Sabtu, 11 Januari 2025

Hasad Bisa Menyebabkan Seseorang Menolak Al-Haqq ( Kebenaran )


 

Hasad Bisa Menyebabkan Seseorang Menolak Al-Haqq ( Kebenaran )


قال ابن تيمية رحمه الله : "فَإِنَّ الْإِنْسَانَ قَدْ يَعْرِفُ أَنَّ الْحَقَّ مَعَ غَيْرِهِ وَمَعَ هَذَا يَجْحَدُ ذَلِكَ لِحَسَدِهِ إيَّاهُ أَوْ لِطَلَبِ عُلُوِّهِ عَلَيْهِ أَوْ لِهَوَى النَّفْسِ وَيَحْمِلُهُ ذَلِكَ الْهَوَى عَلَى أَنْ يَعْتَدِيَ عَلَيْهِ وَيَرُدَّ مَا يَقُولُ بِكُلِّ طَرِيقٍ وَهُوَ فِي قَلْبِهِ يَعْلَمُ أَنَّ الْحَقَّ مَعَهُ"
من كتاب: مجموع الفتاوى ٧\١٩١ - ابن تيمية

✍🏼  Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata :
“Seseorang sering kali mengetahui al-haqq (kebenaran) ada pada orang lain, namun dia menentangnya karena hasad (dengki) kepadanya, atau ingin mengalahkannya, atau karena hawa nafsu, dan hawa nafsu tersebut menyeretnya untuk berbuat jahat kepadanya dan menolak semua yang dia ucapkan dengan segala cara, padahal dalam hatinya dia mengetahui bahwa kebenaran bersama orang yang dia dengki itu.”
📚   lihat Majmu’ Al-Fatawa 7/191


Jumat, 10 Januari 2025

Meraih Kegembiraan Haqiqi Dengan Karunia Allah Dan Rahmat-Nya


 


Meraih Kegembiraan Haqiqi Dengan Karunia Allah Dan Rahmat-Nya


يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاۤءَتْكُمْ مَّوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَاۤءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوْرِۙ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ ۝٥٧ قُلْ بِفَضْلِ اللّٰهِ وَبِرَحْمَتِهٖ فَبِذٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوْاۗ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ ۝٥٨

57. Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur'an) dari Rabb-mu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.
58. Katakanlah (Muhammad), “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.”  (QS. Yunus : 57-58)

      ”Karunia Allâh” dalam ayat ini ditafsirkan oleh para Ulama ahli tafsir dengan “keimanan”, sedangkan “Rahmat Allâh” ditafsirkan dengan “Al-Qur’ân”. Keduanya adalah ilmu yang bermanfaat dan amalan shaloh, sekaligus keduanya merupakan petunjuk dan agama yang benar (yang dibawa oleh Rasûlullâh ).

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ۝٩٧

97. Barangsiapa mengerjakan amal shalih (kebajikan), baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. An-Nahl : 97)

Kamis, 09 Januari 2025

Cara Bertaubat Sesuai Jenisnya


 

Cara Bertaubat Sesuai Jenisnya


روى أبو المليح ، عن ميمون : من أساء سرا ، فليتب سرا ، ومن أساء علانية ، فليتب علانية ، فإن الناس يعيرون ولا يغفرون ، والله يغفر ولا يعير .
سير أعلام النبلاء ج ٥ صفحة ٧٥ - الذهبي - شمس الدين محمد بن أحمد بن عثمان الذهبي

✍🏼  Maimun bin Mihran rahimahullah berkata:

من أساء سرا فليتب سرا، ومن أساء علانية فليتب علانية، فإن الناس يُعيرون ولا يغفرون، والله يغفر ولا يُعير.

“Siapa yang melakukan keburukan (maksiat/dosa) secara sembunyi-sembunyi maka hendaklah dia bertaubat secara sembunyi-sembunyi pula, dan siapa yang melakukan keburukan (maksiat/dosa) secara terang-terangan (di depan umum) maka hendaklah dia bertaubat secara terang-terangan (di depan umum) pula. Karena sesungguhnya manusia suka mencela dan berat untuk memaafkan, sedangkan Allah suka mengampuni dan tidak suka mencela.”

📚  lihat Siyar A’lam An-Nubala’, jilid 5 hlm. 75


Rabu, 08 Januari 2025

Seandainya Kalian Tahu Pahala Ucapan " جَزَاكَ اللّهُ خَيْرًا "


 

Seandainya Kalian Tahu Pahala Ucapan
" جَزَاكَ اللّهُ خَيْرًا "

٢٦٥١٩ - حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ، عَنْ طَلْحَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ كَرِيزٍ، قَالَ: قَالَ عُمَرُ: " لَوْ يَعْلَمُ أَحَدُكُمْ مَا لَهُ فِي قَوْلِهِ لِأَخِيهِ: جَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا، لَأَكْثَرَ مِنْهَا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ "
نام کتاب : مصنف ابن أبي شيبة نویسنده : ابن أبي شيبة، أبو بكر    جلد : ٥  صفحه : ٣٢٢

✍🏼  Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu berkata :
“Kalau sekiranya salah seorang dari kalian mengetahui pahala yang ada pada ucapan seseorang kepada saudaranya جَزَاكَ اللّهُ خَيْرًا (Jazakallahu khairan) “semoga Allah membalasmu dengan kebaikan”
Pasti kalian akan saling memperbanyak kalimat (do’a) tersebut kepada sebagian yang lain.”

📚  lihat Mushannaf Ibnu Abi Syaibah


Nasihat Bagi Lisan Sebelum Berucap Agar Digunakan Untuk Perkara Yang Bermanfaat


 

Nasihat Bagi Lisan Sebelum Berucap Agar Digunakan Untuk Perkara Yang Bermanfaat


وقال محمد بن عجلان : إنما الكلام أربعة : أن تذكر الله ، وتقرأ القرآن ، وتسأل عن علم فتخبر به ، أو تكلم فيما يعنيك من أمر دنياك .
(جامع العلوم والحكم ١\٣٤٠ - ابن رجب الحنبلي)

✍🏼  Muhammad bin Ajlan Rahimahullah berkata : 

انما الكلام اربعت : ان تذ كر الله ، وتقرأ القرآن ، وتسئل عن علم فتخبر به ، أو تگلم فيما يعنيك من امر الدنيا 

“Sesungguhnya berbicara itu hanya untuk empat hal, yaitu : (1) kamu dzikir kepada Allah, (2) kamu membaca Al-Qur’an, (3) kamu ditanya tentang satu ilmu kemudian kamu jawab, (4) dan kamu berbicara tentang perkara yang bermanfaat dari urusan dunia.”

📚  Jami’ Al-Ulum wa Al-Hikam 1/340


Selasa, 07 Januari 2025

Seseorang Itu Tergantung Agama "خليل" ( Teman Akrabnya )


 


Seseorang Itu Tergantung Agama "خليل" ( Teman Akrabnya )



عن أبي هريرة رضي الله عنه أَن النبيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ:
«الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُر أَحَدُكُم مَنْ يُخَالِل».  
(حسن - رواه أبو داود والترمذي وأحمد - سنن أبي داود: 4833)

✍🏼  Dari Abu Hurairah radhiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda,
"Seseorang itu tergantung agama khalil (teman akrabnya). Oleh karena itu, hendaklah kalian memperhatikan siapa yang dijadikan sebagai teman akrab."  
(Hasan - HR. Abu Daud, At-Tirmidzi, dan Ahmad - Sunan Abu Daud - 4833)

     Nabi ﷺ menerangkan bahwa seseorang menyerupai teman dan rekan dekatnya dalam keseharian dan kebiasaannya. Pertemanan memiliki pengaruh terhadap akhlak dan perilaku. Oleh sebab itu, beliau memberikan arahan agar pintar memilih teman karena ia akan membawa temannya pada keimanan dan kebaikan serta menjadi daya dukung bagi temannya. 

Ilmu Yang Tidak Bermanfaat Justru Akan Merugikan


 

Ilmu Yang Tidak Bermanfaat Justru Akan Merugikan 


قال ابن السماك رحمه الله : كم من شيء إذا لم ينفع لم يضر، ولكن العلم إذا لم ينفع ضرّ. (سير أعلام النبلاء ٨\٣٢٩)

✍🏼  Ibnus Sammak rahimahullah berkata :

كم من شيء إذا لم ينفع لم يضر، لكن العلم إذا لم ينفع ضر.

“Betapa banyak sesuatu yang jika dia tidak bermanfaat dia tidak merugikan, akan tetapi ilmu jika tidak bermanfaat maka dia akan merugikan.”

📚  lihat Siyar A’lam An-Nubala’ 8 : 329

Senin, 06 Januari 2025

Tiga Perkara Yang Termasuk Kesabaran


 


Tiga Perkara Yang Termasuk Kesabaran


﴿فَصَبْرٌ جَمِيلٌ﴾

".... maka hanya bersabar itulah yang terbaik (bagiku), ...." (QS. Yusuf : 18)

وَقَالَ عَبْدُ الرَّزَّاقِ: قَالَ الثَّوْرِيُّ عَنْ بَعْضِ أَصْحَابِهِ أَنَّهُ قَالَ: ثَلَاثٌ مِنَ الصَّبْرِ: أَلَّا تُحَدِّثَ بِوَجَعِكَ، وَلَا بِمُصِيبَتِكَ، وَلَا تُزَكِّيَ نَفْسَكَ . (تفسير ابن كثير)

Abdur Razzaq mengatakan bahwa Ats-Tsauri telah meriwayatkan dari beberapa sahabatnya yang mengatakan, “Tiga perkara yang termasuk kesabaran : (1) Kamu tidak menceritakan tentang sakitmu, (2) Tidak pula tentang musibahmu, (3) Dan kamu tidak mensucikan (memuji) dirimu sendiri.” (lihat Tafsir Ibnu Katsir).

Waspadalah dari Sifat Asy-Syuh ( Kikir ) Agar Engkau Muflih ( Beruntung )


 


Waspadalah dari Sifat Asy-Syuh ( Kikir ) Agar Engkau Muflih ( Beruntung )


Nabi pernah bersabda,

وَإِيَّاكُمْ وَالشُّحَّ، فَإِنَّ الشُّحَّ أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ: أَمَرَهُمْ بِالْقَطِيعَةِ فَقَطَعُوا، وَأَمَرَهُمْ بِالْبُخْلِ فَبَخِلُوا، وَأَمَرَهُمْ بِالْفُجُورِ فَفَجَرُوا

“Waspadalah dengan sifat ‘syuh’ (tamak lagi kikir) karena sifat ‘syuh’ yang membinasakan orang-orang sebelum kalian. Sifat itu memerintahkan mereka untuk bersifat bakhil (pelit), maka mereka pun bersifat bakhil. Sifat itu memerintahkan mereka untuk memutuskan hubungan kekerabatan, maka mereka pun memutuskan hubungan kekerabatan. Dan Sifat itu memerintahkan mereka berbuat dosa, maka mereka pun berbuat dosa” (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Hadits Shohih )

.... وَمَنْ يُّوْقَ شُحَّ نَفْسِهٖ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَۚ ۝٩

9. ..... Dan siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. ((QS.al-Hasyr : 9)


Minggu, 05 Januari 2025

Apabila Tiga Nikmat Ini Terkumpul pada Diri Kalian di Pagi Hari


 

Apabila Tiga Nikmat Ini Terkumpul pada Diri Kalian di Pagi Hari

عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ مِحْصَنٍ الْأَنْصَارِيِّ رَضيَ اللهُ عنهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
«مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ مُعَافى فِي جَسَدِهِ، آمِنًا فِي سِرْبِهِ، عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ، فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا».  
( حسن - رواه الترمذي وابن ماجه - سنن ابن ماجه: 4141 )

Dari 'Ubaidullāh bin Mihshan al-Anshariy radhyallāhu 'anhu meriwayatkan : Rasulullah ﷺ bersabda,
"Siapa di antara kalian ketika pagi merasakan sehat jasad/jasmaninya, menemukan rasa aman pada dirinya, dan memiliki makanan pokok hari itu, maka seakan-akan seluruh dunia ini telah diberikan kepadanya."  
( Hasan - HR. Tirmizi dan Ibnu Majah - Sunan Ibnu Majah : 4141 )


Sabtu, 04 Januari 2025

Hakikat Orang 'Alim ( Yang Berilmu )


Hakikat Orang 'Alim ( Yang Berilmu )


قال الإمام ابن القيم رحمه الله :
فَالْعَالِمُ بِالْحَقِّ الْعَامِلُ بِهِ هُوَ الْمُنْعَمُ عَلَيْهِ، وَهُوَ الَّذِي زَكَّى نَفْسَهُ بِالْعِلْمِ النَّافِعِ وَالْعَمَلِ الصَّالِحِ، وَهُوَ الْمُفْلِحُ {قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا} [الشمس: ٩] وَالْعَالِمُ بِهِ الْمُتَّبِعُ هَوَاهُ هُوَ الْمَغْضُوبُ عَلَيْهِ، 
مدارج السالكين - ط الكتاب العربي ج ١ ص ٣٤ -  ابن القيم

✍🏼  Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan :
"Orang yang benar-benar berilmu ('alim) adalah orang yang mengamalkannya dialah orang yang Allah berikan kenikmatan padanya dan dialah orang yang menyucikan dirinya dengan ilmu yang bermanfaat dan amalan shalih dan dialah orang yang beruntung. Allah Ta'ala berkalam :{قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّىٰهَا} "Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu" (QS.Asy Syams 91:9)
Dan orang yang 'alim (berilmu) lalu menuruti hawa nafsunya, Dia Yang Murka atasnya."

📚 lihat Madarijus Salikiin 1/34.


 

Jumat, 03 Januari 2025

Keadaan Para As-Salaf Pada Waktu Sore Hari Jum'at


 

Keadaan Para As-Salaf Pada Waktu Sore Hari Jum'at


قال ابن القيم رحمه الله : وَكَانَ سَعِيدُ بْنُ جُبَيْرٍ إِذَا صَلَّى الْعَصْرَ لَمْ يُكَلِّمْ أَحَدًا حَتَّى تَغْرُبَ الشَّمْسُ، وَهَذَا هُوَ قَوْلُ أَكْثَرِ السَّلَفِ، وَعَلَيْهِ أَكْثَرُ الْأَحَادِيثِ. 
كتاب زاد المعاد في هدي خير العباد - ت الرسالة الثاني ج ١ ص ٣٨٢ - ابن القيم

✍🏼  Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :
"Dahulu Sa'id bin Jubair rahimahullah jika telah melaksanakan shalat ashar (pada hari jumat), ia tidak berbicara dengan seorangpun sampai matahari terbenam ( ia sibuk berdoa). Ini adalah perkataan sebagian besar As-Salaf, dan itu didasarkan pada lebih banyak  hadits."

📚  lihat Zadul Ma'ad (1/382)




Ba'da Ashar Jum'at, 3 Rojab 1446 H (03-01-2025 M)

Kamis, 02 Januari 2025

Jangan Berlebih-lebihan Dalam Makan dan Minum


 

Jangan Berlebih-lebihan Dalam Makan dan Minum


Allah  Ta'ala berkalam :

 يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ ۝٣١

31. Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. (QS. Al-A'raf : 31)

عن المِقْدَام بن مَعْدِي كَرِبَ رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: «ما مَلَأ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا من بطن، بِحَسْبِ ابن آدم أُكُلَاتٍ يُقِمْنَ صُلْبَه،ُ فإن كان لا مَحَالةَ، فَثُلُثٌ لطعامه، وثلث لشرابه، وثلث لِنَفَسِهِ».  (صحيح - رواه الترمذي وابن ماجه وأحمد)

Dari Al-Miqdām bin Ma'dikarib radhiyallāhu 'anhu secara marfū', "Tidaklah manusia memenuhi wadah yang lebih buruk dari perutnya. Cukuplah bagi anak Adam itu beberapa suap yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Jika memang harus melebihi itu, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya dan sepertiga untuk nafasnya."  
(Hadits shahih - Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, Ibnu Mājah, dan Ahmad)