Di Antara Pangkal Utama Dari Sifat Tawadhu'
حَدَّثَنَا حَاتِمُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَجْلَانَ، عَنْ أَبِي عِيسَى أَنَّ ابْنَ مَسْعُودٍ قَالَ: " إِنَّ مِنْ رَأْسِ التَّوَاضُعِ أَنْ تَبْدَأَ مَنْ لَقِيتَ بِالسَّلَامِ , وَأَنْ تَرْضَى بِالدُّونِ مِنْ شَرَفِ الْمَجْلِسِ , وَتَكْرَهَ الْمِدْحَةَ وَالسُّمْعَةَ وَالرِّيَاءَ بِالْبِرِّ
كتاب الزهد لهناد بن السري ج ٢ ص ٤١٤ - هناد بن السري
"Hatim bin Isma'il telah menceritakan kepada kami, dari Muhammad bin 'Ajlan, dari Abu 'Isa, bahwa Ibnu Mas'ud berkata:
'Sesungguhnya di antara pangkal (utama) dari ketawadhuan (rendah hati) adalah: Engkau memulai mengucapkan salam kepada orang yang engkau temui. Engkau ridha (rela) duduk di tempat yang rendah (biasa saja) dalam suatu majelis. Serta engkau membenci pujian, popularitas (sum'ah), dan riya' dalam amal kebajikan.'"
📚 Kitab Az-Zuhd karya Hannad bin as-Sariy [2/414]:
Pesan dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu ini menekankan tiga pilar tawadhu' (kerendahan hati):
• Menebar Salam: Menghilangkan gengsi dengan menyapa lebih dulu.
• Tidak Gila Hormat: Tidak ambisius untuk duduk di tempat paling depan atau tempat terhormat demi status sosial.
• Ikhlash: Menjaga hati agar tidak mencari perhatian manusia (riya) atau ingin dikenal orang lain (populer) saat melakukan kebaikan.

Komentar
Posting Komentar