Penjelasan Mengenai Hakikat Zuhud
قَالَ الْخَلَّالُ مَا بَلَغَنِي أَنَّ أَحْمَدَ سُئِلَ عَنْ الزَّاهِدِ يَكُونُ زَاهِدًا وَمَعَهُ مِائَةُ دِينَارٍ قَالَ نَعَمْ عَلَى شَرِيطَةٍ إذَا زَادَتْ لَمْ يَفْرَحْ، وَإِذَا نَقَصَتْ لَمْ يَحْزَنْ قَالَ وَبَلَغَنِي أَنَّ أَحْمَدَ قَالَ لِسُفْيَانَ: حُبُّ الرِّيَاسَةِ أَعْجَبُ إلَى الرَّجُلِ مِنْ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ، وَمَنْ أَحَبَّ الرِّيَاسَةَ طَلَبَ عُيُوبَ النَّاسِ أَوْ عَابَ النَّاسَ أَوْ نَحْوَ هَذَا وَقَالَ أَبُو الْخَطَّابِ سُئِلَ أَحْمَدُ وَأَنَا شَاهِدٌ: مَا الزُّهْدُ فِي الدُّنْيَا قَالَ قِصَرُ الْأَمَلِ وَالْإِيَاسُ مِمَّا فِي أَيْدِي النَّاسِ.
كتاب الآداب الشرعية والمنح المرعية ج ٢ ص ٢٤١ - شمس الدين ابن مفلح
Al-Khallal berkata: Telah sampai (kabar) kepadaku bahwa Imam Ahmad pernah ditanya: "Apakah seseorang bisa disebut zuhud padahal ia memiliki seratus dinar?" Beliau menjawab: "Ya, dengan syarat: jika harta itu bertambah ia tidak terlalu gembira, dan jika berkurang ia tidak bersedih."
Beliau (Al-Khallal) berkata: Dan telah sampai kepadaku bahwa Imam Ahmad berkata kepada Sufyan: "Cinta pada kedudukan (kekuasaan) lebih disukai seseorang daripada emas dan perak. Barangsiapa yang mencintai kedudukan, ia akan cenderung mencari-cari aib orang lain atau mencela mereka'" (atau kalimat serupa itu).
Abu al-Khattab berkata: Imam Ahmad ditanya saat aku sedang menyaksikan: "Apa itu zuhud di dunia?" Beliau menjawab: "Pendek angan-angan (selalu ingat kematian) dan tidak mengharapkan apa yang ada di tangan orang lain."
📖 Kitab Al-Adabus Syar'iyyah libni Muflih, jilid 2 hal. 241

Komentar
Posting Komentar