Beriman Kepada Para Malaikat

 








Beriman Kepada Para Malaikat



1. Beriman Terhadap Wujud (Keberadaan) Para Malaikat.

     Allah Ta’ala berfirman :

وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ ِانِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ

"Dan (ingatlah) ketika Rabb-muberfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al Baqarah : 30)
    
2. Beriman Terhadap Nama-nama Malaikat

     Malaikat-malaikat Allah memiliki nama. Kewajiban kita adalah beriman secara global bahwa para malaikat memiliki nama. Kita beriman dengan nama-nama yang secara rinci telah disebutkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Di antara nama-nama malaikat adalah Jibril, Mikail, serta Isrofil. Allah berfirman:

مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِلَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَرُسُلِهِ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ اللَّهَ عَدُوٌّ لِلْكَافِرِينَ

"Barangsiapa menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah musuh bagi orang-orang kafir." (QS. Al Baqarah : 98)
     Kita juga beriman secara global adanya malaikat-malaikat Allah yang tidak kita ketahui namanya. Tidak boleh seseorang menamakan malaikat tanpa ada dalil-dali yang shahih dari Al Quran dan As Sunnah.

3. Beriman Terhadap Sifat-sifat Malaikat

     Para malaikat memiliki sifat-sifat sebagaimana disebutkan dalam Kitabullah dan hadits shahih. Sifat-sifat malaikat bisa dibagi menjadi 2, diantaranyaa :
(1) Sifat-sifat fisik
☆  Diciptakan dari cahaya.
       Di antara dalil akan hal ini adalah sabda Nabi ﷺ,

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « خُلِقَتِ الْمَلاَئِكَةُ مِنْ نُورٍ وَخُلِقَ الْجَانُّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ وَخُلِقَ آدَمُ مِمَّا وُصِفَ لَكُمْ » [أخرجه مسلم]

“Malaikat (adalah makhluk yang) diciptakan dari cahaya, dan jin itu diciptakan dari api yang menyala-nyala, dan Adam diciptakan dari sesuatu yang telah disifati bagikalian.“. (HR Muslim no: 2996)
☆  Malaikat memiliki sayap dan kekuatan bertingkat-tingkat.
     Dalilnya di antaranya firman Allah ﷻ :

الْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ جَاعِلِ الْمَلَائِكَةِ رُسُلًا أُولِي أَجْنِحَةٍ مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ يَزِيدُ فِي الْخَلْقِ مَا يَشَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS. Fathir: 1)
☆  Malaikat memiliki tangan.
     Hal ini sebagaimana firman Allah ﷻ,

وَالْمَلَائِكَةُ بَاسِطُو أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنْفُسَكُمُ

Sedang para malaikat memukul dengan tangannya sambil berkata, ‘Keluarkanlah nyawamu’.” (QS. Al-An’am: 93)
☆  Malaikat punya jantung.
     Hal ini sebagaimana firman Allah ﷻ,

وَلَا تَنْفَعُ الشَّفَاعَةُ عِنْدَهُ إِلَّا لِمَنْ أَذِنَ لَهُ حَتَّى إِذَا فُزِّعَ عَنْ قُلُوبِهِمْ قَالُوا مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ قَالُوا الْحَقَّ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ

Dan syafaat (pertolongan) di sisi-Nya hanya berguna bagi orang yang telah diizinkan-Nya (memperoleh syafaat itu). Sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati (jantung) mereka, mereka berkata, ‘Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhanmu?’ Mereka menjawab, ‘(Perkataan) yang benar’, dan Dialah Yang Maha Tinggi, Maha Besar.” (QS. Saba’: 23)
☆  Malaikat punya telinga dan pundak.
      Dalam hadis Nabi ﷺ bersabda,

أُذِنَ لِي أَنْ أُحَدِّثَ عَنْ مَلَكٍ مِنْ مَلَائِكَةِ اللَّهِ مِنْ حَمَلَةِ الْعَرْشِ، إِنَّ مَا بَيْنَ شَحْمَةِ أُذُنِهِ إِلَى عَاتِقِهِ مَسِيرَةُ سَبْعِ مِائَةِ عَامٍ

Aku telah diberi izin untuk menceritakan tentang sesosok malaikat dari malaikat-malaikat Allah yang bertugas memikul ‘Arsy. Sesungguhnya, jarak antara ujung telinga dengan bahunya adalah tujuh ratus tahun perjalanan.” (HR. Abu Daud no. 4727)
☆  Malaikat tidak makan dan tidak minum serta bisa menjelma dengan rupa manusia rupawan.
      Di antara dalil akan hal ini adalah ketika malaikat-malaikat yang menjelma menjadi tamu Nabi Ibrahim  ketika hendak berkunjung kepada Nabi Luth. Kata Allah ﷻ,

فَرَاغَ إِلَى أَهْلِهِ فَجَاءَ بِعِجْلٍ سَمِينٍ، فَقَرَّبَهُ إِلَيْهِمْ قَالَ أَلَا تَأْكُلُونَ، فَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً قَالُوا لَا تَخَفْ وَبَشَّرُوهُ بِغُلَامٍ عَلِيمٍ

Maka diam-diam dia (Ibrahim) pergi menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk (yang dibakar), lalu dihidangkannya kepada mereka (tetapi mereka tidak mau makan). Ibrahim berkata, ‘Mengapa tidak kamu makan’. Maka dia (Ibrahim) merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata, ‘Janganlah kamu takut’, dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishaq)’.” (QS. Adz-Dzariyat: 26-28)
☆  Malaikat juga bisa mati.
     Malaikat termasuk dalam keumuman firman Allah :

وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَى فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ

“Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing)” (QS Az-Zumar : 68)

(2) Sifat-sifat akhlak (perangai)
    
     Ada beberapa sifat-sifat malaikat yang bisa kita ketahui berdasarkan dalil-dalil yang ada. Di antara sifat-sifat tersebut antara lain,
☆  Malaikat memiliki sifat malu

فَقَالَ: أَلَا أَسْتَحِي مِنْ رَجُلٍ تَسْتَحِي مِنْهُ الْمَلَائِكَةُ

Rasulullah , ‘Wahai Aisyah, bagaimana mungkin aku tidak merasa malu kepada seseorang yang para malaikat saja merasa malu kepadanya?.” (HR. Muslim No. 2401)
☆  Malaikat terganggu dengan bau yang tidak enak (sedap). Seperti dalam hadis di mana Nabi ﷺ menyebutkan bahwasanya malaikat terganggu dengan bau bawang dari mulut seseorang. Nabi ﷺ bersabda,

مَنْ أَكَلَ الْبَصَلَ وَالثُّومَ وَالْكُرَّاثَ فَلَا يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا، فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَتَأَذَّى مِمَّا يَتَأَذَّى مِنْهُ بَنُو آدَمَ

Barangsiapa makan bawang merah dan putih serta bawang bakung- janganlah dia mendekati masjid kami, karena sesungguhnya malaikat merasa terganggu dengan bau yang tidak enak sebagaimana anak cucu Adam juga merasa terganggu (disebabkan baunya).” (HR. Muslim No. 564)
☆  Malaikat tidak masuk ke rumah yang ada anjing dan gambar makhluk bernyawa atau patungnya. Nabi ﷺ bersabda,

لَا تَدْخُلُ الْمَلَائِكَةُ بَيْتًا فِيهِ كَلْبٌ وَلَا صُورَةٌ

Sesungguhnya malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya ada anjing dan gambar (patung).” (HR. Muslim No. 2106)
☆ Malaikat bisa bicara dengan Allah, para nabi dan berbicara dengan siapa saja yang Allah kehendaki. Dalilnya sangat banyak di dalam Kitabullah dan As Sunnah.
☆  Malaikat mendoakan kebaikan bagi orang-orang shalih, dan mendoakan keburukan bagi orang-orang yang buruk.
☆  Malaikat memiliki akal tapi tidak memiliki hawa nafsu sebagaimana manusia. Karena jika tidak memiliki akal, tidak mungkin Allah memuji mereka dengan menyebutkan sifat mereka, “tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. Allah Ta'ala berfirman :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS. At Tahrim :6).

4. Beriman Terhadap Amalan-amalan Dan Tugas Malaikat.

     Malaikat yang kita ketahui nama dan tugas khusus dari dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah, diantaranya sebagai berikut.
(1) Malaikat Jibril ‘alaihissalaam  memiliki tugas khusus menyampaikan wahyu Allah kepada para Nabi dan Rasul.
(2) Malaikat Mikail yang ditugasi menurunkan hujan dan tumbuhan.
(3) Malaikat Isrofil bertugas meniup sangkakala ketika datang hari kiamat dan saat kebangkitan manusia.
(4) Malaikat Maut yang ditugasi mencabut nyawa. Sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah ta’ala:

۞ قُلْ يَتَوَفّٰىكُمْ مَّلَكُ الْمَوْتِ الَّذِيْ وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ اِلٰى رَبِّكُمْ تُرْجَعُوْنَ ࣖ

Katakanlah, “Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu, kemudian kepada Rabb-mu, kamu akan dikembalikan.” (QS. As-Sajdah: 11)
(5) Yang ditugasi menjaga amal perbuatan hamba dan mencatatnya, perbuatan yang baik maupun yang buruk, mereka adalah para malaikat pencatat yang mulia. Allah Ta’ala berfirman :

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Malaikat Pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaaf: 18)
(6) Yang ditugasi menjaga manusia secara bergiliran yaitu Mu’aqqibat. Allah ﷻ berfirman :

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ

Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah.” (QS. Ar-Ra’d: 11)
(7) Para malaikat penjaga surga.
(8) Sembilan belas malaikat yang merupakan pemimpin para malaikat penjaga neraka dan pemukanya adalah malaikat Malik. Allah Ta'ala berfirman :

وَنَادَوْا يَا مَالِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ قَالَ إِنَّكُم مَّاكِثُونَ

Mereka berseru, ‘Hai Malik, biarlah Tuhanmu membunuh kami saja.’ Dia menjawab, ‘Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini).’” (QS. Az-Zukhruf: 77)
(9) Para malaikat yang diserahi untuk mengatur janin di dalam rahim. Jika seorang hamba telah sempurna empat bulan di dalam perut ibunya, maka Allah ta’ala mengutus seorang malaikat kepadanya dan memerintahkannya untuk menulis rezekinya, ajalnya, amalnya dan sengsara atau bahagianya.
(10) Dua malaikat yang ditugasi untuk menanyai mayit ketika di dalam kuburnya. Ketika itu, dua malaikat mendatanginya untuk menanyakan kepadanya tentang Rabb-nya, nabinya dan agamanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِذَا قُبِرَ المَيِّتُ – أَوْ قَالَ: أَحَدُكُمْ – أَتَاهُ مَلَكَانِ أَسْوَدَانِ أَزْرَقَانِ، يُقَالُ لِأَحَدِهِمَا: الْمُنْكَرُ، وَلِلْآخَرِ: النَّكِيرُ

Jika salah seorang dari kalian dimakamkan, maka akan datang kepadanya dua malaikat yang hitam dan biru. Salah satunya bernama Munkar, dan yang lainnya bernama Nakir.” (HR. Tirmidzi no. 1071, dinilai hasan oleh Al-Albani).
Wa Allahu a'lam.

Komentar