Bercermin Bukan Hanya Untuk Berdandan, Tapi Melihat Wajah Untuk Introspeksi Diri


 


Bercermin Bukan Hanya Untuk Berdandan, Tapi Melihat Wajah Untuk Introspeksi Diri



٩٠٩ - أنا عَلِيٌّ، وَعَبْدُ الْمَلِكِ، ابْنَا مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ السُّكَّرِيِّ، أنا أَبُو الْعَبَّاسِ أَحْمَدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْكِنْدِيُّ بِمَكَّةَ، نا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ الْخَرَائِطِيُّ، قَالَ: قَالَ بَعْضُ الْحُكَمَاءِ «يَنْبَغِي لِلْعَاقِلِ أَنْ يَنْظُرَ كُلَّ يَوْمٍ إِلَى وَجْهِهِ فِي الْمِرْآةِ، فَإِنْ كَانَ حَسَنًا لَمْ يَشِنْهُ بِفَعْلٍ قَبِيحٍ، وَإِنْ كَانَ قَبِيحًا لَمْ يَجْمَعْ بَيْنَ قَبِيحَيْنِ»
كتاب الجامع لأخلاق الراوي وآداب السامع للخطيب البغدادي  ج ١ ص ٣٩٠ - الخطيب البغدادي

909 - Kami Ali dan Abd al-Malik, putra-putra Muhammad bin Abdullah al-Sukkari, diberitahu oleh Abu al-Abbas Ahmad bin Ibrahim al-Kindi di Makkah, diberitahu oleh Muhammad bin Ja'far al-Khara-ithi, dia berkata: "Salah seorang al-hukama' (orang bijak) berkata: 'Sebaiknya orang yang berakal (cerdas) setiap hari melihat wajahnya di cermin. Jika wajahnya baik (rupawan), janganlah dia menodainya dengan perbuatan yang buruk. Jika wajahnya jelek, janganlah dia mengumpulkan dua kejelekan.'"
📚 Kitab al-Jami' li Akhlaq al-Rawi wa Adab al-Sami' oleh al-Khathib al-Baghdadi, jilid 1, halaman 390)

Nasihat dari "salah seorang hukama'" ini untuk mengajarkan pentingnya menjaga dan memperbaiki akhlaq. Jika wajahnya rupawan, maka hendaknya tidak dirusak atau dinodai akhlaq yang buruk atau dosa. Jika wajahnya buruk, maka jangan menambah "keburukan" tersebut dengan keburukan akhlaq. Karena akhlaq yang baik jauh lebih berharga dan abadi daripada sekadar rupa fisik.

Komentar