Mencari Teman Dan Kawan Sejati


 Mencari Teman Dan Kawan Sejati


قال الفضيل بن عياض: إذا أردت أن تصادق صديقًا: فأغضبه؛ فإن رأيته كما ينبغي؛ فصادقه.
عقب ابن الجوزي قائلا: (وهذا اليوم مخاطرة؛ لأنك إذا أغضبت أحدًا: صار عدوا في الحال.
والسبب في نسخ حكم الصفا: أن السلف كان همتهم الآخرة وحدها، فصفت نياتهم في الأخوة، والمخالطة، فكانت دِينا لا دنيا.
والآن: فقد استولى حب الدنيا على القلوب،... [صيد الخاطر: (391 _ 392)].

     Al Fudhail bin Iyadh berkata: "Jika engkau ingin mencari teman sejati maka buatlah dia marah (tersinggung), dan jika engkau melihatnya tetap sebagaimana mestinya, maka bertemanlah dengannya (jadikan kawan dekat).
Ibnul Jauzi berkomentar, mengatakan: "Dan hari ini berisiko, karena jika engkau membuat seseorang marah: dia segera berubah menjadi musuh.
Penyebab perubahan ini adalah orientasi hidup; orientasi hidup para ulama salaf adalah akhirat semata. Oleh karena itu, niat mereka di dalam bersaudara dan berinteraksi adalah niat yang tulus, sehingga perkawanan itu bernilai agama (akhirat) bukan dunia.
Dan berbeda dengan kondisi sekarang, dimana hati telah dikuasai oleh cinta dunia, ...." (lihat Shaidul Khathir (391-392))


Sebaik-baik Persaudaraan Adalah Memberi Nasihat
خير الإخوان من بذل النصيحة

قال ابن حبان : "خير الإخوان أشدهم مبالغة في النصيحة، كما أن خير الأعمال أحمدها عاقبة، وأحسنها إخلاصًا" (ص204).
(كتاب روضة العقلاء ونزهة الفضلاء)

     Ibnu Hiban rahimahullah berkata : “Sebaik-baik saudara adalah yang paling semangat (banyak) dalam memberi nasihat, sebagaimana sebaik-baik amal adalah yang paling terpuji akibatnya, dan yang paling baik adalah ikhlash.” (lihat Raudhatul 'Uqala' hal 204)


Komentar