوْا وَلَمْ يَقْتُرُوْا وَكَانَ بَيْنَ ذٰلِكَ قَوَامًا ۝٦٧ وَالَّذِيْنَ لَا يَدْعُوْنَ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَ وَلَا يَقْتُلُوْنَ النَّفْسَ الَّتِيْ حَرَّمَ اللّٰهُ اِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُوْنَۚ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ يَلْقَ اَثَامًاۙ ۝٦٨ يُّضٰعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَيَخْلُدْ فِيْهٖ مُهَانًاۙ ۝٦٩ اِلَّا مَنْ تَابَ وَاٰمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَاُولٰۤىِٕكَ يُبَدِّلُ اللّٰهُ سَيِّاٰتِهِمْ حَسَنٰتٍۗ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا ۝٧٠ وَمَنْ تَابَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَاِنَّهٗ يَتُوْبُ اِلَى اللّٰهِ مَتَابًا ۝٧١ وَالَّذِيْنَ لَا يَشْهَدُوْنَ الزُّوْرَۙ وَاِذَا مَرُّوْا بِاللَّغْوِ مَرُّوْا كِرَامًا ۝٧٢ وَالَّذِيْنَ اِذَا ذُكِّرُوْا بِاٰيٰتِ رَبِّهِمْ لَمْ يَخِرُّوْا عَلَيْهَا صُمًّا وَّعُمْيَانًا ۝٧٣ وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا ۝٧٤ اُولٰۤىِٕكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوْا وَيُلَقَّوْنَ فِيْهَا تَحِيَّةً وَّسَلٰمًاۙ ۝٧٥ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ حَسُنَتْ مُسْتَقَرًّا وَّمُقَامًا ۝٧٦

63. Dan hamba-hamba Ar-Rahman itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.

64. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Rabb mereka (maksudnya orang-orang yang sembahyang tahajud di malam hari semata-mata Karena Allah).

65. Dan orang-orang yang berkata: “Ya Rabb kami, jauhkan adzab Jahanam dari kami, Sesungguhnya adzabnya itu adalah kebinasaan yang kekal.”

66. Sesungguhnya Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.

67. Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.

68. Dan orang-orang yang tidak menyembah Ilah yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosanya.

69. (yakni) akan dilipat gandakan adzab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam adzab itu, dalam keadaan terhina.

70. Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

71. Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, Maka Sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan Taubat yang sebenar-benarnya.

72. Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.

73. Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Rabb mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang- orang yang tuli dan buta.

74. Dan orang-orang yang berkata: “Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (Kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”

75. Mereka Itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang Tinggi (dalam surga) Karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan Ucapan selamat di dalamnya.

76. Mereka kekal di dalamnya. surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman.

📖  lihat QS. Al-Furqon : 63-76

Minggu, 21 Desember 2025

Larangan dan Perintah Allah Kepada Orang-orang Mukmin QS. Ali-Imron 130-136

 



Larangan dan Perintah Allah Kepada Orang-orang Mukmin QS. Ali-Imron 130-136


يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَأْكُلُوا الرِّبٰوٓا اَضْعَافًا مُّضٰعَفَةًۖ وَّاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَۚ ۝١٣٠ وَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِيْٓ اُعِدَّتْ لِلْكٰفِرِيْنَۚ ۝١٣١ وَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَۚ ۝١٣٢ ۞ وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ ۝١٣٣ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ ۝١٣٤ وَالَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً اَوْ ظَلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَاسْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْۗ وَمَنْ يَّغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُۗ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ ۝١٣٥ اُولٰۤىِٕكَ جَزَاۤؤُهُمْ مَّغْفِرَةٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَجَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ وَنِعْمَ اَجْرُ الْعٰمِلِيْنَۗ ۝١٣٦

130. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.
131. Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan bagi orang kafir.
132. Dan taatlah kepada Allah dan Rasul (Muhammad), agar kamu diberi rahmat.
133. Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Rabb-mu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,
134. (yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan,
135. dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzhalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui.
136. Balasan bagi mereka ialah ampunan dari Rabb mereka dan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan (itulah) sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang beramal.
(QS. Ali-Imron : 130-136)

Selasa, 16 Desember 2025

Di Antara Syarat Persahabatan


 




Di Antara Syarat Persahabatan


قَالَ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ -: شَرْطُ الصُّحْبَةِ إقَالَةُ الْعَثْرَةِ، وَمُسَامَحَةُ الْعِشْرَةِ، وَالْمُوَاسَاةُ فِي الْعُسْرَةِ
📚 كتاب الآداب الشرعية والمنح المرعية ج ٣ ص ٤٧٠ - شمس الدين ابن مفلح

Ali bin Abi Thalib Radhiyaallahu'anhu berkata: "Syarat persahabatan adalah memaafkan kesalahan, bersikap lembut dalam pergaulan, dan membantu dalam kesulitan."

📚 Kitab Al-Adab Asy-Syariyah wa Al-Munih Al-Mar'iyah, jilid 3, halaman 470, karya Syamsuddin Ibn Muflih

Minggu, 14 Desember 2025

Bercermin Bukan Hanya Untuk Berdandan, Tapi Melihat Wajah Untuk Introspeksi Diri


 


Bercermin Bukan Hanya Untuk Berdandan, Tapi Melihat Wajah Untuk Introspeksi Diri



٩٠٩ - أنا عَلِيٌّ، وَعَبْدُ الْمَلِكِ، ابْنَا مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ السُّكَّرِيِّ، أنا أَبُو الْعَبَّاسِ أَحْمَدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْكِنْدِيُّ بِمَكَّةَ، نا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ الْخَرَائِطِيُّ، قَالَ: قَالَ بَعْضُ الْحُكَمَاءِ «يَنْبَغِي لِلْعَاقِلِ أَنْ يَنْظُرَ كُلَّ يَوْمٍ إِلَى وَجْهِهِ فِي الْمِرْآةِ، فَإِنْ كَانَ حَسَنًا لَمْ يَشِنْهُ بِفَعْلٍ قَبِيحٍ، وَإِنْ كَانَ قَبِيحًا لَمْ يَجْمَعْ بَيْنَ قَبِيحَيْنِ»
كتاب الجامع لأخلاق الراوي وآداب السامع للخطيب البغدادي  ج ١ ص ٣٩٠ - الخطيب البغدادي

909 - Kami Ali dan Abd al-Malik, putra-putra Muhammad bin Abdullah al-Sukkari, diberitahu oleh Abu al-Abbas Ahmad bin Ibrahim al-Kindi di Makkah, diberitahu oleh Muhammad bin Ja'far al-Khara-ithi, dia berkata: "Salah seorang al-hukama' (orang bijak) berkata: 'Sebaiknya orang yang berakal (cerdas) setiap hari melihat wajahnya di cermin. Jika wajahnya baik (rupawan), janganlah dia menodainya dengan perbuatan yang buruk. Jika wajahnya jelek, janganlah dia mengumpulkan dua kejelekan.'"
📚 Kitab al-Jami' li Akhlaq al-Rawi wa Adab al-Sami' oleh al-Khathib al-Baghdadi, jilid 1, halaman 390)

Nasihat dari "salah seorang hukama'" ini untuk mengajarkan pentingnya menjaga dan memperbaiki akhlaq. Jika wajahnya rupawan, maka hendaknya tidak dirusak atau dinodai akhlaq yang buruk atau dosa. Jika wajahnya buruk, maka jangan menambah "keburukan" tersebut dengan keburukan akhlaq. Karena akhlaq yang baik jauh lebih berharga dan abadi daripada sekadar rupa fisik.

Minggu, 07 Desember 2025

Kebahagiaan Haqiqiyyah ( Yang Sebenarnya )


 


Kebahagiaan Haqiqiyyah ( Yang Sebenarnya )


السعادة الحقيقية هي سعادة نفسانية روحية قلبية، وهي سعادة العلم النافع وثمرته، فإنها هي الباقية على تقلب الأحوال والمصاحبة للعبد في جميع أسفاره، وفي دوره الثلاثة ؛ أعني دار الدنيا ، ودار البرزخ ، ودار القرار.
كتاب مفتاح دار السعادة ومنشور ولاية العلم والإرادة - ط العلمية ج ١ ص ١٠٨ - ابن القيم

"Kebahagiaan yang sebenarnya adalah kebahagiaan jiwa, ruh, dan hati. Dan itu adalah kebahagiaan yang disebabkan oleh ilmu yang bermanfaat dan buahnya.

Sesungguhnya kebahagiaan inilah yang akan tetap ada di setiap perubahan kondisi dan akan selalu menyertai seorang hamba di seluruh perjalanan hidupnya dan di tiga negeri yang dilaluinya yaitu negeri dunia, negeri barzakh (alam kubur), dan negeri kekekalan (akhirat)."

📚 Miftah Daris Sa`adah (1/108)
Kitab Miftah Daris -Sa'adah wa Manshur Wilayat al-Ilm wa al-Ir'adah, jilid 1, halaman 108, karya Ibn al-Qayyim

Minggu, 30 November 2025

Dua Hal Yang Dapat Membinasakan Manusia


 


Dua Hal Yang Dapat Membinasakan Manusia



عن علي بن عبد الحميد قال سمعت محمد بن ابي الورد يقول هلاك الناس في حرفين اشتغال بنافلة وتضييع فريضة وعمل بالجوارج بلا مواطاة القلب عليه وانما منعوا الوصول بتضييع الاصول.
كتاب صفة الصفوة  ج ١ ص ٥٠٧ - ابن الجوزي

Dari 'Ali bin 'Abd al-Hamid, dia berkata: Aku mendengar Muhammad bin Abi al-Ward berkata: "Kebinasaan manusia terletak pada dua hal: (1) menyibukkan diri dengan amalan sunnah dan meninggalkan faridhoh (amalan wajib/kewajiban), serta (2) beramal dengan anggota badan tanpa disertai kehadiran hati. Sesungguhnya mereka dicegah untuk mencapai (kedudukan yang tinggi) karena mereka meninggalkan pokok-pokok (ibadah)."

📚 Kitab Shifat Ash-Shafwa, jilid 1, halaman 507, karya Ibn al-Jauzi

Rabu, 19 November 2025

Hanya Sekedar Pemberitahuan


 

Hanya Sekedar Pemberitahuan


Barangsiapa yang menjalin hubungan dengannya, insya Allah jika kelak mereka mati lebih dulu daripada aku, maka diriku tidak ingin mensholati ataupun masuk rumah mereka.
Sebagaimana Malik bin Dinar rahimahullah menyampaikan perumpamaan

النَّاسُ أَجْنَاسٌ كَأَجْنَاسِ الطَّيْرِ الْحَمَامُ مَعَ الْحَمَامِ وَالْغُرَابُ مَعَ الْغُرَابِ وَالْبَطُّ مَعَ الْبَطِّ وَالصَّعْوُ مَعَ الصَّعْوِ وَكُلُّ إِنْسَانٍ مَعَ شِكْلِهِ

“Manusia berjenis-jenis sebagaimana berjenis-jenisnya burung. Burung merpati dengan burung merpati, burung gagak dengan burung gagak, bebek dengan bebek, burung Regulus dengan burung Regulus. Begitu juga setiap orang akan bersama yang setipe dengannya.” (Al-Ibanah al-Kubra 512)

" الْجَزَاءُ مِنْ جِنْسِ الْعَمَلِ "

وَلَا تَحْسَبَنَّ اللّٰهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظّٰلِمُوْنَ ەۗ اِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيْهِ الْاَبْصَارُۙ ۝٤٢

"Dan janganlah engkau mengira, bahwa Allah lengah dari apa yang diperbuat oleh orang yang zhalim. Sesungguhnya Allah menangguhkan mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak," (QS. Ibrahim : 42)

وَلِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ لِيَجْزِيَ الَّذِيْنَ اَسَاۤءُوْا بِمَا عَمِلُوْا وَيَجْزِيَ الَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا بِالْحُسْنٰىۚ ۝٣١

"Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. (Dengan demikian) Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan dan Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga)." (QS. An-Najm : 31)


Selasa, 18 November 2025

Ancaman Kehidupan Sempit Dan Buta Atas Orang Yang Berpaling Dari Peringatan Allah


 

Ancaman Kehidupan Sempit Dan Buta Atas Orang Yang Berpaling Dari Peringatan Allah


وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى ۝١٢٤ قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِيْٓ اَعْمٰى وَقَدْ كُنْتُ بَصِيْرًا ۝١٢٥ قَالَ كَذٰلِكَ اَتَتْكَ اٰيٰتُنَا فَنَسِيْتَهَاۚ وَكَذٰلِكَ الْيَوْمَ تُنْسٰى ۝١٢٦

124. Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta."
125. Dia berkata, “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau kumpulkan aku dalam keadaan buta, padahal dahulu aku dapat melihat?”
126. Dia (Allah) berkalam, “Demikianlah, dahulu telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, dan kamu mengabaikannya, jadi begitu (pula) pada hari ini kamu diabaikan.”
(QS. Thaha : 124 -126)


Senin, 17 November 2025

Perkara Yang Bisa Menguatkan Seorang Hamba Dan Memudahkan Urusannya


 

Perkara Yang Bisa Menguatkan Seorang Hamba Dan Memudahkan Urusannya



قال شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله : ".... ؛ لِأَنَّ الِاسْتِعَانَةَ بِاَللَّهِ وَالتَّوَكُّلَ عَلَيْهِ واللجأ إلَيْهِ وَالدُّعَاءَ لَهُ هِيَ الَّتِي تُقَوِّي الْعَبْدَ وَتُيَسِّرُ عَلَيْهِ الْأُمُورَ. وَلِهَذَا قَالَ بَعْضُ السَّلَفِ: مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَكُونَ أَقْوَى النَّاسِ فَلْيَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ" ( من كتاب مجموع الفتاوى ١٠\٣٢-٣٣ )

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata : ".... karena Al-Isti'anah (meminta pertolongan) kepada Allah, tawakal kepada-Nya, kembali kepada-Nya, dan berdoa kepada-Nya adalah hal-hal yang dapat memperkuat seorang hamba dan memudahkan urusannya. Oleh karena itu, sebagian ulama As-Salaf berkata: 'Barangsiapa yang ingin menjadi orang yang paling kuat, maka hendaklah ia tawakal (berserah diri) kepada Allah.'" (lihat Majmu' Al-Fatawa 10/32-33)

Jumat, 07 November 2025

QS. Al-Kafirun - الكٰفرون ( Orang-Orang Kafir ) 6 Ayat


 

QS. Al-Kafirun - الكٰفرون ( Orang-Orang Kafir ) 6 Ayat


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 

قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ ۝١ لَآ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَۙ ۝٢ وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۚ ۝٣ وَلَآ اَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْۙ ۝٤ وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۗ ۝٥ لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ ۝٦

1. Katakanlah (Muhammad), “Wahai orang-orang kafir!
2. aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah,
3. dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah,
4. dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,
5. dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah.
6. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.”


Senin, 03 November 2025

Nikmat Sehat dan Al-Farogh ( Waktu Luang ) yang Sering Membuat Manusia Tertipu


 

Nikmat Sehat dan Al-Farogh ( Waktu Luang ) yang Sering Membuat Manusia Tertipu
     

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : «نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالفَرَاغُ».  
(صحيح -  رواه البخاري - صحيح البخاري - 6412)

Ibnu 'Abbās  radhiyallāhu 'anhumā meriwayatkan, Nabi ﷺ bersabda, "Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu pada keduanya, yakni kesehatan dan waktu luang."  
(Shahih -  HR. Al-Bukhari - Shahih Al-Bukhari - 6412)

Nabi ﷺ mengabarkan bahwa ada dua di antara nikmat besar Allah pada manusia yang banyak orang merugi pada keduanya karena mereka menggunakannya bukan pada tempatnya. Orang yang mendapatkan nikmat kesehatan dan waktu luang, lalu sifat malas mengalahkan mereka untuk melakukan ketaatan adalah orang yang rugi. Ini adalah keadaan kebanyakan manusia. Sebaliknya, jika ia menggunakan waktu luang dan kesehatannya dalam ketaatan kepada Allah, maka ia adalah orang yang beruntung.