Memperbanyak Doa Pada Hari Jum'at Terutama Ba'da Ashar


 


Memperbanyak Doa Pada Hari Jum'at Terutama Ba'da Ashar


يومُ الجمعةِ ثِنتا عشرةَ - يريدُ - ساعةً لا يوجَدُ مسلِمٌ يسألُ اللَّهَ عزَّ وجلَّ شيئًا إلَّا آتاهُ اللَّهُ عزَّ وجلَّ فالتمِسوها آخرَ ساعةٍ بعدَ العصرِ
الراوي : جابر بن عبدالله | المحدث : الألباني | المصدر : صحيح أبي داود الصفحة أو الرقم: 1048 | خلاصة حكم المحدث : صحيح | التخريج : أخرجه أبو داود (1048) واللفظ له، والنسائي (1389)

"Hari Jumat itu dua belas jam -maksud beliau- tidak ada seorang muslim pun yang memohon sesuatu kepada Allah 'Azza wa Jalla pada jam tersebut melainkan Allah 'Azza wa Jalla akan mengabulkannya. Maka carilah ia (saat itu) di akhir jam setelah Ashar." (HR. Abu Daud: 1048 & An-Nasa'i: 1389, dishahihkan oleh Al-Albani) 

وروى سعيد بن جبير عن ابن عباس قال: الساعة التي تُذكَر يوم الجمعة: ما بين صلاة العصر إلى غروب الشمس، وكان سعيد بن جبير إذا صلَّى العصر لم يكلِّم أحدًا حتى تغرب الشمس.
وهذا القول هو قول أكثر السلف، وعليه أكثر الأحاديث. ويليه القول بأنها ساعة الصلاة. وبقية الأقوال لا دليل عليها. 
كتاب زاد المعاد في هدي خير العباد ١\٤٨٧ - ط عطاءات العلم - ابن القيم

"Sa'id bin Jubair meriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata: 'Waktu yang dimaksud (waktu ijabah) pada hari Jum'at adalah antara shalat Ashar hingga matahari terbenam'. Dan dahulu Sa'id bin Jubair apabila telah selesai shalat Ashar, ia tidak berbicara dengan siapa pun hingga matahari terbenam.
Pendapat ini adalah pendapat mayoritas ulama salaf, dan didukung oleh sebagian besar hadits. Pendapat kedua yang mendekati adalah bahwa waktu itu adalah saat shalat (Jumat/khotbah). Sedangkan pendapat-pendapat lainnya tidak memiliki dalil."
dari kitab Zad al-Ma'ad (1/487) karya Ibnu al-Qayyim

Komentar