Keindahan dan Kecantikan Yang Sejati ( Haqiqi )


 


Keindahan dan Kecantikan Yang Sejati ( Haqiqi )



يَا بَنِيْٓ اٰدَمَ قَدْ اَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُّوَارِيْ سَوْءٰتِكُمْ وَرِيْشًاۗ وَلِبَاسُ التَّقْوٰى ذٰلِكَ خَيْرٌۗ ذٰلِكَ مِنْ اٰيٰتِ اللّٰهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُوْنَ ۝٢٦

"Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menurunkan pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Akan tetapi, pakaian taqwa itulah yang paling baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat." (QS. Al-A'raf: 26)

قال الإمام الشوكاني في تفسير (٢٠٤/٢) : المراد بلباس التقوى لباس الورع واتقاء معاصي الله، وهو الورع نفسه والخشية من الله، فذلك خير لباس وأجمل زينة. 

Imam Asy-Syaukani berkata dalam tafsirnya (2/204): 'Yang dimaksud dengan pakaian takwa adalah pakaian wara' (menjaga diri dari syubhat/maksiat) dan menjauhi maksiat-maksiat Allah. Ia (pakaian taqwa) adalah wara' itu sendiri dan rasa takut kepada Allah. Maka itulah sebaik-baik pakaian dan seindah-indah perhiasan.'" 

وقال ابن القيم رحمه الله : اعلم أنَّ الجمال ينقسمُ قسمين: ظاهر وباطن، والجمال هو المحبوب لذاته، وهو جمال العلم، والعقل، والجود، والعفَّة، والشجاعة، وهذا الجمال الباطن هو محل نظر الله من عبد ه وموضع محبته، كما في الحديث الصحيح (١): «إن الله لا ينظر إلى صوركم، وأموالكم، ولكن ينظر إلى قلوبكم وأعمالكم». (كتاب روضة المحبين ونزهة المشتاقين ٣٢٠ - ط عطاءات العلم)

Ibnu al-Qayyim رحمه الله berkata: "Ketahuilah bahwa keindahan itu terbagi menjadi dua: lahiriah dan batiniah. Keindahan (yang hakiki) adalah sesuatu yang dicintai karena zatnya, yaitu keindahan ilmu, akal, kedermawanan, kesucian diri ('iffah), dan keberanian. Keindahan batin inilah yang menjadi tempat pandangan Allah terhadap hamba-Nya dan tempat kecintaan-Nya, sebagaimana dalam hadits shahih: "Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat kepada hati dan amal perbuatan kalian."
(Kitab Rawdhatul Muhibbin wa Nuzhatul Musytaqin, hal. 320). 


Komentar