Hakekat Malu


 Hakekat Malu

عن عبد الله بن مسعود قال : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم استحيوا من الله حق الحياء قال قلنا يا رسول الله إنا نستحيي والحمد لله قال ليس ذاك ولكن الاستحياء من الله حق الحياء أن تحفظ الرأس وما وعى والبطن وما حوى ولتذكر الموت والبلى ومن أراد الآخرة ترك زينة الدنيا فمن فعل ذلك فقد استحيا من الله حق الحياء

"Dari ‘Abdullah bin Mas’uud رضي الله عنه, beliau berkata bahwa Rosulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
Malu lah kalian dengan sebenar-benar malu.
Kami bertanya, “Ya Rosulullah, kami punya malu. Alhamdulillah.
Rosulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Bukan itu, akan tetapi malu kepada Allah سبحانه وتعالى dengan sebenarnya itu adalah:
(1) Kamu pelihara kepalamu dan apa yang menjadi isinya
(2) Kamu pelihara perutmu dan apa yang ditampungnya
(3) Ingatlah olehmu kematian dan kemusnahan
(4) Dan barangsiapa yang menginginkan akherat, maka dia tinggalkan perhiasan dunia
Dan barangsiapa yang melakukan itu, maka dia sungguh telah malu kepada Allooh سبحانه وتعالى dengan sesungguhnya.”
(Hadits Riwayat Imaam At Tirmidzy no: 2458, dihasankan oleh Syaikh Nashiruddin Al Albani)


Malu Adalah Sebagian dari Iman

     Dari Ibnu ‘Umar dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda :

الْـحَيَاءُ مِنَ الإيْمَـانِ

“Malu bagian dari keimanan.” (HR. Bukhari no. 44 dan Muslim no. 36.)


Komentar