Selasa, 08 Oktober 2024

Lima Tabiat Orang Jahil


 


Lima Tabiat Orang Jahil


     Ibnu Abdil Barr rahumahullah dalam kitab Bahjatul Majalis menyebutkan :

خمسة من طبيعة الجهال : الغضب في غير شيء والعطاء في غير حق وإتعاب البدن في الباطل وقلة معرفة الرجل لصديقه من عدوه وتضييعه لسره

“Ada 5 tabiat (karakter) orang jahil : (1) Marah tanpa sebab; (2) Memberi kepada yang tidak berhak; (3) Melelahkan badan dengan kebatilan; (4) Minimnya pengetahuan antara siapa kawan dan lawan; (5) Menyia-nyiakan rahasia.” 

Senin, 07 Oktober 2024

Orang Berakal Ketika Melihat Keagungan Ciptaan Allah


 


Orang Berakal Ketika Melihat Keagungan Ciptaan Allah


اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الْاَلْبَابِۙ ۝١٩٠ الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ۝١٩١

190. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal,
191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Rabb kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka. (QS. Ali Imran : 190-191)

Minggu, 06 Oktober 2024

Cahaya Ilmu Itu Lebih Indah Daripada Matahari Dan Rembulan


 

Cahaya Ilmu Itu Lebih Indah Daripada Matahari Dan Rembulan


 قـَالَ الإِمَامُ ابنُ القَيِّم -رَحِمَهُ الله- : « ولو صُوِّر العلمُ صورةً ، لكانت أجملَ من صورة الشمس والقمر » .
"روضة المحبين" صـ (201)

Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata :
"Seandainya ilmu itu memiliki rupa niscaya rupanya jauh lebih indah dari pada Matahari, dan Bulan." (lihat Raudhatul Muhibbin 201)

Pada Hari Qiyamat Ada Wajah Yang Putih Berseri Dan Ada Wajah Yang Hitam Muram


 


Pada Hari Qiyamat Ada Wajah Yang Putih Berseri Dan Ada Wajah Yang Hitam Muram

Pada Hari Qiyamat Wajah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Berbeda Dengan Wajah Ahlul Bid'ah Wal Furqoh

وَقَوْلُهُ تَعَالَى: ﴿يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ﴾ يَعْنِي: يَوْمَ الْقِيَامَةِ، حِينَ تَبْيَضُّ وُجُوهُ أَهْلِ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ، وَتَسْوَدُّ وُجُوهُ أَهْلِ البِدْعَة وَالْفُرْقَةِ، قَالَهُ ابْنُ عَبَّاسٍ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا(١٠) .

     Allah Ta’ala berkalam :

يَّوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوْهٌ وَّتَسْوَدُّ وُجُوْهٌ ۚ

"pada hari itu ada wajah yang putih berseri, dan ada pula wajah yang hitam muram. ..." (QS. Ali ‘Imran : 106).

     Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma menafsirkan ayat ini dengan mengatakan,

يَعْنِي: يَوْمَ الْقِيَامَةَ، حِيْنَ تَبْيَضُّ وُجُوْهُ أَهْلِ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ، وَتَسْوَدُّ وُجُوْهُ أَهْلِ الْبِدْعَةِ وَالُفُرُقَةِ

“Yaitu hari kiamat… ketika wajah Ahlus Sunnah wal Jama’ah putih berseri, sedangkan wajah Ahlul Bid’ah wal Furqah hitam legam.” (lihat Tafsir Ibnu Katsir)

Kamis, 03 Oktober 2024

Shodaqoh ( Menginfaqkan Harta ) Di Jalan Allah Ibarat Menabung Untuk Diri Sendiri


 


Shodaqoh ( Menginfaqkan Harta ) Di Jalan Allah Ibarat Menabung Untuk Diri Sendiri


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا بَيْعٌ فِيهِ

“Hai orang-orang yang beriman, infaq-kan (di jalan Allah) sebagian dari rezki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli” (QS. Al Baqarah : 254)

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ ۝٢٦١

Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui. (surah Al-Baqarah ayat 261)

     Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa ada seseorang yang menemui Nabi , lalu ia berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الصَّدَقَةِ أَعْظَمُ أَجْرًا قَالَ « أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ ، تَخْشَى الْفَقْرَ وَتَأْمُلُ الْغِنَى ، وَلاَ تُمْهِلُ حَتَّى إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ قُلْتَ لِفُلاَنٍ كَذَا ، وَلِفُلاَنٍ كَذَا ، وَقَدْ كَانَ لِفُلاَنٍ »

“Wahai Rasulullah, sedekah yang mana yang lebih besar pahalanya?” Beliau menjawab, “Engkau bersedekah pada saat kamu masih sehat, saat kamu takut menjadi fakir, dan saat kamu berangan-angan menjadi kaya. Dan janganlah engkau menunda-nunda sedekah itu, hingga apabila nyawamu telah sampai di tenggorokan, kamu baru berkata, “Untuk si fulan sekian dan untuk fulan sekian, dan harta itu sudah menjadi hak si fulan.” (Muttafaqun ‘alaih)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَبَقَ دِرْهَمٌ مِائَةَ أَلْفِ دِرْهَمٍ قَالُوا وَكَيْفَ قَالَ كَانَ لِرَجُلٍ دِرْهَمَانِ تَصَدَّقَ بِأَحَدِهِمَا وَانْطَلَقَ رَجُلٌ إِلَى عُرْضِ مَالِهِ فَأَخَذَ مِنْهُ مِائَةَ أَلْفِ دِرْهَمٍ فَتَصَدَّقَ بِهَا

     Dari Abu Hurairah, Nabi bersabda, “Satu dirham dapat mengungguli seratus ribu dirham“. Lalu ada yang bertanya, “Bagaimana itu bisa terjadi wahai Rasulullah?” Beliau jelaskan, “Ada seorang yang memiliki dua dirham lalu mengambil satu dirham untuk dishadaqahkan. Ada pula seseorang memiliki harta yang banyak sekali, lalu ia mengambil dari kantongnya seratus ribu dirham untuk dishadaqahkan.” (HR. An Nasai no. 2527 dan Imam Ahmad 2: 379. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Selasa, 01 Oktober 2024

Biasakan Diri Kalian Mengatakan Dan Mengamalkan Al-Haqq ( Kebenaran )


 


Biasakan Diri Kalian Mengatakan Dan Mengamalkan Al-Haqq ( Kebenaran )


قال عبد الله بن مسعود - رضي الله عنه - :  تكلّموا بالحق تعرفوا به، واعملوا به تكونوا من أهله.
 كتاب بهجة المجالس وأنس المجالس (ص ١٢٨) - [ابن عبد البر]

✍🏻  Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata,

"تكلموا بالحق تعرفوا به واعملوا به تكونوا من أهله."

“Berbicaralah kalian dengan kebenaran, niscaya kalian akan dikenal dengannya. Dan amalkanlah kebenaran, niscaya kalian akan menjadi pengikutnya.”
📖  Bahjatul Majaalis 128

Senin, 23 September 2024

Betapa Ahsan Al-'Ilmu


 

Betapa Ahsan Al-'Ilmu


قال الــشيخ مقبل بن هـادي الـوادعي رحـمه الله : ما أحسن العلم . أحسن من الذهب والورق . وأحسن من النساء الجميلات . وأحسن من الملك . ويقول "إن شاء الله نطلب العلم حتى نموت " 
📖  المصدر : نبذة مختصرة من نصائح والدي الـعلامة مقبل الوادعي - لأم عبد الله بنت الــشيخ (ص ٢٢)

✍🏻  Asy-Syaikh Muqbil Al-Wadi'iy رحمه الله berkata :

ما أحسن العلم، أحسن من الذهب والورق، وأحسن من النساء الجميلات، و أحسن من المُلك

"Betapa bagusnya ilmu, dia lebih baik dari emas dan perak, lebih indah dari para wanita yang cantik jelita, dan lebih baik dari kekuasaan."
📖  lihat Nubdzah Mukhtasharah karya Ummu Abdillah binti Asy-Syaikh

Kamis, 19 September 2024

Fahami dan Sadarilah Ujian Hidup Itu Pasti Ada


 

Fahami dan Sadarilah Ujian Hidup Itu Pasti Ada


Allah Ta’ala berkalam :

اَحَسِبَ النَّاسُ اَنْ يُّتْرَكُوْٓا اَنْ يَّقُوْلُوْٓا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُوْنَ ۝٢

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan (hanya dengan) berkata, “kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji..?” (QS. Al-'Ankabut : 2)

Ingin Bertetangga Dengan Orang Yang Tidak Ghibah, Tidak Hasad, Dan Tidak Membuat Kita Marah?

✍🏻  Seseorang berkata kepada Imam Al Auza’i rohimahullah,

أريد بيتا بجوار أناس لا يغتابون ولا يحسدون، ولا يبغضون. فأخذني إلى المقبرة وقال: هنا.

“Aku ingin rumah tinggal di sebelah orang-orang yang tidak ghibah (menggunjing), tidak iri (dengki), dan tidak membuat marah..”
Beliau membawaku ke kuburan dan berkata, “di sini tempatnya..”
📖  lihat Jaami’ul Uluum wal Hikam (2/182)

Selasa, 17 September 2024

Kenikmatan Dunia Yang Diberikan Kepada Orang Yang Bermaksiat Itu Sebagai Istidroj


 

Kenikmatan Dunia Yang Diberikan Kepada Orang Yang Bermaksiat Itu Sebagai Istidroj


عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه و سلم قَالَ: إِذَا رَأَيْتَ اللّٰهَ يُعْطِى الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا عَلَى مَعَاصِيهِ مَا يُحِبُّ فَإِنَّمَا هُوَ اسْتِدْرَاجٌ. ثُمَّ تَلَا رَسُولُ اللّٰهِ صلى الله عليه وسلم (فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَىْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ

“Dari Uqbah ibn Amir dari Nabi , beliau bersabda: ‘Jika kamu melihat Allah memberikan kemewahan dunia kepada hamba-Nya yang suka melanggar perintah-Nya, maka itulah yang disebut istidraj.” Kemudian beliau membaca kalam Allah surat Al-An`am ayat 44 : “Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (HR. Ahmad)


Apabila Terjadi Fitnah Melanda Di Antara Kaum Muslimin


 

Apabila Terjadi Fitnah Melanda Di Antara Kaum Muslimin


قال الإمام البربهاري رحمه الله :
فإذا وقعت الفتنة فالزم جوف بيتك وفر من جوار الفتنة وإياك والعصبية وكل ماكان من قتال بين المسلمين على الدنيا فهو فتنة فاتق الله وحده لا شريك له ولا تخرج فيها ولا تقاتل فيها ولا تهوى ولا تشايع ولا تمايل ولا تحب شيئا من أمورهم فإنه يقال من أحب فعال قوم خيرا كان أو شرا كان كمن عمله.
وفقنا الله وإياكم لمرضاته وجنبنا وإياكم معاصيه .
📖  شرح كتاب السنة للبربهاري - الراجحي

✍🏻  Al-Imam Barbahariy -rahimahullah- berkata :
Jika telah muncul fitnah, maka lazimilah (tinggalkan) di dalam rumah engkau, dan selamatkan diri dari mendekati fitnah, dan hendaklah berwaspada dari sikap ta'ashub, dan setiap pertikaian di antara Al-Muslimin (kaum muslimin) dalam merebutkan dunia, maka ia
adalah fitnah. Maka bertaqwalah kepada Allah, dan
jangan mensyirikkan Allah dengan sesuatu apa pun, jangan engkau keluar, jangan pula engkau melibatkan diri dalam pertikaian tersebut, jangan cenderung, jangan membela, jangan ikut campur-tangan, dan jangan engkau mencintai (menyukai) sedikit pun dari urusan mereka. Kerana sesiapa yang menyukai perbuatan mereka sama ada yang baik atau yang buruk maka dia seperti mengamalkannya.
Semoga Allah memberi taufiq kepada kita dan
menjauhkan kita dari maksiat."
(Dinukil dan diterjemahkan dari kitab Syarhus
Sunnah karya Imam Al-Barbahari)

Rabu, 11 September 2024

Keutamaan Menghidupkan As-Sunnah Dan Bersabar Di Atasnya



Keutamaan Menghidupkan As-Sunnah Dan Bersabar Di Atasnya



90 - أنا محمد بن أحمد بن يعقوب ، أنا محمد بن نعيم الضبي ، أخبرني محمد بن يوسف بن ريحان ، قال : حدثني أبي ، قال : سمعت أبا عبد الله محمد بن إسماعيل - يعني البخاري - يقول : " أفضل المسلمين رجل أحيا سنة من سنن الرسول صلى الله عليه وسلم قد أميتت ، فاصبروا يا أصحاب السنن رحمكم الله ، فإنكم أقل الناس " .
📖  الجامع لأخلاق الراوي وآداب السامع - الخطيب البغدادي

✍🏼  Al-Imam Al-Bukhari rahimahullah berkata,

«ﺃﻓﻀﻞ اﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﺭﺟﻞ ﺃﺣﻴﺎ ﺳﻨﺔ ﻣﻦ ﺳﻨﻦ اﻟﺮﺳﻮﻝ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺪ ﺃﻣﻴﺘﺖ، ﻓﺎﺻﺒﺮﻭا ﻳﺎ ﺃﺻﺤﺎﺏ اﻟﺴﻨﻦ ﺭﺣﻤﻜﻢ اﻟﻠﻪ ﻓﺈﻧﻜﻢ ﺃﻗﻞ اﻟﻨﺎﺱ»

"Kaum muslimin yang paling utama adalah seorang yang menghidupkan sunnah dari sunnah-sunnah Rasul yang telah mati (ditinggalkan). Bersabarlah wahai ashhabus-sunan (Ahlus-Sunnah)! -semoga Allah merahmati kalian- Sesungguhnya kalian itu sedikit."
📖   lihat Al-Jami' Li Akhlaqir-Rawi : 1/112

Senin, 09 September 2024

Hakikat Makna Al-Islam


 

Hakikat Makna Al-Islam

قال ابن تيمية رحمه الله : ﻭاﻹﺳﻼﻡ ﺃﻥ ﻳﺴﺘﺴﻠﻢ العبدُ ﻟﻠﻪ ﻻ ﻟﻐﻴﺮﻩِ ﻓﻤﻦ اﺳﺘﺴﻠﻢ ﻟﻪ ﻭﻟﻐﻴﺮﻩ ﻓﻬﻮ ﻣُﺸﺮﻙ ﻭﻣﻦ ﻟﻢ ﻳﺴﺘﺴﻠﻢ ﻟﻪ ﻓﻬﻮ ﻣُﺘﻜﺒﺮ ﻭﻛِﻼﻫﻤﺎ ﺿﺪُ اﻹﺳﻼﻡ. ﻭاﻟﻘﻠﺐ ﻻ ﻳﺼﻠﺢ ﺇﻻ ﺑﻌﺒﺎﺩﺓ اﻟﻠﻪ ﻭﺣﺪﻩ.
📚 مجموع الفتاوى(٢٠/٧).

✍️ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata :
"Islam adalah seorang hamba berserah diri kepada Allah, tidak kepada selain-Nya. Siapa saja yang berserah diri kepada Allah dan kepada selainNya, maka dia adalah musyrik (orang yang mempersekutukan Allah).
Dan barangsiapa saja yang tidak berserah diri kepada Allah, maka dia adalah orang yang sombong. Keduanya bertentangan dengan islam.
Sedangkan hati itu tidak akan baik kecuali dengan beribadah hanya kepada Allah semata."

📚  lihat Majmu'Al-Fatawa (jilid. 7/hlm. 20).

Jumat, 06 September 2024

Keindahan Gunung Aneka Warna 🌈




 

Keindahan Gunung Aneka Warna 🌈
 مَا شَاءَ ٱللَّٰهُ


اَلَمْ تَرَ اَنَّ اللّٰهَ اَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءًۚ فَاَخْرَجْنَا بِهٖ ثَمَرٰتٍ مُّخْتَلِفًا اَلْوَانُهَا ۗوَمِنَ الْجِبَالِ جُدَدٌ ۢبِيْضٌ وَّحُمْرٌ مُّخْتَلِفٌ اَلْوَانُهَا وَغَرَابِيْبُ سُوْدٌ

"Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menurunkan air dari langit lalu dengan air itu Kami hasilkan buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat." (QS. Fathir : 27)