Minggu, 11 Agustus 2024

Penyebab Paceklik, Kemarau Panjang, Musibah, Bencana Ataupun Adzab Allah




 

Penyebab Paceklik, Kemarau Panjang, Musibah, Bencana Ataupun Adzab Allah


     Allâh Ta'ala berfirman :

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (terjemah QS. Al-A’râf/7 : 96). Allah juga berfirman :

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

"Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allâh memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)." (terjemah QS. Asy-Syûrâ/42 : 30). Juga firman-Nya:

مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ۖ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ

"Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allâh, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri." (terjemah QS. An-Nisâ’/4 : 79).

أقبل علينا رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم فقال يا معشرَ المهاجرين خمسُ خِصالٍ إذا ابتليتم بهنَّ وأعوذُ باللهِ أن تدركوهنَّ لم تظهَرِ الفاحشةُ في قومٍ قطُّ حتَّى يُعلِنوا بها إلَّا فشا فيهم الطَّاعون والأوجاعُ الَّتي لم تكُنْ مضت في أسلافِهم الَّذين مضَوْا ولم ينقُصوا المكيالَ والميزانَ إلَّا أُخِذوا بالسِّنين وشدَّةِ المؤنةِ وجوْرِ السُّلطانِ عليهم ولم يمنَعوا زكاةَ أموالِهم إلَّا مُنِعوا القطْرَ من السَّماءِ ولولا البهائمُ لم يُمطَروا ولم يَنقُضوا عهدَ اللهِ وعهدَ رسولِه إلَّا سلَّط اللهُ عليهم عدوًّا من غيرِهم فأخذوا بعضَ ما في أيديهم وما لم تحكُمْ أئمَّتُهم بكتابِ اللهِ تعالَى ويتخيَّروا فيما أنزل اللهُ إلَّا جعل اللهُ بأسَهم بينهم

📖  الراوي : عبدالله بن عمر | المحدث : المنذري | المصدر : الترغيب والترهيب | الصفحة أو الرقم : 3/29 | خلاصة حكم المحدث : [إسناده صحيح أو حسن أو ما قاربهما] | التخريج : أخرجه ابن ماجه (4019)، وابن أبي الدنيا في ((العقوبات)) (11) واللفظ له

      Dari Ibnu ’Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda :

يا معشر المهاجرين خمس خصال إذا ابتليتم بهن وأعوذ بالله أن تدركوهن

“Wahai sekalian kaum Muhajirin, ada lima hal yang jika kalian terjatuh ke dalamnya, dan aku berlindung kepada Allah ﷻ supaya kalian tidak menjumpainya :

لم تظهر الفاحشة في قوم قط حتى يعلنوا بها إلا فشا فيهم الطاعون والأوجاع التي لم تكن قد مضت في أسلافهم الذين مضوا

“Tidaklah nampak al-fahisyah (zina) di suatu kaum, sehingga dilakukan secara terang-terangan kecuali akan tersebar di tengah-tengah mereka wabah tha’un dan penyakit-penyakit yang tidak pernah menjangkiti generasi sebelumnya.”

ولم ينقص المكيال والميزان إلا أخذوا بالسنين، وشدة المؤنة، وجور السلطان عليهم

“Tidaklah mereka mengurangi takaran dan timbangan kecuali akan ditimpa paceklik, susahnya penghidupan dan kezaliman penguasa atas mereka”.

وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنْ السَّمَاءِ وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا

“Tidaklah mereka menahan zakat (tidak membayarnya) kecuali hujan dari langit akan ditahan dari mereka (hujan tidak turun), dan sekiranya bukan karena hewan-hewan, niscaya manusia tidak akan diberi hujan.”

وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللَّهِ وَعَهْدَ رَسُولِهِ إِلَّا سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ

“Tidaklah mereka melanggar perjanjian mereka dengan Allah dan Rasul-Nya, kecuali Allah ﷻ akan menjadikan musuh mereka (dari kalangan selain mereka; orang kafir) berkuasa atas mereka, lalu musuh tersebut mengambil sebagian apa yang mereka miliki.”

وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ

“Dan selama pemimpin-pemimpin mereka (kaum muslimin) tidak berhukum dengan Kitabullah (al-Qur’an) dan mengambil yang terbaik dari apa-apa yang diturunkan oleh Allah ﷻ (syariat Islam), melainkan Allah ﷻ akan menjadikan permusuhan di antara mereka.”

📖  HR. Ibnu Majah 2/1332 no 4019. Hadits Shahih.

Jangan Merasa Aman Ketika Ada Yang Memuji Sesuatu Yang Tak Ada Padamu


 

Jangan Merasa Aman Ketika Ada Yang Memuji Sesuatu Yang Tak Ada Padamu


وعن إبراهيم بن عمر قال قال وهب بن منبه اذا مدحك الرجل بما ليس فيك فلا تأمنه أن يذمك بمها ليس فيك.
📖  نام کتاب : صفة الصفوة نویسنده : ابن الجوزي    جلد : ١  صفحه : ٤٥٧
https://lib.efatwa.ir/44675/1/457

✍🏼  Ibrahim bin Umar menyampaikan bahwa Wahb bin Munabbih rahimahullah mengatakan,

إذا مدحك الرجل بما ليس فيك فلا تأمنه أن يذمك بما ليس فيك

“Jika seseorang memujimu dengan sesuatu yang tidak ada padamu, janganlah engkau merasa aman. Sebab, bisa jadi dia juga akan mencelamu dengan sesuatu yang tidak ada padamu.”
📖  lihat Shifatu ash-Shafwah, hlm. 457

Sabtu, 10 Agustus 2024

Pengaruh Kejujuran Dan Kedustaan


 


Pengaruh Kejujuran Dan Kedustaan


قال ابن القيم رحمه الله : والصادق يرزقه الله مهابة وجلالة ، فمن رآه هابه وأحبه ، والكاذب يرزقه إهانة ومقتا ، فمن رآه مقته واحتقره.
📖  إعلام الموقعين عن رب العالمين (١\٩٥) - ابن القيم الجوزية

✍️ Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :

والصادق يرزقه الله مهابة وجلالة ، فمن رآه هابه وأحبه ، والكاذب يرزقه إهانة ومقتا ، فمن رآه مقته واحتقره.

"Seorang yang jujur akan Allah karuniakan kepadanya kharismatik dan kewibawaan. Sehingga orang yang melihatnya akan segan dan mencintainya.
Sedangkan seorang yang berdusta akan Allah berikan kepadanya kehinaan dan kebencian. Sehingga orang yang melihatnya akan membenci dan merendahkannya."
📖  lihat I'lamul Muwaqqi'in (jilid 1/hlm. 95).

Di Antara Keutamaan Memperbanyak Dzikir Di Berbagai Tempat


 

Di Antara Keutamaan Memperbanyak Dzikir Di Berbagai Tempat



قال الإمام ابن القيم رحمه الله : ﺇﻥ ﻓﻲ ﺩﻭاﻡ اﻟﺬﻛﺮ ﻓﻲ اﻟﻄﺮﻳﻖ ﻭاﻟﺒﻴﺖ ﻭاﻟﺤﻀﺮ ﻭاﻟﺴﻔﺮ ﻭاﻟﺒﻘﺎﻉ ﺗﻜﺜﻴﺮاً ﻟﺸﻬﻮﺩ اﻟﻌﺒﺪ ﻳﻮﻡ اﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ، ﻓﺈﻥ اﻟﺒﻘﻌﺔ ﻭاﻟﺪاﺭ ﻭاﻟﺠﺒﻞ ﻭاﻷﺭﺽ ﺗﺸﻬﺪ ﻟﻠﺬاﻛﺮ ﻳﻮﻡ اﻟﻘﻴﺎﻣﺔ .
📖 الوابل الصيب (ص٨١).

✍️  Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

ﺇﻥ ﻓﻲ ﺩﻭاﻡ اﻟﺬﻛﺮ ﻓﻲ اﻟﻄﺮﻳﻖ ﻭاﻟﺒﻴﺖ ﻭاﻟﺤﻀﺮ ﻭاﻟﺴﻔﺮ ﻭاﻟﺒﻘﺎﻉ ﺗﻜﺜﻴﺮاً ﻟﺸﻬﻮﺩ اﻟﻌﺒﺪ ﻳﻮﻡ اﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ، ﻓﺈﻥ اﻟﺒﻘﻌﺔ ﻭاﻟﺪاﺭ ﻭاﻟﺠﺒﻞ ﻭاﻷﺭﺽ ﺗﺸﻬﺪ ﻟﻠﺬاﻛﺮ ﻳﻮﻡ اﻟﻘﻴﺎﻣﺔ .

"Sesungguhnya senantiasa berdzikir kepada Allah di jalan, di rumah, saat mukim, dan saat safar serta di berbagai tempat memiliki keutamaan, yaitu  memperbanyak saksi-saksi pada hari kiamat. Karena sesungguhnya tempat, rumah, gunung, dan bumi akan menjadi saksi bagi seseorang yang berdzikir pada hari kiamat."
📖  lihat Al-Wabilush Shayyib (hlm. 81).

Jangan Merasa Aman Ketika Ada Yang Memuji Sesuatu Yang Tak Ada Padamu


 


Jangan Merasa Aman Ketika Ada Yang Memuji Sesuatu Yang Tak Ada Padamu


وعن إبراهيم بن عمر قال قال وهب بن منبه اذا مدحك الرجل بما ليس فيك فلا تأمنه أن يذمك بمها ليس فيك.
📖  نام کتاب : صفة الصفوة نویسنده : ابن الجوزي    جلد : ١  صفحه : ٤٥٧
https://lib.efatwa.ir/44675/1/457

✍🏼  Ibrahim bin Umar menyampaikan bahwa Wahb bin Munabbih rahimahullah mengatakan,

إذا مدحك الرجل بما ليس فيك فلا تأمنه أن يذمك بما ليس فيك

“Jika seseorang memujimu dengan sesuatu yang tidak ada padamu, janganlah engkau merasa aman. Sebab, bisa jadi dia juga akan mencelamu dengan sesuatu yang tidak ada padamu.”
📖  lihat Shifatu ash-Shafwah, hlm. 457

Ikhlash Dan Kecintaan Dipuji Manusia (Riya') Tidak Akan Berkumpul Dalam Sebuah Hati


Ikhlash Dan Kecintaan Dipuji Manusia (Riya') Tidak Akan Berkumpul Dalam Sebuah Hati


️قال ابن القيم رحمه الله : " لا يجتمع الإخلاص في القلب ومحبة المدح والثناء والطمع فيما عند الناس ،إلا كما يجتمع الماء والنار ".
📖 الفوائد (ص267 ).

✍🏼 Ibnul Qayyim  rahimahullah berkata,

" لا يجتمع الإخلاص في القلب ومحبة المدح والثناء والطمع فيما عند الناس ،إلا كما يجتمع الماء والنار ."

"Keikhlasan dan keinginan untuk dipuji, disanjung serta mengharap apa yang ada di sisi manusia tidak akan berkumpul dalam sebuah hati, kecuali seperti berkumpulnya air dan api."
📖  lihat Al Fawaid: 267.

 

Rabu, 07 Agustus 2024

Larangan Menjadikan Agama Sebagai Bahan Candaan dan Lawakan


 

Larangan Menjadikan Agama Sebagai Bahan Candaan dan Lawakan


ﻭَﻟَﺌِﻦ ﺳَﺄَﻟْﺘَﻬُﻢْ ﻟَﻴَﻘُﻮﻟُﻦَّ ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻛُﻨَّﺎ ﻧَﺨُﻮﺽُ ﻭَﻧَﻠْﻌَﺐُ ۚ ﻗُﻞْ ﺃَﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺁﻳَﺎﺗِﻪِ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟِﻪِ ﻛُﻨﺘُﻢْ ﺗَﺴْﺘَﻬْﺰِﺋُﻮﻥَ ﻟَﺎ ﺗَﻌْﺘَﺬِﺭُﻭﺍ ﻗَﺪْ ﻛَﻔَﺮْﺗُﻢ ﺑَﻌْﺪَ ﺇِﻳﻤَﺎﻧِﻜُﻢْ

“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanya BERSENDA GURAU dan BERMAIN-MAIN saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan RasulNya kamu selalu BEROLOK-OLOK?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman…  (terjemah makna QS.At Taubah : 65-66)

     Nabi ﷺ, beliau bersabda :

وَيْلٌ لِلَّذِى يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ

“Celakalah orang yang berbicara kemudian dia berdusta agar suatu kaum tertawa karenanya. Kecelakaan untuknya. Kecelakaan untuknya.” (HR. Abu Dawud no. 4990. Hasan)

     Nabi ﷺ juga bersabda :

أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ

“Saya memberikan jaminan rumah di pinggiran surga bagi orang yang meningalkan perdebatan walaupun dia orang yang benar. Saya memberikan jaminan rumah di tengah surga bagi orang yang meningalkan kedustaan walaupun dia bercanda. Saya memberikan jaminan rumah di surga yang tinggi bagi orang yang membaguskan akhlaqnya.” (HR. Abu Dawud, no. 4800; shahih)


Lima Hal Yang Akan Ditanyakan Pada Hari Qiyamat



 


Lima Hal Yang Akan Ditanyakan Pada Hari Qiyamat

حَدَّثَنَا حُمَيْدُ بْنُ مَسْعَدَةَ حَدَّثَنَا حُصَيْنُ بْنُ نُمَيْرٍ أَبُو مِحْصَنٍ حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ قَيْسٍ الرَّحَبِيُّ حَدَّثَنَا عَطَاءُ بْنُ أَبِي رَبَاحٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَزُولُ قَدَمُ ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَ أَفْنَاهُ وَعَنْ شَبَابِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ وَمَاذَا عَمِلَ فِيمَا عَلِمَ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ مِنْ حَدِيثِ ابْنِ مَسْعُودٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا مِنْ حَدِيثِ الْحُسَيْنِ بْنِ قَيْسٍ وَحُسَيْنُ بْنُ قَيْسٍ يُضَعَّفُ فِي الْحَدِيثِ مِنْ قِبَلِ حِفْظِهِ وَفِي الْبَاب عَنْ أَبِي بَرْزَةَ وَأَبِي سَعِيدٍ

⚪  Telah menceritakan kepada kami Humaid bin Mas'adah telah menceritakan kepada kami Hushain bin Numair Abu Mihshan telah menceritakan kepada kami Husain bin Qais Ar Rahabi telah menceritakan kepada kami 'Atho` bin Abu Rabah dari Ibnu Umar dari Ibnu Mas'ud dari Nabi ﷺ beliau bersabda:
"Kaki Anak Adam tidaklah bergeser pada hari kiamat dari sisi Rabb-nya sehingga ditanya tentang lima hal : (1) tentang umurnya untuk apa dia habiskan, (2) tentang masa mudanya untuk apa dia pergunakan, (3) tentang hartanya dari mana dia peroleh dan (4) kemana dia infakkan dan (5) tentang apa yang telah dia lakukan dengan ilmunya,"
Abu Isa berkata, Hadits ini gharib, kami tidak mengetahuinya dari hadits Ibnu Mas'ud dari Nabi ﷺ kecuali dari Hadits Al Husain bin Qais, sementara Husain bin Qais dilemahkan dalam masalah hadits karena sisi hafalannya, dan dalam bab ini ada hadits dari Abu Barzah dan Abu Sa'id. (HR Tirmidzi)

     Hadits serupa juga diriwayatkan melalui jalur Abu Barzah Al Aslami:

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَخْبَرَنَا الْأَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جُرَيْجٍ عَنْ أَبِي بَرْزَةَ الْأَسْلَمِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَسَعِيدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جُرَيْجٍ هُوَ بَصْرِيٌّ وَهُوَ مَوْلَى أَبِي بَرْزَةَ وَأَبُو بَرْزَةَ اسْمُهُ نَضْلَةُ بْنُ عُبَيْدٍ

⚪  Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Abdurrahman telah menceritakan kepada kami Al Aswad bin 'Amir telah mengabarkan kepada kami Abu Bakar bin Ayyasy dari Al A'masy dari Sa'id bin Abdullah bin Juraij dari Abu Barzah Al Aslami berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Kedua telapak kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sampai ditanya (1) tentang umurnya untuk apa dia habiskan, (2) tentang ilmunya untuk apa dia amalkan, (3) tentang hartanya dari mana dia peroleh dan (4) kemana dia infakkan dan (5) tentang tubuhnya untuk apa dia aus (gunakan)."
Dia berkata, Hadits ini hasan shahih, adapun Sa'id bin Abdullah bin Juraij dia adalah orang Bashrah dan dia adalah budak Abu Barzah, sedangkan Abu Barzah namanya adalah Nadlah bin 'Ubaid. (HR. Tirmidzi)

     Dari hadits tersebut maka dapat disimpulkan bahwa lima pertanyaannya yang akan ditanyakan kepada setiap manusia pada hari kiamat adalah pertanyaan yang menentukan apakah orang itu akan selamat sampai ke surga atau celaka dan masuk ke neraka.

Selasa, 06 Agustus 2024

Minta Dan Berdoalah Kepada Allah Dari Perkara Besar Sampai Perkara Kecil



 

Minta Dan Berdoalah Kepada Allah Dari Perkara Besar Sampai Perkara Kecil


⚪  Allah Ta’ala berfirman:

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS. Ghafir: 60).

⚪  Dalam urusan makan dan pakaian pun, Allah perintahkan kita untuk meminta kepada-Nya. Allah Ta’ala berfirman dalam sebuah hadits qudsi :

يا عبادي ! كلكم جائعٌ إلا من أطعمتُه . فاستطعموني أُطعمكم . يا عبادي ! كلكم عارٍ إلا من كسوتُه . فاستكسوني أكْسُكُم

“Wahai hamba-Ku, kalian semua kelaparan, kecuali orang yang aku berikan makan. Maka mintalah makan kepadaku, niscaya aku akan berikan. Wahai hamba-Ku, kalian semua tidak berpakaian, kecuali yang aku berikan pakaian, Maka mintalah pakaian kepada-Ku, niscaya akan aku berikan” (HR. Muslim no. 2577).

⚪ Nabi ﷺ juga bersabda:

إِذَا تَمَنَّى أَحَدُكُم فَلْيُكثِر ، فَإِنَّمَا يَسأَلُ رَبَّهُ عَزَّ وَجَلَّ

“Barangsiapa yang mengangankan sesuatu (kepada Allah), maka perbanyaklah angan-angan tersebut. Karena ia sedang meminta kepada Allah Azza wa Jalla.” (HR. Ibnu Hibban no. 889, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ no. 437).

⚪  Aisyah radhiallahu ta’ala ‘anha juga mengatakan:

سَلُوا اللَّهَ كُلَّ شَيءٍ حَتَّى الشِّسعَ

“Mintalah kepada Allah bahkan meminta tali sendal sekalipun.” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman 2/42, Al Albani berkata: “mauquf jayyid” dalam Silsilah Adh Dha’ifah no. 1363).

⚪ Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan:

وكان بعض السلف يسأل الله في صلاته كل حوائجه حتى ملح عجينه وعلف شاته

“Dahulu para salaf meminta kepada Allah dalam shalatnya, semua kebutuhannya sampai-sampai garam untuk adonannya dan tali kekang untuk kambingnya.” (lihat Jami’ Al Ulum wal Hikam, 1/225).

Minggu, 04 Agustus 2024

Di Antara Hikmah Dari Musibah


 

Di Antara Hikmah Dari Musibah


قال ابن مفلح-رحمه الله : "لولا المصائب لبطر العبد وبغى وطغى، فيحميه بها من ذلك ويطهره مما فيه، فسبحان من يرحم ببلائه ويبتلي بنعمائه"
📖  الآداب الشرعية لابن مفلح١٩١/٢.

✍🏼  Ibnu Muflih rahimahullah berkata:

لو لا المصائب لبطر العبد وبغى وطغى، فيحميه بها من ذلك ويطهره مما فيه، فسبحان من يرحم ببلائه، ويبتلي بنعمائه.

"Seandainya tidak ada berbagai musibah, niscaya seorang hamba akan menyombongkan diri, melampau batas, dan sewenang-wenang. Jadi dengan musibah-musibah itu Allah menjaga seorang hamba dari semua itu dan membersihkan dosa-dosanya. Maka Maha Suci Dzat yang merahmati dengan berbagai ujian-Nya dan menguji dengan nikmat-nikmat-Nya."
📖  lihat al-Adab asy-Syar'iyyah, II/191

Muslim Yang Jujur Akan Dibukakan Cahaya Hidayah


 

Muslim Yang Jujur Akan Dibukakan Cahaya Hidayah


قال شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله تعالى : والمسلم الصادق إذا عبد الله بما شرع ؛ فتح الله عليه أنوار الهداية في مدة قريبة .
📖  الاستقامة(١٠١/١)

✍🏼  Syaikul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata :
"Seorang Muslim yang jujur ketika ia beribadah kepada Allah dengan apa yang disyariatkan, maka Allah akan membukakan baginya cahaya hidayah dalam waktu yang singkat."
📖  lihat Al-Istiqamah (1/101).

Jumat, 02 Agustus 2024

Sebuah Kisah Cinta Yang Mengandung Al-'Ibroh





 


Sebuah Kisah Cinta Yang Mengandung Al-'Ibroh


وذكر المبرد عن أبي كامل عن إسحاق بن إبراهيم عن رجاء بن عمرو النخعي قال كان بالكوفة فتى جميل الوجه شديد التعبد والاجتهاد فنزل في جوار قوم من النخع فنظر إلى جارية منهن جميلة فهويها وهام بها عقله ونزل بالجارية ما نزل به فأرسل يخطبها من أبيها فأخبره أبوها أنها مسماة لابن عم لها فلما اشتد عليهما ما يقاسيانه من ألم الهوى أرسلت إليه الجارية قد بلغني شدة محبتك لي وقد اشتد بلائي بك فإن شئت زرتك وإن شئت سهلت لك أن تأتيني إلى منزلي فقال للرسول ولا واحدة من هاتين الخلتين {قُلْ إِنِّي أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّي عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ} أخاف نارا لا يخبو سعيرها ولا يخمد لهيبها فلما أبلغها الرسول قوله قالت وأراه مع هذا يخاف الله والله ما أحد أحق بهذا من أحد وإن العباد فيه لمشتركون ثم انخلعت من الدنيا وألقت علائقها خلف ظهرها وجعلت تتعبد وهي مع ذلك تذوب وتنحل حبا للفتى وشوقا إليه حتى ماتت من ذلك فكان الفتى يأتي قبرها فيبكي عنده ويدعو لها فغلبته عينه ذات يوم على قبرها فرآها في منامه في أحسن منظر فقال كيف أنت وما لقيت بعدي قالت:

نعم المحبة يا سؤلي محبتكم ... حب يقود إلى خير وإحسان

فقال على ذلك إلى م صرت فقالت

إلى نعيم وعيش لا زوال له ... في جنةالخلد ملك ليس بالفاني

فقال لها اذكريني هناك فإني لست أنساك فقالت ولا أنا والله أنساك ولقد سألت مولاي ومولاك أن يجمع بيننا فأعني على ذلك بالاجتهاد فقال لها متى أراك فقالت ستأتينا عن قريب فترانا فلم يعش الفتى بعد الرؤيا إلا سبع ليال حتى مات رحمه الله تعالى.

📖  كتاب روضة المحبين ونزهة المشتاقين - ط العلمية (ص : ٣٢٤-٣٢٥)

✍🏼  Dalam kitab Raudhatul Muhibbîn Wa Nuzhatul Musytaqqîn Ibnul Qaayim menyebutkan :

"Dahulu kala di Kufah terdapat seorang pemuda yang sangat tampan wajahnya, sangat suka beribadah dan sangat rajin, dan suatu ketika ia turun berjalan mengelilingi suatu qaum, lalu ia melihat salah seorang gadis di antara mereka yang sangat cantik jelita, dan ia pun berhasrat kepadanya dan akalnya pun menyukainya. Perasaan apa yang terjadi pada gadis itu terjadi juga sebagaimana dengan dirinya.

Lalu ia mengirim seorang utusan yang akan meminang gadis itu dari ayahnya, lalu ayahnya mengabarkan kepadanya bahwasanya anak gadisnya itu diperuntukkan putra pamannya (sepupu lelaki anak adik ayah sang gadis).

Dan tatkala rasa sakit karena hasrat yang dialami mereka berdua semakin membara, maka gadis itu mengirim utusan kepada sang pemuda: Sungguh telah sampai kepadaku dahsyatnya rasa cintamu kepadaku, dan sungguh Aku telah sangat teruji denganmu, dan jika kamu mau Aku pun mengunjungimu, dan jika kamu mau maka Aku permudahkan untukmu agar kamu bisa datang ke rumahku (main pintu belakang).

Dan pemuda itu berkata kepada utusan gadis itu: Dan tidak ada satupun dari dua sifat ini (maksudnya dua sifat ini telah menghalanginya): "Sesungguhnya Aku takut 'adzab pada hari yang besar jika Aku memaksiati Rabbku" (QS. Az-Zumar 39 : 13), dan Aku takut neraka yang nyalanya tidak akan padam, dan gejolaknya tidak akan mati.

Dan tatkala utusan gadis itu menyampaikan ucapan pemuda tadi, sang gadis berkata: Dan Aku melihatnya dengan ini ia orang yang takut kepada Allah ?. Demi Allah, tidak ada seorang pun yang lebih berhak dengan ini melebihi dari orang yang yakni ia beribadah kepada Allâh, ia takut kepada-Nya subhanahu wa ta'ala, dan sesungguhnya para ahli ibadah itu ikut andil di dalamnya.

Kemudian gadis itu memutuskan hubungannya dengan dunia, dan ia melepaskan hubungannya dengan dunia ke belakang punggungnya, dan ia menjadikan dirinya hanya fokus beribadah kepada Allâh, dan bersama itu ia meleburkan diri dan menyatakan cintanya kepada pemuda tersebut, dan memendam kerinduan kepadanya sampai ia pun meninggal di atas keadaan itu.

Dan sang pemuda suatu hari mendatangi kuburannya, lalu ia menangis di sisi kuburan kekasih hatinya dan ia mendoakan kebaikan untuk kekasih hatinya yang ada di dalam kuburan itu.

Dan matanya telah mengalahkannya di atas kuburan itu (ia tertidur), lalu ia bermimpi melihat kekasihnya dalam keadaan sebaik-baik pemandangan..

Lalu ia berkata: Bagaimana dengan kamu ? dan apa yang telah kamu temukan sepeninggalku ?.

Gadis itu berkata: Sebaik-baik cinta, -ya sualiy- cinta kepadamu, cinta yang akan menuntun kepada kebaikan dan ihsân.

Dan pemuda itu berkata: Di atas itu apa jadinya kamu ?

Dan ia berkata: Menuju kenikmatan dan kehidupan yang tidak akan sirna di dalam surga yang kekal, kerajaan yang tidak akan fana.

Lalu pemuda itu berkata kepadanya: Ingatlah aku di sana, karena sesungguhnya aku tidak akan bisa melupakanmu.

Lalu gadis itu berkata: Dan aku demi Allâh, tidak akan melupakanmu, dan sungguh aku telah meminta kepada Maulâku dan Maulâmu (Allâh) agar Dia mengumpulkan kita, dan bantulah aku atas dirimu dengan sungguh-sungguh yakni dalam peribadatan.

Lalu sang pemuda berkata: Kapan aku akan melihatmu ?

Dan gadis itu berkata: Engkau akan segera menemui kami dalam waktu dekat, dan engkau akan melihat kami.

Dan tidaklah pemuda itu hidup setelah mimpinya itu kecuali tujuh malam saja, sampai ia pun meninggal semoga Allah ta'ala merahmatinya."

📖  Raudhatul Muhibbîn karya Ibnul Qayyim rahimahullâh

Di Antara Tanda Kejujuran dalam Persahabatan


 

Di Antara Tanda Kejujuran dalam Persahabatan


و قال الإمام الشافعي رحمه الله : من صدق فى إخوة أخيه قبل علله، وسد خلله، وغفر زلله
📖 نام کتاب : تهذيب الاسماء واللغات نویسنده : النووي، أبو زكريا  جلد : 1  صفحه : 55

✍🏻  Imam Muhammad bin Idris asy-Syafi'i rahimahullah berkata,

من صَدَقَ فِي أخوة أخيه قَبل عِلَلَهُ، ‏وَسَدَّ خَلَلَهُ، ‏وَغفر زَللَـه.

"Barangsiapa yang jujur dalam menjalin ukhuwah dengan saudaranya, dia akan menerima kekurangannya, menutupi kelemahannya, dan memaafkan kesalahannya."
📖 lihat Tahdzibul Asma' wal Lughat, jilid 1, hlm. 55.