Allah Ta’ala berfirman :
إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الأرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
“Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Luqman: 34)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :
مِفْتَاحُ الْغَيْبِ خَمْسٌ لاَ يَعْلَمُهَا إِلاَّ اللَّهُ لاَ يَعْلَمُ أَحَدٌ مَا يَكُونُ فِى غَدٍ ، وَلاَ يَعْلَمُ أَحَدٌ مَا يَكُونُ فِى الأَرْحَامِ ، وَلاَ تَعْلَمُ نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا ، وَمَا تَدْرِى نَفْسٌ بِأَىِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ، وَمَا يَدْرِى أَحَدٌ مَتَى يَجِىءُ الْمَطَرُ
“Kunci ilmu ghoib ada lima, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah Ta’ala. [1] Tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yangg terjadi keesokan harinya. [2] Tidak ada seorang pun mengetahui apa yang terjadi dalam rahim. [3] Tidak ada satu jiwa pun yang mengetahui apa yang ia lakukan besok. [4] Tidak ada satu jiwa pun yang mengetahui di manakah ia akan mati. [5] Tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan turunnya hujan.” (HR.Bukhari no. 1039, dari Ibnu ‘Umar.)
Benarkah Ada Makhluq Yang Mampu Menurunkan Dan Menahan Hujan?
Allah Ta’ala berfirman :
مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
“Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Fathir: 2). Sebagian ulama seperti penulis tafsir Al Jalalain mengatakan bahwa rahmat yang dimaksudkan di sini adalah rizki dan hujan.
Al Qurthubi mengatakan bahwa sebagian ulama menafsirkan rahmat dalam ayat di atas dengan hujan atau rizki. Mereka mengatakan, “Hujan atau rizki yang Allah datangkan pada mereka, tidak ada satu pun yang dapat menahannya. Jika Allah menahannya untuk turun, maka tidak ada seorang pun yang dapat menurunkan hujan tersebut.”
Benarkah Ada Pawang Hujan Yang Mampu Mengendalikan Hujan?
Untuk membuktikan dan membongkar kedustaannya, maka insya Allah bisa diuji dengan 5 perkara :
(1) Dajjal hanya berkuasa selama 40 hari. Itu sebabnya jika memang benar ada pawang hujan yang mengklaim mampu dan sakti, silahkan turunkan hujan selama 19 hari kemudian tahan hujan selama 17 hari kemudian turunkan hujan lagi selama 3 hari kemudian tahan hujan selama 1 hari kemudian turunkan hujan selama 1 hari. Dalam waktu selama 41 hari, apa ada pawang hujan yang mampu mengendalikan hujan??
(2) Silahkan turunkan hujan selama 7 jam kemudian tahan hujan selama 7 jam serta ulangi sebanyak 7 kali.
(3) Andai benar ada pawang hujan yang mampu menghentikan hujan (dengan ilmu jarak jauh ataupun dekat), silahkan perintahkan menghentikan hujan agar di muka bumi atau di Indonesia tidak pernah ada banjir lagi.
(4) Turunkan hujan dalam area radius 700 meter kemudian tahanlah hujan dalam area radius 700 meter.
(5) Turunkan hujan di daerah gurun padang pasir selama 7 hari kemudian tahan hujan selama 7 hari serta ulangi sebanyak 3 kali berturut-turut. Bagaimana apa ada yang mampu?
Wa Allahu a'lam. Laa haula wa laa quwwata illa billah..


Komentar
Posting Komentar